

Market Analysis
Dolar AS Dekati Level Terendah Dua Pekan, Kenaikan Suku Bunga Mulai Mereda

Dolar AS bergerak di dekat level terendah dalam dua pekan setelah pasar mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga tahun ini. Perubahan sentimen ini terjadi setelah data tenaga kerja AS menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja, sehingga mengurangi tekanan bagi The Fed untuk memperketat kebijakan moneternya.
Di sisi lain, mata uang yen Jepang tetap menjadi perhatian karena masih berada di dekat level terlemahnya dalam 40 tahun, sehingga memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang dapat kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang nilai tukar yen.
Sentimen ini cenderung negatif bagi dolar AS dan dapat menjadi angin segar bagi aset seperti emas dan mata uang utama lainnya jika ekspektasi kenaikan suku bunga terus melemah. Namun, pasar masih menunggu risalah rapat The Fed serta data ekonomi berikutnya untuk memastikan apakah peluang kenaikan suku bunga benar-benar berkurang. Sementara itu, pergerakan yen berpotensi tetap volatil karena risiko intervensi dari otoritas Jepang masih membayangi pasar.
Calendar:
WTI / OIL
Analisa Teknikal
Trend: Bullish
Timeframe: Daily
WTI Oil saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan pergerakan sideways di area 68.00–69.20. Namun, jika diperhatikan lebih detail, struktur harga mulai membentuk pola bullish pennant yang umumnya merupakan pola kelanjutan tren (continuation pattern). Selama harga mampu bertahan di atas area support dan berhasil menembus garis resistance pada pola tersebut, peluang breakout semakin terbuka dengan target kenaikan menuju Resistance 1 di level 69.18, kemudian berpotensi melanjutkan penguatan hingga Resistance 2 di area 70.10. Sementara itu, indikator Stochastic juga mulai bergerak naik menuju area overbought, menunjukkan momentum beli masih cukup kuat dan berpotensi mendukung skenario breakout bullish dalam jangka pendek.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, harga minyak masih mendapatkan dukungan dari ekspektasi permintaan energi global yang tetap solid, terutama memasuki periode peningkatan konsumsi bahan bakar di beberapa negara. Di sisi lain, pasar juga masih mencermati kebijakan produksi OPEC+ serta perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pasokan minyak dunia.
Selama tidak ada peningkatan signifikan pada persediaan minyak mentah Amerika Serikat maupun sentimen yang memperkuat dolar AS secara agresif, harga minyak berpeluang mempertahankan bias bullish. Kombinasi sentimen fundamental tersebut sejalan dengan kondisi teknikal saat ini yang menunjukkan fase konsolidasi menjelang potensi breakout, sehingga apabila katalis positif muncul, WTI berpotensi melanjutkan penguatan menuju area resistance
69.18 hingga 70.10.
USD / JPY
Analisa Teknikal
Trend: Bearish
Timeframe: H4
USDJPY berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek menuju area resistance terdekat di level 161.940, yang juga bertepatan dengan level Fibonacci Retracement 61,8% atau dikenal sebagai golden ratio, sehingga menjadi area resistance yang cukup kuat. Kenaikan ini diperkirakan merupakan bagian dari pembentukan secondary trend atau pullback setelah tekanan bearish yang cukup tajam sebelumnya.
Momentum bullish jangka pendek juga didukung oleh indikator Stochastic yang telah bergerak ke area overbought, menunjukkan masih adanya dorongan beli. Namun, karena harga mulai mendekati area resistance penting, peluang terjadinya penolakan (rejection) dan kembalinya tekanan jual tetap perlu diwaspadai. Selama harga gagal menembus dan bertahan di atas level 161.940, USDJPY berpotensi kembali melemah untuk melanjutkan tren bearish menuju area support berikutnya.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, penguatan USDJPY dalam jangka pendek masih didukung oleh menguatnya dolar AS di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level yang relatif tinggi lebih lama apabila data ekonomi Amerika Serikat tetap solid. Namun, penguatan tersebut diperkirakan masih bersifat terbatas karena pasar juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi normalisasi kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ) serta peluang intervensi pemerintah Jepang apabila pelemahan yen kembali dianggap berlebihan.
Selain itu, setiap rilis data ekonomi AS yang lebih lemah dari ekspektasi atau pernyataan dovish dari pejabat The Fed dapat memicu pelemahan dolar AS. Kondisi tersebut sejalan dengan gambaran teknikal, di mana USDJPY diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan menuju area Fibonacci 61,8% sebagai resistance utama sebelum kembali mendapatkan tekanan jual dan melanjutkan pelemahan ke area support berikutnya.
EUR / USD
Analisa Teknikal
Trend: Bullish
Timeframe: H4
EURUSD masih berpotensi melanjutkan penguatan menuju area resistance terdekat di level 1.14793 hingga 1.15222. Secara struktur, pergerakan harga masih berada dalam fase bullish dengan pola higher low yang tetap terjaga. Selain itu, harga juga masih bertahan di atas Moving Average 21 dan Moving Average 34 yang kini berfungsi sebagai dynamic support, menunjukkan bahwa momentum beli masih cukup dominan.
Meskipun indikator Stochastic mulai berada di area rendah, kondisi ini justru membuka peluang bagi munculnya momentum bullish baru apabila harga mampu mempertahankan area support. Selama tidak terjadi penembusan yang valid di bawah Moving Average maupun support utama, peluang kenaikan menuju resistance terdekat masih menjadi skenario yang lebih diunggulkan.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, EURUSD masih berpeluang menguat seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve yang cenderung lebih dovish apabila data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan perlambatan. Pelemahan dolar AS dapat memberikan ruang bagi euro untuk melanjutkan penguatan, terutama apabila data ekonomi kawasan Euro tetap stabil atau pernyataan pejabat European Central Bank (ECB) masih mendukung kebijakan yang relatif ketat dalam menjaga inflasi.
Di sisi lain, pasar juga akan mencermati rilis data ekonomi penting seperti Non-Farm Payrolls (NFP), inflasi, dan indeks aktivitas sektor jasa maupun manufaktur AS yang berpotensi memengaruhi pergerakan dolar dalam jangka pendek. Selama tidak ada sentimen yang secara signifikan memperkuat dolar AS, EURUSD berpeluang mempertahankan tren bullish dan melanjutkan kenaikan menuju area resistance 1.14793 hingga 1.15222 sesuai dengan gambaran teknikal yang terbentuk.
DOW / Dow Jones
Analisa Teknikal
Trend: Bearish
Timeframe: H1
Dow Jones berpotensi melanjutkan pelemahan pada timeframe H1 setelah harga gagal menembus area resistance di sekitar level 53.270. Penolakan di area tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual masih cukup dominan, sehingga membuka peluang terbentuknya pola ABC Correction sebagai sinyal koreksi jangka pendek. Target pelemahan selanjutnya berada di area Support 1 pada level 53.069, kemudian berpotensi berlanjut menuju Support 2 di level 52.936 apabila tekanan jual semakin meningkat.
Selain itu, indikator Stochastic juga telah berbalik turun dari area overbought dan mengarah menuju area oversold, yang menunjukkan momentum bearish mulai menguat. Selama harga masih bergerak di bawah area resistance dan belum mampu mencetak breakout yang valid, skenario koreksi menuju area support masih menjadi peluang yang lebih dominan.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, tekanan terhadap indeks Dow Jones berpotensi meningkat seiring sikap hati-hati investor menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat yang dapat memengaruhi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap berada pada level tinggi dalam waktu yang lebih lama cenderung membebani pasar saham karena meningkatkan biaya pendanaan bagi perusahaan dan mengurangi minat terhadap aset berisiko.
Selain itu, aksi profit taking setelah reli yang cukup kuat dalam beberapa waktu terakhir juga berpotensi menjadi pemicu koreksi jangka pendek. Apabila data ekonomi AS, seperti laporan ketenagakerjaan atau inflasi, dirilis lebih kuat dari ekspektasi sehingga memperkuat dolar AS dan mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, tekanan jual pada Dow Jones dapat semakin meningkat. Kondisi fundamental tersebut sejalan dengan gambaran teknikal yang menunjukkan peluang koreksi menuju area support 53.069 hingga 52.936 sebelum pasar kembali mencari arah pergerakan berikutnya.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

