English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Ketua The Fed Hentikan Sinyal Arah Suku Bunga, Pasar Diminta Fokus pada Data Ekonomi

Geraldo Kofit · 1 Views

Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menegaskan bahwa bank sentral AS tidak lagi akan memberikan forward guidance atau petunjuk mengenai arah suku bunga di masa depan. Menurut Warsh, keputusan suku bunga akan sepenuhnya bergantung pada perkembangan data ekonomi terbaru, bukan pada proyeksi atau sinyal yang diberikan sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa inflasi di AS masih terlalu tinggi dan The Fed tetap berkomitmen mengembalikannya ke target 2%, sehingga pasar tidak boleh berasumsi bahwa penurunan suku bunga akan segera terjadi.

Kebijakan ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar karena investor tidak lagi mendapat petunjuk jelas mengenai langkah The Fed berikutnya. Akibatnya, setiap rilis data penting seperti inflasi, tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi akan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap pergerakan dolar AS, emas, obligasi, dan pasar saham. Selama inflasi masih berada di atas target, ekspektasi suku bunga tinggi dapat tetap bertahan dan menjadi faktor pendukung bagi dolar AS, sekaligus menjadi tekanan bagi aset seperti emas.

Calendar:

Calendar February, 19.png

 

WTI / OIL

image.png

Analisa Teknikal

Trend: Bearish

Timeframe: Daily

Pada time frame Daily, harga WTI masih menunjukkan tren bearish yang dominan. Pergerakan harga terus membentuk lower high dan lower low, yang mengindikasikan bahwa tekanan jual masih menguasai pasar. Upaya rebound yang terjadi dalam beberapa hari terakhir juga gagal bertahan, sehingga harga kembali melanjutkan pelemahannya dan tetap bergerak di bawah Moving Average 21 dan Moving Average 34, yang masih berfungsi sebagai dynamic resistance.

Saat ini, WTI berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support terdekat di level 65.26. Selama harga belum mampu kembali menembus resistance di level 71.40, peluang terjadinya pelemahan lanjutan masih lebih dominan. Selain itu, indikator Stochastic masih bergerak di area bawah dan belum menunjukkan sinyal bullish crossover yang valid. Hal ini menandakan bahwa momentum bearish masih mendominasi, meskipun terdapat peluang terjadinya koreksi teknikal dalam jangka pendek akibat kondisi yang mulai mendekati area oversold.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga WTI masih dipengaruhi oleh kekhawatiran pasar terhadap prospek permintaan minyak global. Ketidakpastian pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara konsumen utama dapat membatasi peningkatan konsumsi energi, sehingga memberikan tekanan pada harga minyak mentah.

Di sisi lain, potensi meningkatnya pasokan dari negara-negara produsen, kenaikan persediaan minyak mentah Amerika Serikat, serta penguatan dolar AS juga dapat menjadi faktor yang membatasi kenaikan harga WTI.

Dolar AS yang lebih kuat membuat harga minyak menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga berpotensi menekan permintaan. Kombinasi faktor-faktor fundamental tersebut sejalan dengan kondisi teknikal yang masih menunjukkan dominasi tren bearish, sehingga peluang WTI untuk melanjutkan pelemahan menuju support 65.26 masih tetap terbuka selama belum muncul katalis positif yang mampu mengubah sentimen pasar secara signifikan.

 

USD / JPY

image.png

Analisa Teknikal

Trend: Bullish

Timeframe: Weekly

Pada time frame Weekly, pasangan mata uang USD/JPY masih menunjukkan tren bullish yang kuat. Momentum beli masih mendominasi pergerakan harga, sehingga peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju area resistance di level 164.256 masih terbuka. Struktur harga yang terus membentuk higher highdan higher low semakin memperkuat indikasi bahwa tren naik jangka panjang masih terjaga.

Dari sisi indikator, Moving Average masih mengarah ke atas dan berfungsi sebagai dynamic support, sementara Stochastic juga masih bergerak naik tanpa menunjukkan sinyal pelemahan maupun pembalikan arah yang signifikan. Kondisi ini mencerminkan bahwa momentum bullish masih cukup kuat dan belum terdapat indikasi perubahan tren dalam waktu dekat. Meski demikian tetap perlu berhati-hati dalam mengambil posisi beli mengingat harga saat ini sudah berada di dekat area resistance utama.

Analisa Fundamental

Pada time frame Weekly, pasangan mata uang USD/JPY masih menunjukkan tren bullish yang kuat. Momentum beli masih mendominasi pergerakan harga, sehingga peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju area resistance di level 164.256 masih terbuka. Struktur harga yang terus membentuk higher highdan higher low semakin memperkuat indikasi bahwa tren naik jangka panjang masih terjaga.

Dari sisi indikator, Moving Average masih mengarah ke atas dan berfungsi sebagai dynamic support, sementara Stochastic juga masih bergerak naik tanpa menunjukkan sinyal pelemahan maupun pembalikan arah yang signifikan. Kondisi ini mencerminkan bahwa momentum bullish masih cukup kuat dan belum terdapat indikasi perubahan tren dalam waktu dekat. Meski demikian tetap perlu berhati-hati dalam mengambil posisi beli mengingat harga saat ini sudah berada di dekat area resistance utama.

 

EUR / USD

image.png

Analisa Teknikal

Trend: Bearish

Timeframe: Daily

Pada time frame Daily, pasangan mata uang EUR/USD masih menunjukkan kecenderungan bearish, setelah harga gagal mempertahankan momentum kenaikan dan kembali mengalami penolakan (rejection) di area resistance 1.14355. Kenaikan yang terjadi sebelumnya hanya membentuk secondary trend atau koreksi sementara, sementara tren utama masih didominasi oleh struktur lower high dan lower low, yang menandakan bahwa tekanan jual masih menguasai pergerakan harga.

Saat ini, EUR/USD berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support terdekat di level 1.13329. Apabila level tersebut berhasil ditembus (breakdown), maka tekanan jual berpeluang berlanjut menuju support berikutnya di level 1.12687. Dari sisi indikator, harga masih bergerak di bawah Moving Average 21 dan Moving Average 34, sehingga kedua indikator tersebut tetap berfungsi sebagai dynamic resistance yang membatasi ruang kenaikan.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi pelemahan EUR/USD masih didukung oleh prospek penguatan dolar AS apabila data ekonomi Amerika Serikat tetap menunjukkan kinerja yang solid, terutama dari sektor tenaga kerja, inflasi, maupun aktivitas bisnis. Kondisi tersebut dapat memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga yang relatif ketat, sehingga meningkatkan daya tarik dolar AS di pasar global.

Di sisi lain, euro masih menghadapi tekanan dari ketidakpastian prospek pertumbuhan ekonomi di kawasan Zona Euro serta peluang European Central Bank (ECB) untuk melanjutkan kebijakan moneter yang lebih akomodatif dibandingkan The Fed. Perbedaan prospek kebijakan moneter tersebut berpotensi memperlebar selisih imbal hasil antara kedua mata uang dan memberikan tekanan tambahan terhadap EUR/USD. Selama sentimen pasar masih mendukung penguatan dolar AS, peluang EUR/USD untuk melanjutkan penurunan menuju support 1.13329 hingga 1.12687 masih menjadi skenario yang lebih dominan.

 

DOW / Dow Jones

image.png

Analisa Teknikal

Trend: Bullish 

Timeframe: H4

Pada time frame H4, Dow Jones Industrial Average (DJIA) masih menunjukkan tren bullish yang cukup kuat. Harga berhasil bertahan di atas Moving Average 21 dan Moving Average 34, yang masih berfungsi sebagai dynamic support dan mengindikasikan bahwa dominasi buyer masih terjaga. Selain itu, struktur harga masih membentuk higher highdan higher low, sehingga peluang untuk melanjutkan kenaikan masih terbuka. Saat ini, DJIA berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance terdekat di level 53.089.

Apabila level tersebut berhasil ditembus (breakout) dengan didukung volume yang kuat, maka harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya di level 53.767. Sementara itu, indikator Stochastic memang mulai bergerak menurun, yang menunjukkan momentum bullish sedikit melambat. Namun, selama indikator belum memasuki area oversold dan harga tetap bertahan di atas area support 52.258, pelemahan yang terjadi masih berpotensi menjadi koreksi sehat sebelum tren naik kembali berlanjut.

Analisa Fundamental 

Dari sisi fundamental, peluang penguatan DJIA masih didukung oleh optimisme terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat yang relatif solid. Data ekonomi yang tetap menunjukkan ketahanan, seperti pertumbuhan aktivitas bisnis, pasar tenaga kerja yang stabil, serta ekspektasi pertumbuhan laba perusahaan, masih menjadi faktor yang mendukung minat investor terhadap pasar saham.

Selain itu, meningkatnya optimisme terhadap prospek kebijakan moneter Federal Reserve, terutama apabila tekanan inflasi terus mereda dan membuka peluang penurunan suku bunga di masa mendatang, dapat menjadi sentimen positif bagi indeks saham. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan aliran dana ke aset berisiko, termasuk pasar ekuitas. Selama sentimen fundamental tetap positif dan tidak muncul katalis negatif yang signifikan, peluang DJIA untuk melanjutkan penguatan menuju resistance 53.089 hingga 53.767 masih menjadi skenario yang lebih dominan.

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.