

Market Analysis
AS Kembali Serang Iran Pasca-Penyergapan Kapal Tanker di Selat Hormuz

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke sejumlah target di Iran setelah sebuah kapal tanker terkena serangan di Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Washington menyebut serangan tersebut sebagai respons atas aksi Iran terhadap kapal komersial, sementara Teheran menuduh AS lebih dulu melanggar kesepakatan gencatan senjata. Aksi saling balas ini meningkatkan kembali risiko gangguan pasokan energi global dan membuat situasi geopolitik di Timur Tengah kembali memanas.
Perkembangan ini berpotensi menjadi sentimen bullish bagi harga minyak dan emas karena meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven serta kekhawatiran terhadap pasokan energi. Di sisi lain, aset berisiko seperti saham cenderung menghadapi tekanan apabila konflik terus meluas. Fokus pasar kini tertuju pada keamanan pelayaran di Selat Hormuz dan apakah kedua negara akan kembali ke jalur diplomasi atau justru meningkatkan eskalasi militer dalam beberapa hari ke depan.
Calendar:
WTI / OIL
Analisa Teknikal
Trend: Bullish
Timeframe: H1
Pada time frame H1, harga WTI masih bertahan di atas area support yang cukup kuat, terlihat dari beberapa kali harga mengalami rejection setiap kali menguji level tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan beli mulai meningkat dan berhasil mempertahankan harga dari pelemahan yang lebih dalam. Selain itu, harga juga membentuk valid swing low, yang menjadi indikasi awal perubahan struktur pergerakan ke arah yang lebih bullish.
Jika diperhatikan lebih lanjut, pergerakan harga saat ini juga membentuk pola Inverse Head & Shoulders, yang merupakan salah satu pola bullish reversal. Saat ini, fokus utama pasar berada pada level neckline di 70.73. Apabila harga mampu menembus (breakout) dan bertahan di atas level tersebut dengan dukungan volume yang memadai, maka pola tersebut akan terkonfirmasi dan membuka peluang bagi WTI untuk melanjutkan kenaikan dalam tren bullish yang lebih kuat. Selama harga tetap bertahan di atas area support, bias pergerakan jangka pendek cenderung positif dengan potensi penguatan yang masih terbuka.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, potensi penguatan harga WTI dapat didukung oleh meningkatnya optimisme terhadap prospek permintaan minyak global, terutama apabila data ekonomi dari negara-negara konsumen utama menunjukkan aktivitas manufaktur dan konsumsi energi yang membaik. Sentimen tersebut dapat meningkatkan ekspektasi terhadap pertumbuhan permintaan minyak dalam jangka pendek.
Selain itu, potensi pengetatan pasokan dari negara-negara produsen utama, termasuk kebijakan pembatasan produksi maupun gangguan distribusi, dapat menjadi katalis positif bagi harga minyak. Di sisi lain, apabila data persediaan minyak mentah Amerika Serikat menunjukkan penurunan atau dolar AS mengalami pelemahan, maka sentimen bullish terhadap WTI berpotensi semakin menguat. Kombinasi faktor fundamental tersebut sejalan dengan gambaran teknikal yang menunjukkan terbentuknya pola Inverse Head and Shoulders, sehingga apabila harga berhasil menembus neckline di 70.73, peluang untuk melanjutkan tren bullish akan semakin besar.
USD / JPY
Analisa Teknikal
Trend: Bullish
Timeframe: H4
Pada time frame H4, pasangan mata uang USD/JPY masih tertahan di area resistance yang cukup kuat dan belum mampu mencatatkan breakout yang valid. Kegagalan harga menembus resistance tersebut menunjukkan bahwa tekanan beli mulai melemah, sehingga peluang untuk melanjutkan kenaikan menjadi semakin terbatas. Selain itu, harga juga mulai membentuk lower high atau puncak yang lebih rendah dibandingkan puncak sebelumnya, yang merupakan salah satu indikasi awal melemahnya momentum bullish.
Di sisi lain, pergerakan harga masih berada di dalam pola Rising Wedge yang telah terbentuk selama sekitar satu minggu terakhir. USD/JPY berpotensi bergerak melemah menuju area support terdekat di level 161.528. Apabila tekanan jual semakin kuat dan level tersebut berhasil ditembus, maka harga berpeluang melanjutkan penurunan menuju support berikutnya di level 161.127.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, potensi pelemahan USD/JPY dapat dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan terhadap yen Jepang sebagai aset safe haven, terutama apabila ketidakpastian di pasar keuangan global kembali meningkat. Di sisi lain, apabila ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve mulai melunak atau imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat mengalami penurunan, maka tekanan terhadap dolar AS dapat meningkat dan membatasi ruang penguatan USD/JPY.
Selain itu, meningkatnya spekulasi terhadap langkah Bank of Japan (BoJ) untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneter atau menjaga stabilitas nilai tukar yen juga dapat memberikan dukungan bagi mata uang Jepang. Kombinasi faktor-faktor fundamental tersebut sejalan dengan gambaran teknikal yang menunjukkan potensi pembalikan arah melalui pola Rising Wedge, sehingga peluang USD/JPY untuk bergerak turun menuju area support 161.528 hingga 161.127 masih tetap terbuka selama belum terjadi breakout yang valid di atas area resistance.
EUR / USD
Analisa Teknikal
Trend: Bearish
Timeframe: Daily
Pada time frame Daily, pasangan mata uang EUR/USD masih berada dalam struktur tren bearish, namun saat ini harga mulai menunjukkan indikasi koreksi naik setelah tertahan di area pembentukan primary trendpertama. Terbentuknya swing low baru mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda, sehingga membuka peluang bagi harga untuk membentuk secondary trend sebagai fase koreksi sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.
Dalam fase koreksi ini, EUR/USD berpotensi bergerak naik untuk menguji area resistance di level 1.14691 dan 1.15023, yang sebelumnya merupakan area support dan kini berpotensi berubah fungsi menjadi resistance. Sementara itu, indikator Stochastic telah keluar dari area oversold (jenuh jual) dan mulai bergerak naik, yang menunjukkan bahwa momentum bullish jangka pendek mulai terbentuk.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, potensi penguatan EUR/USD dalam jangka pendek dapat didukung oleh melemahnya permintaan terhadap dolar AS apabila pasar mulai memperkirakan kebijakan moneter Federal Reserve akan menjadi lebih longgar. Ekspektasi penurunan suku bunga atau data ekonomi Amerika Serikat yang lebih lemah dari perkiraan dapat mengurangi daya tarik dolar AS dan memberikan ruang bagi euro untuk menguat.
Di sisi lain, membaiknya sentimen terhadap perekonomian Zona Euro, seperti peningkatan aktivitas bisnis, inflasi yang lebih stabil, atau optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, juga dapat mendukung penguatan euro. Faktor-faktor tersebut sejalan dengan sinyal teknikal yang menunjukkan potensi rebounddalam jangka pendek. Meski demikian, selama belum ada perubahan signifikan pada prospek ekonomi dan kebijakan moneter kedua kawasan, penguatan EUR/USD masih berpotensi terbatas pada fase koreksi naik (secondary trend) sebelum pasar kembali menentukan arah tren utama.
DOW / Dow Jones
Analisa Teknikal
Trend: Bullish
Timeframe: H4
Pada time frame H4, Dow Jones Industrial Average (DJIA) masih menunjukkan struktur bullish yang kuat. Pergerakan harga tetap berada di atas Moving Average 21 dan Moving Average 34, yang saat ini berperan sebagai dynamic support. Selama harga mampu bertahan di atas kedua indikator tersebut, tren naik masih dinilai valid dan peluang untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka.
Selain itu, indikator Stochastic masih bergerak naik dan belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan, yang mengindikasikan bahwa momentum bullish masih mendominasi pergerakan harga. Dengan dukungan struktur tren yang kuat dan momentum yang masih positif, DJIA berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance terdekat di level
52.557. Apabila level tersebut berhasil ditembus, maka peluang penguatan akan semakin besar dengan target berikutnya di 53.094. Selama harga tetap bergerak di atas Moving Average 21 dan 34, bias pergerakan jangka menengah masih cenderung bullish.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, potensi penguatan DJIA didukung oleh optimisme investor terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat dan kinerja emiten yang tetap solid. Apabila data ekonomi, seperti pertumbuhan ekonomi, pasar tenaga kerja, dan aktivitas sektor jasa maupun manufaktur, menunjukkan hasil yang positif, maka sentimen terhadap pasar saham berpotensi tetap kondusif dan mendorong minat investor terhadap aset berisiko.
Selain itu, meningkatnya ekspektasi bahwa kebijakan moneter Federal Reserve akan menjadi lebih akomodatif atau setidaknya tidak lebih agresif dari perkiraan pasar dapat memberikan dukungan tambahan bagi indeks saham. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta membaiknya sentimen risiko global juga berpotensi meningkatkan arus dana ke pasar ekuitas. Kombinasi faktor-faktor fundamental tersebut sejalan dengan kondisi teknikal yang masih menunjukkan dominasi tren bullish, sehingga peluang DJIA untuk melanjutkan kenaikan menuju area resistance 52.557 hingga 53.094 masih tetap terbuka selama tidak muncul sentimen negatif yang signifikan dari pasar.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

