English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Ketegangan Meningkat! AS Gempur Iran Tiga Malam Berturut-turut

Geraldo Kofit · 1 Views

Ketegangan Meningkat!  AS Gempur Iran Tiga Malam Berturut-turut

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran untuk malam ketiga berturut-turut, sementara Iran meningkatkan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz. Ketegangan semakin tinggi setelah Presiden Donald Trump kembali memberlakukan blokade terhadap pengiriman Iran dan mengusulkan biaya perlindungan 20% untuk kapal yang melintasi Selat Hormuz. Bagi trader, eskalasi konflik ini meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global dan berpotensi mendorong harga minyak serta volatilitas pasar. Sentimen safe haven juga dapat meningkat, namun pergerakan emas tetap perlu memperhatikan arah dolar AS dan ekspektasi suku bunga The Fed.

 

Calendar:

Calendar 14 July

WTI / OIL 

wti

Analisa Teknikal

Trend Utama: Bullish Market

Time Frame: H4

Pada time frame H4, WTI Oil saat ini berpotensi melanjutkan pergerakan bullish seiring meningkatnya tekanan geopolitik di kawasan Selat Hormuz, yang dapat memicu kekhawatiran terhadap keterbatasan supply minyak global. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan demand dan menjadi katalis bagi kenaikan harga Oil.

Dari sisi teknikal, harga juga telah berhasil melakukan breakout pada area demand, yang mengindikasikan bahwa buyer masih mendominasi pergerakan pasar. Keberhasilan breakout tersebut membuka peluang bagi WTI Oil untuk melanjutkan penguatan menuju area resistance terdekat di level 82.27, kemudian berpotensi bergerak lebih tinggi menuju resistance kedua di level 87.24.

Selain itu, indikator Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought, menunjukkan bahwa momentum bullish masih cukup kuat dan tekanan buyer masih mendominasi. Dengan demikian, selama harga mampu bertahan di atas area demand yang telah berhasil ditembus, outlook WTI Oil pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan peluang melanjutkan penguatan menuju target resistance yang telah ditentukan.

 

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, WTI Oil masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan akibat meningkatnya kembali risiko geopolitik dan ketidakpastian arus minyak melalui Selat Hormuz. Perkembangan terbaru menunjukkan arus pasokan Teluk memang sempat pulih, tetapi masih berada di bawah kondisi sebelum konflik, sementara eskalasi terbaru kembali meningkatkan risiko terhadap outlook supply global.

Kondisi tersebut dapat kembali meningkatkan risk premium pada harga minyak. Ketika pasar melihat adanya potensi gangguan distribusi atau terbatasnya jalur pengiriman minyak, kekhawatiran terhadap supply dapat mendorong aksi beli meskipun outlook permintaan global masih menjadi perhatian. Pergerakan harga minyak saat ini juga tetap sangat sensitif terhadap perkembangan Hormuz dan hubungan Amerika Serikat-Iran.

Sentimen fundamental ini sejalan dengan analisa teknikal yang menunjukkan WTI Oil berhasil melakukan breakout pada area demand dan momentum buyer mulai kembali mendominasi. Selama risiko gangguan supply masih meningkat, peluang Oil untuk melanjutkan penguatan menuju resistance 82.27 dan selanjutnya 87.24 masih tetap terbuka.

Namun, trader perlu mencermati perkembangan jalur pelayaran Selat Hormuz dan potensi deeskalasi konflik. Apabila arus pengiriman minyak kembali normal secara konsisten, tekanan supply dapat berkurang dan berpotensi membatasi kenaikan WTI Oil.

 

USD/JPY

usdjpy

Analisa Teknikal

Trend Utama: Bullish Market

Time Frame: Daily

Pada time frame Daily, USDJPY masih berpotensi melanjutkan pergerakan turun setelah harga belum mampu melakukan closing di atas area resistance 162.158 hingga 162.594. Kegagalan harga menembus area resistance tersebut menunjukkan bahwa tekanan buyer mulai melemah dan seller kembali berpotensi mendominasi pergerakan pasar.

Jika diperhatikan dari struktur pergerakan harga, USDJPY saat ini berpotensi membentuk pola ABC Correction, yang mengindikasikan bahwa fase koreksi turun masih dapat berlanjut. Selama harga tetap bergerak di bawah area resistance tersebut, peluang terbentuknya fase penurunan berikutnya masih cukup terbuka.

Konfirmasi tambahan datang dari indikator Stochastic yang telah keluar dari area overbought dan mulai bergerak turun. Kondisi ini menunjukkan momentum bullish mulai kehilangan kekuatan dan tekanan seller berpotensi meningkat. Dengan demikian, USDJPY berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area support 161.091, kemudian berpotensi turun lebih dalam menuju support berikutnya di level 160.602.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, USDJPY berpotensi mengalami koreksi apabila pasar mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penguatan Yen Jepang. Bank of Japan saat ini mempertahankan target suku bunga overnight sekitar 1,0%, dan pertemuan kebijakan berikutnya dijadwalkan pada 30-31 Juli 2026. Ekspektasi terhadap kelanjutan normalisasi kebijakan BoJ dapat memberikan dukungan terhadap Yen.

Selain itu, posisi USDJPY yang berada di sekitar level tinggi membuat pasar semakin sensitif terhadap perubahan kebijakan Jepang maupun potensi langkah untuk menahan pelemahan Yen. Jika ekspektasi kebijakan BoJ semakin hawkish, tekanan jual pada USDJPY dapat meningkat dan mendorong terbentuknya fase ABC Correction yang lebih dalam.

Sentimen fundamental tersebut sejalan dengan analisa teknikal yang menunjukkan harga gagal bertahan di atas resistance 162.158-162.594 dan indikator Stochastic mulai keluar dari area overbought. Namun, risiko penguatan Dolar AS masih perlu diperhatikan karena kenaikan harga energi dan kekhawatiran inflasi terbaru telah mendukung USD serta ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi.

 

EUR/USD 

eurusd

Analisa Teknikal

Trend Besar: Bearish Market

Time Frame: Daily

Pada time frame Daily, EUR/USD masih berpotensi melanjutkan pelemahan seiring struktur harga yang masih bergerak dalam downtrend. Tekanan seller masih terlihat cukup dominan dan harga berpeluang bergerak turun menuju area support terdekat di level 1.13608, kemudian berpotensi melanjutkan penurunan hingga support berikutnya di level 1.13212.

Pergerakan bearish tersebut juga dikonfirmasi oleh Moving Average 21 & 34 yang masih berfungsi sebagai dynamic resistance. Selama harga belum mampu menembus dan melakukan closing di atas kedua Moving Average tersebut, setiap kenaikan masih berpotensi menjadi secondary trend atau koreksi sementara sebelum harga kembali melanjutkan primary trend bearish.

Selain itu, indikator Stochastic masih mengarah turun menuju area oversold, yang menunjukkan momentum pelemahan masih cukup kuat dan seller masih mendominasi pasar. Dengan demikian, outlook EUR/USD pada time frame Daily masih cenderung bearish, dengan potensi penurunan menuju area support 1.13608 hingga 1.13212.

 

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, EUR/USD masih berpotensi melanjutkan pelemahan seiring Dolar AS kembali mendapatkan dukungan dari meningkatnya tekanan inflasi dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve yang tetap ketat. The Fed pada Juni mempertahankan target suku bunga di 3,50%-3,75% dan menilai inflasi masih berada di atas target, sementara kenaikan harga energi kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan harga.

Di sisi lain, prospek ekonomi kawasan Euro masih menghadapi tekanan. Pejabat European Central Bank (ECB) menilai outlook ekonomi tetap rapuh, meskipun tekanan inflasi akibat energi masih menjadi perhatian. Kondisi pertumbuhan yang lemah dapat membatasi kekuatan Euro dan membuat EUR/USD lebih mudah mendapatkan tekanan jual.

Sentimen fundamental tersebut sejalan dengan analisa teknikal yang menunjukkan EUR/USD masih bergerak dalam downtrend dan tertahan oleh Moving Average 21 & 34 sebagai dynamic resistance. Selama Dolar AS tetap kuat dan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi Eropa masih meningkat, peluang EUR/USD untuk melanjutkan pelemahan menuju support 1.13608 hingga 1.13212 masih tetap terbuka.

 

DOW / Dow Jones 

dow

Analisa Teknikal

Trend Besar: Bearish Market

Time Frame: H4

Pada time frame H4, Dow Jones masih menunjukkan potensi pelemahan harga menuju area support terdekat di level 52.545 hingga 52.336. Struktur pergerakan harga saat ini membentuk pola ABC Correction, yang mengindikasikan bahwa fase koreksi bearish masih berpotensi berlanjut.

Harga sebelumnya telah menyelesaikan pembentukan secondary trend atau koreksi naik. Namun, setelah gagal mempertahankan momentum penguatan, Dow Jones saat ini berpotensi kembali membentuk primary trend bearish. Kondisi tersebut membuka peluang bagi seller untuk kembali mendominasi dan mendorong harga menuju area support 52.545, kemudian 52.336 sebagai target penurunan berikutnya.

Konfirmasi tambahan datang dari indikator Stochastic yang tertahan di area overbought dan mulai menunjukkan potensi pergerakan turun menuju area oversold. Kondisi ini mengindikasikan momentum buyer mulai melemah dan tekanan seller berpotensi kembali meningkat. Dengan demikian, outlook Dow Jones pada time frame H4 masih cenderung bearish, selama harga belum menunjukkan perubahan struktur tren yang signifikan.

 

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, Dow Jones masih berpotensi mendapatkan tekanan seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi Amerika Serikat. Kenaikan harga energi akibat ketegangan geopolitik kembali meningkatkan risiko tekanan inflasi, sehingga investor cenderung lebih berhati-hati terhadap aset berisiko seperti saham. Sentimen pasar terbaru juga menunjukkan tekanan pada bursa global ketika harga minyak kembali meningkat.

Selain itu, Federal Reserve masih mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%-3,75% dan menyatakan inflasi tetap berada di atas target 2%. Kondisi kebijakan moneter yang masih ketat berpotensi membatasi penguatan pasar saham dan meningkatkan tekanan pada Dow Jones.

Sentimen fundamental tersebut sejalan dengan analisa teknikal yang menunjukkan Dow Jones telah menyelesaikan secondary trend dan berpotensi kembali membentuk primary trend bearish dalam pola ABC Correction. Selama kekhawatiran inflasi dan kebijakan suku bunga tinggi masih mendominasi pasar, peluang penurunan menuju area support 52.545 hingga 52.336 masih tetap terbuka.

Trader perlu mencermati data inflasi AS, pernyataan Federal Reserve, pergerakan yield obligasi, serta perkembangan geopolitik, karena faktor tersebut dapat menjadi katalis utama pergerakan Dow Jones dalam waktu dekat.

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.