

Market Analysis
Baru Sepekan Tenang, Kapal Singapura Dihantam Proyektil di Selat Hormuz

KOMPAS.com - Sebuah kapal kargo mengalami kerusakan setelah dihantam oleh proyektil tak dikenal di lepas pantai Oman di Selat Hormuz pada Kamis (25/6/2026).
Badan keamanan UK Maritime Trade Operations (UKMTO) melaporkan, insiden tersebut terjadi 7,5 mil laut (14 kilometer) di sebelah tenggara Dahit, di wilayah eksklave Musandam, Oman.
"Sebuah kapal kargo telah dihantam di sisi kanan oleh proyektil yang tidak diketahui, menyebabkan kerusakan pada anjungan," kata UKMTO, dikutip dari AFP.
"Nakhoda melaporkan tidak ada korban jiwa dan tidak ada dampak lingkungan," sambungnya.
Perusahaan keamanan maritim Inggris, Vanguard Tech mengidentifikasi kapal tersebut sebagai kapal kontainer berbendera Singapura, Ever Lovely.
Insiden ini terjadi setelah lebih dari seminggu relatif tenang di Selat Hormuz usai Teheran dan Washington mencabut blokade yang saling bertentangan sebagai bagian dari nota kesepahaman untuk menghentikan perang di Timur Tengah.
Hal ini juga terjadi ketika Iran dan Oman membahas pengelolaan masa depan jalur perairan strategis tersebut sebagaimana tercantum dalam kesepakatan.
Iran berulang kali menegaskan akan mempertahankan kendali atas jalur vital untuk pengiriman minyak dan gas, sambil memberlakukan biaya untuk transit di jalur tersebut, sesuatu yang ditentang keras oleh Amerika Serikat.
Oman sebelumnya menyatakan pekan ini bahwa mereka sedang mempelajari kemungkinan pengenaan biaya kepada Iran.
Akan tetapi, menteri luar negeri Oman menyatakan bahwa rencana mereka tidak mencakup pengenaan biaya transit apa pun.
Iran juga mengumumkan rute sementara baru melalui Selat Hormuz yang membentang dekat dengan pantainya.
Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut rute itu satu-satunya jalur resmi melalui Selat Hormuz.
IRGC memperingatkan agar tidak ada penyeberangan Selat Hormuz tanpa izin. Kapal-kapal yang tidak mematuhi aturan pun akan ditindak.
Akibat insiden ini, Organisasi Maritim Internasional (IMO) menunda evakuasi sekitar 11.000 pelaut yang terperangkap akibat penutupan Selat Hormuz.

