English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Pejabat The Fed Terbelah, Arah Suku Bunga Masih Buram

Geraldo Kofit · 1 Views

Pejabat The Fed Terbelah, Arah Suku Bunga Masih Buram

Risalah rapat terbaru Federal Reserve (The Fed) menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan masih menghadapi ketidakpastian yang tinggi mengenai arah ekonomi dan suku bunga. Sebagian pejabat menilai inflasi masih cukup tinggi sehingga suku bunga mungkin perlu dinaikkan jika tekanan harga berlanjut. Sementara itu, sebagian lainnya memilih menunggu data ekonomi berikutnya karena khawatir pertumbuhan ekonomi dapat melambat. Meski terdapat perbedaan pandangan, seluruh anggota sepakat untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan terakhir sambil terus memantau perkembangan inflasi, pasar tenaga kerja, dan kondisi ekonomi global.

Risalah ini mengindikasikan bahwa arah kebijakan The Fed masih sangat bergantung pada data ekonomi (data dependent). Hal ini berarti volatilitas pasar berpotensi meningkat setiap kali ada rilis data penting seperti inflasi, tenaga kerja, atau pertumbuhan ekonomi AS. Selama inflasi belum menunjukkan penurunan yang konsisten, peluang suku bunga tetap tinggi atau bahkan naik kembali masih terbuka. Kondisi tersebut cenderung mendukung dolar AS, sementara emas dan aset berisiko berpotensi menghadapi tekanan apabila ekspektasi kebijakan hawkish kembali menguat.

Calendar:

Calendar July, 9

WTI / OIL 

wti

Analisa Teknikal

Trend Utama: Bullish Market (Transisi)

Time Frame: M30

Pada time frame M30, WTI Oil saat ini berpotensi melanjutkan pelemahan setelah harga gagal ditutup di atas area resistance 74.94 hingga 76.04. Kegagalan tersebut mengindikasikan bahwa tekanan beli mulai melemah, sementara seller kembali mendominasi pergerakan harga. Selain itu, harga juga membentuk lower high, yang menjadi konfirmasi bahwa struktur tren jangka pendek telah berubah menjadi lebih bearish.

Jika diperhatikan lebih lanjut, pergerakan harga juga membentuk pola Head & Shoulders, yang merupakan salah satu pola bearish reversal dan mengindikasikan potensi pembalikan arah setelah tren naik sebelumnya. Selama harga tetap bergerak di bawah area resistance 74.94-76.04, peluang penurunan masih lebih dominan dengan target menuju area support terdekat di level 73.31, kemudian berpotensi melanjutkan koreksi hingga 71.89.

Dengan terbentuknya pola Head & Shoulders serta konfirmasi lower high, outlook WTI Oil pada time frame M30 masih cenderung bearish. Namun, trader tetap perlu memperhatikan apabila harga mampu menembus dan bertahan di atas area resistance, karena hal tersebut dapat membatalkan skenario pelemahan dan membuka peluang kenaikan kembali.

 

Analisa Fundamental 

Dari sisi fundamental, WTI Oil masih berpotensi mengalami koreksi apabila sentimen pasar mulai mengkhawatirkan perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang dapat menekan permintaan energi. Selain itu, ekspektasi meningkatnya pasokan minyak dari negara-negara produsen atau kenaikan produksi di luar perkiraan pasar juga dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga minyak dalam jangka pendek.

Penguatan Dolar AS turut menjadi faktor yang berpotensi menekan harga WTI Oil. Karena minyak diperdagangkan dalam mata uang Dolar AS, penguatan nilai tukar Dolar membuat harga minyak menjadi lebih mahal bagi pembeli di negara lain, sehingga permintaan berpotensi menurun dan memicu tekanan jual.

Sentimen fundamental tersebut sejalan dengan analisa teknikal yang menunjukkan harga gagal menembus area resistance 74.94-76.04, membentuk lower high, serta dikonfirmasi oleh pola Head & Shoulders yang mengindikasikan potensi pembalikan arah menjadi bearish. Selama belum terdapat katalis positif seperti penurunan produksi yang lebih besar dari perkiraan, meningkatnya risiko geopolitik yang mengganggu pasokan, atau penurunan signifikan pada persediaan minyak mentah Amerika Serikat (US Crude Oil Inventories), peluang WTI Oil untuk melanjutkan koreksi menuju area support 73.31 hingga 71.89 masih tetap terbuka.

Namun, trader tetap disarankan untuk mencermati rilis data persediaan minyak Amerika Serikat, keputusan produksi dari negara-negara produsen utama, serta perkembangan ekonomi global karena faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas dan mengubah arah pergerakan harga minyak dalam waktu singkat.

 

USD/JPY

usdjpy

Analisa Teknikal

Trend Utama: Bullish Market (Tertahan)

Time Frame: H4

Pada time frame H4, USDJPY saat ini tertahan di area resistance 162.768, yang menjadi level krusial dalam menentukan arah pergerakan selanjutnya. Apabila harga gagal menembus resistance tersebut dan ditutup dengan candlestick bearish penuh (full body bearish), maka kondisi ini akan mengonfirmasi terbentuknya swing high baru sebagai sinyal awal pelemahan.

Selain itu, struktur harga juga berpotensi membentuk pola Double Top, yang merupakan salah satu pola bearish reversal dan mengindikasikan peluang terjadinya pembalikan arah dari tren naik menjadi tren turun. Konfirmasi tambahan datang dari indikator Stochastic yang menunjukkan adanya bearish divergence, di mana momentum indikator mulai melemah meskipun harga masih berada di area tertinggi. Kondisi ini menandakan bahwa tekanan beli mulai kehilangan kekuatan dan peluang tekanan jual semakin meningkat.

 

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, USDJPY berpotensi mengalami koreksi apabila sentimen pasar mulai mendukung penguatan Yen Jepang atau terjadi pelemahan pada Dolar AS. Meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan (BoJ) akan melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya, termasuk potensi kenaikan suku bunga secara bertahap, dapat meningkatkan permintaan terhadap Yen dan memberikan tekanan pada pasangan USDJPY.

Di sisi lain, apabila data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan atau pasar mulai memperkirakan Federal Reserve akan lebih cepat menurunkan suku bunga, maka Dolar AS berpotensi kehilangan momentum penguatannya. Penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat juga dapat menjadi faktor yang mengurangi daya tarik Dolar AS dan mendorong koreksi pada USDJPY.

Sentimen fundamental tersebut sejalan dengan analisa teknikal yang menunjukkan harga tertahan di area resistance 162.768 dan berpotensi membentuk pola Double Top, yang diperkuat oleh munculnya bearish divergence pada indikator Stochastic. Kondisi ini mengindikasikan bahwa momentum bullish mulai melemah dan peluang terjadinya koreksi semakin terbuka.

Selama tidak terdapat data ekonomi Amerika Serikat yang jauh lebih kuat dari ekspektasi atau pernyataan Federal Reserve yang kembali bernada hawkish, USDJPY masih berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 161.677, dengan target berikutnya di 161.186.

Namun, trader tetap disarankan untuk mencermati rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan Jepang, serta perkembangan kebijakan moneter kedua bank sentral, karena faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas dan memengaruhi arah pergerakan USDJPY dalam jangka pendek.

 

EUR/USD 

eurusd

Analisa Teknikal

Trend Besar: Bullish Market

Time Frame: H4

Pada time frame H4, EUR/USD berpotensi melanjutkan pergerakan bullish setelah membentuk pola Bullish Flag, yang merupakan pola kelanjutan tren (continuation pattern) dan mengindikasikan bahwa momentum kenaikan masih berpeluang berlanjut. Saat ini harga masih bertahan di atas area Moving Average 21 & 34, yang berfungsi sebagai dynamic support dan menjadi pijakan bagi buyer untuk mempertahankan tren naik.

Konfirmasi tambahan datang dari indikator Stochastic yang bergerak naik menuju area overbought, menunjukkan bahwa momentum beli masih cukup kuat dan belum terdapat sinyal pelemahan yang signifikan. Selama harga mampu bertahan di atas area dynamic support dan tidak kembali masuk ke dalam pola Bullish Flag, peluang kenaikan masih tetap terbuka.

 

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, EUR/USD masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan apabila sentimen pasar tetap mendukung pelemahan Dolar AS dan meningkatnya optimisme terhadap mata uang Euro. Ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengadopsi kebijakan moneter yang lebih longgar dalam beberapa periode mendatang, disertai dengan potensi penurunan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat, dapat mengurangi daya tarik Dolar AS dan memberikan ruang bagi EUR/USD untuk menguat.

Di sisi lain, apabila data ekonomi kawasan Euro menunjukkan stabilitas atau perbaikan, serta European Central Bank (ECB) tetap mempertahankan sikap yang cenderung hawkish terhadap inflasi, maka permintaan terhadap Euro berpotensi meningkat. Perbedaan ekspektasi kebijakan moneter antara ECB dan Federal Reserve dapat menjadi katalis utama yang mendukung kelanjutan penguatan EUR/USD.

Kondisi fundamental tersebut sejalan dengan analisa teknikal yang menunjukkan terbentuknya pola Bullish Flag, didukung oleh Moving Average sebagai dynamic support dan meningkatnya momentum beli pada indikator Stochastic. Selama tidak terdapat data ekonomi Amerika Serikat yang jauh lebih kuat dari ekspektasi atau pernyataan Federal Reserve yang kembali bernada hawkish, peluang EUR/USD untuk melanjutkan kenaikan menuju area resistance 1.14575 hingga 1.15232 masih tetap terbuka. Namun, trader tetap disarankan untuk memantau rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat maupun kawasan Euro karena dapat meningkatkan volatilitas dan memengaruhi arah pergerakan harga.

 

DOW / Dow Jones 

dow

Analisa Teknikal

Trend Besar: Bearish Market (Fase Transisi)

Time Frame: H4

Pada time frame H4, Dow Jones saat ini telah memasuki fase transisi dari bullish trend menuju bearish trend. Hal ini dikonfirmasi setelah harga berhasil menyelesaikan target penurunan dari pola Double Top yang sebelumnya terbentuk, menandakan bahwa tekanan seller mulai mendominasi pergerakan pasar.

Pada sesi pagi ini, harga diperkirakan berpotensi membentuk secondary trend atau koreksi naik terlebih dahulu menuju area resistance di level 52.870 hingga 53.205. Area tersebut berpotensi menjadi zona bagi seller untuk kembali memasuki pasar. Apabila koreksi naik selesai terbentuk dan harga kembali mendapat tekanan jual, maka Dow Jones berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area support berikutnya di level 52.335.

Secara keseluruhan, struktur harga pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bearish, selama harga belum mampu closing di atas swing high sebelumnya pada level 53.535. Selama level tersebut belum berhasil ditembus, setiap kenaikan masih berpotensi menjadi secondary trend atau pullback sebelum tren bearish utama kembali berlanjut. Dukungan dari indikator momentum juga masih menunjukkan dominasi tekanan jual, sehingga peluang penurunan masih lebih besar dibandingkan potensi kenaikan.

 

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, Dow Jones masih berpotensi berada dalam fase koreksi setelah sebelumnya mencatatkan reli yang cukup kuat. Aksi profit taking oleh investor di area harga tertinggi, ditambah meningkatnya sikap wait and see menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat, berpotensi membatasi ruang kenaikan indeks dalam jangka pendek.

Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan tetap mempertahankan suku bunga pada level yang relatif tinggi untuk menjaga inflasi tetap terkendali dapat menjadi sentimen negatif bagi pasar saham. Tingginya suku bunga membuat biaya pendanaan perusahaan meningkat dan mendorong investor untuk lebih selektif terhadap aset berisiko. Apabila imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat kembali meningkat, aliran dana juga berpotensi berpindah dari pasar saham menuju instrumen pendapatan tetap, sehingga memberikan tekanan pada Dow Jones.

Kondisi fundamental tersebut sejalan dengan analisa teknikal yang menunjukkan bahwa Dow Jones telah mengonfirmasi pola Double Top dan memasuki fase transisi menuju bearish trend. Kenaikan yang berpotensi terjadi pada sesi pagi ini diperkirakan hanya bersifat secondary trend atau technical rebound sebelum tekanan jual kembali mendominasi pasar.

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.