

Market Analysis
Iran Kembali Serang Kapal di Selat Hormuz, Risiko Pasokan Minyak Global Meningkat

Iran dilaporkan kembali melancarkan serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz setelah sempat terjadi jeda dalam beberapa waktu terakhir. Menurut pejabat AS, sedikitnya tiga kapal menjadi sasaran serangan dalam 24 jam terakhir, termasuk sebuah kapal tanker yang mengalami kebakaran setelah terkena proyektil di dekat perairan Oman. Insiden ini terjadi setelah pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran mengenai keamanan pelayaran gagal menghasilkan kesepakatan, sehingga meningkatkan kembali ketegangan di salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Sentimen ini cenderung bullish untuk harga minyak karena Selat Hormuz merupakan jalur utama bagi sekitar 20% perdagangan minyak dunia. Meningkatnya risiko terhadap keamanan pelayaran dapat memicu kekhawatiran gangguan pasokan, sehingga mendorong harga minyak naik. Di sisi lain, permintaan terhadap aset safe haven seperti emas juga berpotensi meningkat jika konflik terus meluas. Namun, trader tetap perlu mencermati respons Amerika Serikat dan perkembangan diplomasi berikutnya, karena eskalasi lebih lanjut dapat meningkatkan volatilitas di pasar energi, mata uang, dan saham global.
Calendar:
WTI / OIL
Analisa Teknikal
Trend: Bullish
Timeframe: M30
Pada time frame M30, WTI Oil masih bergerak dalam tren bullish yang cukup kuat. Momentum kenaikan ini diawali oleh fase akumulasi, di mana harga beberapa kali tertahan pada area support 68.00 hingga 69.00. Bertahannya harga di area tersebut menunjukkan kuatnya minat beli, sehingga ketika harga berhasil menembus (breakout) level 70.00, momentum bullish semakin menguat dan mendorong pergerakan naik yang signifikan.
Saat ini, tren bullish masih mendominasi dengan peluang harga melanjutkan kenaikan menuju area resistance terdekat di level 72.68, kemudian ke target berikutnya di 73.30. Selain itu, indikator Moving Average masih berperan sebagai dynamic support, yang menunjukkan bahwa setiap koreksi masih berpotensi dimanfaatkan sebagai peluang beli selama harga tetap bertahan di atas area tersebut.
Dari sisi momentum, indikator Stochastic juga bergerak naik dari area oversold menuju overbought, yang mengindikasikan bahwa tekanan beli masih cukup kuat untuk mendukung kelanjutan tren bullish. Selama harga mampu bertahan di atas area support dan Moving Average, peluang WTI Oil untuk melanjutkan penguatan menuju target resistance masih tetap terbuka.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, WTI Oil masih berpotensi melanjutkan penguatan apabila sentimen pasar tetap didukung oleh prospek permintaan energi global yang stabil serta ekspektasi pasokan minyak yang relatif ketat. Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi global, meningkatnya konsumsi energi, serta komitmen negara-negara produsen dalam menjaga keseimbangan pasokan dapat menjadi faktor yang terus menopang kenaikan harga minyak.
Selain itu, apabila laporan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (US Crude Oil Inventories) menunjukkan penurunan stok atau berada di bawah ekspektasi pasar, sentimen tersebut berpotensi memperkuat momentum bullish karena mencerminkan tingginya permintaan. Pelemahan Dolar AS juga dapat menjadi katalis tambahan yang membuat harga minyak lebih kompetitif bagi pembeli global, sehingga mendukung kenaikan harga.
Kondisi fundamental tersebut sejalan dengan analisa teknikal yang menunjukkan keberhasilan WTI Oil bertahan di area akumulasi 68.00–69.00 dan melanjutkan penguatan setelah berhasil menembus level psikologis 70.00. Selama tidak terdapat sentimen negatif seperti peningkatan produksi minyak yang signifikan, pelemahan prospek permintaan global, atau penguatan tajam Dolar AS, peluang WTI Oil untuk melanjutkan kenaikan menuju area resistance 72.68 dan selanjutnya 73.30 masih tetap terbuka. Namun, trader tetap disarankan untuk mencermati perkembangan geopolitik, keputusan produsen minyak, serta data persediaan minyak AS karena faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas dan memengaruhi arah pergerakan harga.
USD / JPY
Analisa Teknikal
Trend: Bullish
Timeframe: H4
Pada time frame H4, USDJPY kembali menunjukkan momentum bullish yang cukup kuat setelah gagal melanjutkan penurunan menuju area support sebelumnya. Harga berhasil bertahan di atas Moving Average, yang saat ini berfungsi sebagai dynamic support, sekaligus membentuk higher low sebagai indikasi bahwa tekanan beli kembali mendominasi pergerakan pasar.
Dengan struktur harga yang masih bullish, USDJPY berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area resistance terdekat di level 162.731, dengan target berikutnya di 163.630. Sementara itu, indikator Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought dan belum menunjukkan adanya sinyal pelemahan ataupun potensi pembalikan arah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa momentum beli masih cukup kuat untuk mendukung kelanjutan tren naik.
Selama harga tetap bertahan di atas area Moving Average dan tidak kembali menembus support terdekat, outlook USDJPY masih cenderung bullish dengan peluang melanjutkan kenaikan menuju target resistance yang telah ditentukan.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, USDJPY masih berpeluang melanjutkan penguatan apabila Dolar AS tetap didukung oleh prospek ekonomi Amerika Serikat yang solid serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat lebih lama. Data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan, seperti pertumbuhan tenaga kerja, inflasi yang masih berada di atas target, atau aktivitas ekonomi yang tetap kuat, dapat meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS dan mendorong USDJPY bergerak lebih tinggi.
Di sisi lain, apabila Bank of Japan (BoJ) masih mempertahankan kebijakan moneter yang akomodatif atau memberikan sinyal normalisasi kebijakan yang berlangsung secara bertahap, maka tekanan terhadap Yen Jepang berpotensi tetap berlanjut. Perbedaan arah kebijakan moneter antara Federal Reserve dan Bank of Japan masih menjadi salah satu faktor utama yang mendukung penguatan USDJPY.
Sentimen fundamental tersebut sejalan dengan analisa teknikal yang menunjukkan harga berhasil bertahan di atas Moving Average sebagai dynamic support dan membentuk higher low, menandakan momentum bullish masih terjaga. Selama tidak terdapat perubahan signifikan pada ekspektasi suku bunga Federal Reserve maupun kebijakan Bank of Japan, peluang USDJPY untuk melanjutkan kenaikan menuju area resistance 162.731 dan selanjutnya 163.630 masih tetap terbuka. Namun, trader tetap disarankan untuk memantau rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan Jepang, serta pernyataan pejabat bank sentral, karena faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas dan memengaruhi arah pergerakan harga.
EUR / USD
Analisa Teknikal
Trend: Bearish
Timeframe: M30
Pada time frame M30, EUR/USD masih berada dalam tren bearish yang cukup dominan. Namun, dalam jangka pendek harga mulai menunjukkan potensi terjadinya reversal atau pembalikan arah sementara. Sinyal tersebut terlihat dari terbentuknya pola Double Bottom yang dikonfirmasi oleh munculnya pola candlestick Hammer di area support, mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai melemah dan minat beli mulai meningkat.
Selain itu, indikator Stochastic juga bergerak naik menuju area overbought, yang menunjukkan momentum bullish jangka pendek masih cukup kuat untuk mendukung kenaikan harga. Selama harga mampu bertahan di atas area support, EUR/USD berpeluang membentuk secondary trend dengan target kenaikan menuju area resistance terdekat di level 1.14155, kemudian berlanjut ke resistance berikutnya di 1.14267.
Meskipun demikian, trader tetap perlu memperhatikan bahwa tren utama masih cenderung bearish. Oleh karena itu, kenaikan yang terjadi saat ini lebih berpotensi menjadi secondary trend atau koreksi naik sebelum arah tren utama kembali berlanjut. Konfirmasi lanjutan di area resistance akan menjadi faktor penting untuk menentukan apakah momentum bullish mampu berlanjut atau justru kembali mendapat tekanan jual.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, EUR/USD berpeluang mengalami penguatan dalam jangka pendek meskipun sentimen utama pasar masih cenderung mendukung Dolar AS. Rebound ini dapat dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) pada posisi beli Dolar AS, pelemahan sementara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat, atau meningkatnya optimisme terhadap prospek ekonomi kawasan Euro. Kondisi tersebut berpotensi memberikan ruang bagi Euro untuk menguat sebagai bagian dari koreksi teknikal.
Selain itu, menjelang rilis data ekonomi berdampak tinggi, pelaku pasar umumnya cenderung mengurangi eksposur terhadap Dolar AS, sehingga dapat mendorong penguatan sementara pada EUR/USD. Namun, selama belum terdapat perubahan signifikan terhadap ekspektasi kebijakan moneter antara European Central Bank (ECB) dan Federal Reserve, penguatan tersebut diperkirakan masih bersifat terbatas dan lebih mencerminkan secondary trend dibandingkan perubahan tren utama.
Kondisi fundamental ini sejalan dengan analisa teknikal yang menunjukkan terbentuknya pola Double Bottom dan candlestick Hammer di area support, yang membuka peluang terjadinya rebound menuju area resistance 1.14155 dan 1.14267. Meski demikian, trader tetap perlu mencermati rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat dan kawasan Euro, karena hasil yang lebih baik dari ekspektasi pada salah satu pihak dapat kembali mengubah arah pergerakan EUR/USD dan mengembalikan dominasi tren bearish.
DOW / Dow Jones
Analisa Teknikal
Trend: Bullish
Timeframe: H4
Pada time frame H4, Dow Jones menunjukkan potensi koreksi setelah gagal melanjutkan kenaikan ke level yang lebih tinggi. Kegagalan tersebut membentuk false breakout, yang kemudian dikonfirmasi oleh munculnya pola candlestick Bearish Engulfing. Sinyal ini memperkuat indikasi terbentuknya pola Double Top, yang umumnya menjadi salah satu pola pembalikan arah dari bullish ke bearish.
Dengan terbentuknya pola tersebut, Dow Jones berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support terdekat di level 52.957, dengan target penurunan berikutnya pada level 52.558. Selain itu, indikator Stochastic juga telah berbalik turun menuju area oversold, yang menunjukkan momentum jual mulai mendominasi dan memperkuat peluang terjadinya koreksi dalam jangka pendek.
Selama harga masih bergerak di bawah area resistance yang membentuk Double Top, bias pergerakan tetap cenderung bearish. Namun, trader tetap perlu memperhatikan pergerakan harga di sekitar area support, karena reaksi buyer pada level tersebut akan menjadi penentu apakah koreksi hanya bersifat sementara atau berkembang menjadi tren penurunan yang lebih dalam.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, Dow Jones berpotensi mengalami koreksi setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan yang cukup signifikan. Aksi ambil untung (profit taking) dari investor pada area harga tertinggi, meningkatnya kehati-hatian menjelang rilis data ekonomi Amerika Serikat, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan kebijakan suku bunga pada level yang relatif tinggi dapat menjadi faktor yang membatasi ruang kenaikan indeks dalam jangka pendek.
Selain itu, apabila imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat kembali meningkat atau Dolar AS menguat, minat investor terhadap aset berisiko seperti saham berpotensi berkurang. Sentimen tersebut dapat mendorong terjadinya rotasi aset dan memicu tekanan jual pada indeks saham, termasuk Dow Jones.
Kondisi fundamental ini sejalan dengan analisa teknikal yang menunjukkan terbentuknya false breakout, pola Bearish Engulfing, dan konfirmasi Double Top, yang mengindikasikan potensi koreksi harga. Selama belum terdapat katalis positif yang mampu meningkatkan optimisme pasar, seperti data ekonomi yang lebih baik dari ekspektasi tanpa memicu kekhawatiran terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat, Dow Jones masih berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area support 52.957 dan selanjutnya 52.558.
Namun, trader tetap disarankan untuk mencermati rilis data ekonomi utama Amerika Serikat, laporan kinerja emiten, serta pernyataan pejabat Federal Reserve karena faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas dan memengaruhi arah pergerakan indeks.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

