English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Emas Tertekan Dekati US$4.000, Dolar Menguat dan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Meningkat

Geraldo Kofit · 1 Views

Harga emas kembali melemah dan turun mendekati level psikologis US$4.000 per ons, bahkan sempat menembus level tersebut untuk pertama kalinya sejak November 2025. Tekanan datang dari penguatan dolar AS serta meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter ketat atau bahkan kembali menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Kondisi ini membuat emas kehilangan daya tarik karena tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.

Sentimen saat ini cenderung bearish untuk emas. Dolar yang lebih kuat dan peluang suku bunga lebih tinggi biasanya menjadi kombinasi negatif bagi logam mulia. Jika ekspektasi hawkish The Fed terus menguat, emas berisiko melanjutkan penurunan menuju area support berikutnya. Namun trader juga perlu memperhatikan bahwa level US$4.000 merupakan area psikologis penting yang berpotensi memicu aksi beli teknikal atau bargain hunting. Di sisi lain, jika data ekonomi AS mulai melemah dan ekspektasi kenaikan suku bunga mereda, emas berpeluang melakukan rebound dari area tersebut.

Calendar:

Calendar February, 19.png

WTI / OIL

image.png

Analisa Teknikal

Trend: Bearish

Timeframe: H1

Pada time frame H1, harga WTI masih menunjukkan tekanan bearish yang cukup signifikan. Meskipun sempat mencoba melakukan rebound, penguatan tersebut tidak mampu bertahan lama karena struktur kenaikan yang belum cukup kuat. Selain itu, harga juga gagal menembus area resistance di level 71.02, sehingga kembali mengalami tekanan jual dan membentuk swing high, yang mengindikasikan bahwa tren turun masih mendominasi pergerakan saat ini.

Dengan kondisi tersebut, WTI berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support terdekat di level 68.86. Jika tekanan jual masih berlanjut dan support tersebut berhasil ditembus, maka harga berpeluang bergerak lebih rendah menuju support berikutnya di level 67.60.

Sementara itu, indikator Stochastic masih bergerak turun menuju area oversold (jenuh jual), yang menunjukkan bahwa momentum bearish masih cukup kuat. Indikasi tersebut juga didukung oleh Moving Average yang masih mengarah ke bawah dan mencerminkan dominasi tren bearish dalam jangka pendek. Selama harga masih bergerak di bawah area resistance utama, peluang pelemahan lanjutan tetap menjadi skenario yang lebih dominan.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, harga WTI masih berpotensi berada dalam tekanan seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap prospek permintaan minyak global. Ketidakpastian pertumbuhan ekonomi di beberapa negara konsumen utama dapat memicu ekspektasi perlambatan konsumsi energi, sehingga membatasi ruang penguatan harga minyak. Selain itu, potensi peningkatan pasokan dari negara-negara produsen utama serta kemungkinan kenaikan cadangan minyak mentah dapat menjadi faktor tambahan yang menekan harga.


Di sisi lain, penguatan dolar AS juga berpotensi memberikan tekanan terhadap minyak mentah karena membuat komoditas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Kombinasi faktor-faktor tersebut mendukung sentimen bearish yang saat ini tercermin pada pergerakan teknikal WTI. Oleh karena itu, selama belum ada katalis positif yang mampu meningkatkan prospek permintaan atau mengurangi kekhawatiran terhadap pasokan, peluang pelemahan menuju area support 68.86 hingga 67.60 masih tetap terbuka.

 

USD / JPY

image.png

Analisa Teknikal

Trend: Bearish

Timeframe: H1

Pada time frame H1, pasangan mata uang USD/JPY menunjukkan indikasi perubahan arah setelah berhasil menembus (breakout) trendline bullish yang sebelumnya menjadi penopang pergerakan naik. Selain itu, harga juga membentuk pola Rising Wedge, yang secara teknikal sering dianggap sebagai pola reversal bearish dan mengindikasikan potensi berakhirnya tren naik yang sedang berlangsung.

Setelah konfirmasi penembusan tersebut, USD/JPY berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support terdekat di level 161.518. Apabila tekanan jual semakin kuat dan level tersebut berhasil ditembus, maka harga berpeluang melanjutkan penurunan menuju support berikutnya di level 161.337. Sementara itu, indikator Stochastic mulai bergerak melemah dan mengarah ke area oversold (jenuh jual).

Analisa Fundamental

Pada time frame H1, pasangan mata uang USD/JPY menunjukkan indikasi perubahan arah setelah berhasil menembus (breakout) trendline bullish yang sebelumnya menjadi penopang pergerakan naik. Selain itu, harga juga membentuk pola Rising Wedge, yang secara teknikal sering dianggap sebagai pola reversal bearish dan mengindikasikan potensi berakhirnya tren naik yang sedang berlangsung.

Setelah konfirmasi penembusan tersebut, USD/JPY berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support terdekat di level 161.518. Apabila tekanan jual semakin kuat dan level tersebut berhasil ditembus, maka harga berpeluang melanjutkan penurunan menuju support berikutnya di level 161.337. Sementara itu, indikator Stochastic mulai bergerak melemah dan mengarah ke area oversold (jenuh jual).

 

EUR / USD

image.png

Analisa Teknikal

Trend: Bullish

Timeframe: H1

Pada time frame H1, pasangan mata uang EUR/USD menunjukkan indikasi reversal trend, di mana pergerakan yang sebelumnya berada dalam fase bearish mulai beralih ke tren bullish. Pergeseran momentum ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai melemah dan kekuatan beli mulai mendominasi pergerakan harga dalam jangka pendek.

Saat ini, harga berpotensi melanjutkan penguatan menuju area resistance terdekat di level 1.13922, dengan target berikutnya di 1.14020 apabila momentum bullish tetap terjaga. Pergerakan ini juga didukung oleh indikator Stochastic yang bergerak naik menuju area overbought, menunjukkan meningkatnya momentum beli sejalan dengan kenaikan harga yang sedang berlangsung. Selama harga mampu bertahan di atas area support terdekat dan tidak kembali membentuk struktur lower low, peluang penguatan menuju level resistance yang telah ditentukan masih cukup terbuka.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi penguatan EUR/USD dapat didukung oleh melemahnya permintaan terhadap dolar AS akibat berkurangnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang agresif dari bank sentral Amerika Serikat. Jika data ekonomi AS menunjukkan perlambatan atau inflasi bergerak lebih terkendali, maka tekanan terhadap dolar dapat meningkat dan memberikan ruang bagi EUR/USD untuk bergerak lebih tinggi.

Di sisi lain, sentimen positif terhadap ekonomi Zona Euro, seperti membaiknya data pertumbuhan ekonomi, aktivitas bisnis, maupun inflasi yang stabil, dapat meningkatkan daya tarik euro di mata investor. Kombinasi faktor tersebut berpotensi mendukung arus dana masuk ke aset berbasis euro dan memperkuat momentum bullish yang saat ini terlihat pada analisa teknikal. Selama sentimen pasar tetap mendukung penguatan euro dan tekanan terhadap dolar AS berlanjut, EUR/USD berpeluang melanjutkan kenaikan menuju area resistance 1.13922 hingga 1.14020.

 

DOW / Dow Jones

image.png

Analisa Teknikal

Trend: Bearish

Timeframe: H1

Pada time frame H1, Dow Jones Industrial Average (DJIA) berpotensi kembali mengalami pelemahan setelah harga membentuk pola ABC Correction, yang mengindikasikan bahwa fase koreksi masih berlangsung. Upaya kenaikan yang terjadi sebelumnya juga belum mampu menembus area resistance di level 52.412 dan 52.605, sehingga menunjukkan bahwa tekanan beli masih terbatas dan penjual kembali mendominasi pergerakan pasar.

Kegagalan harga untuk menembus area resistance tersebut meningkatkan peluang terjadinya tekanan jual lanjutan. Dengan kondisi saat ini, DJIA berpotensi bergerak turun menuju area support terdekat di level 52.039. Apabila level tersebut berhasil ditembus, maka pelemahan berpotensi berlanjut menuju support berikutnya di level 51.727. Sementara itu, indikator Stochastic masih bergerak menurun menuju area oversold (jenuh jual), yang menunjukkan bahwa momentum bearish masih cukup dominan. Selama harga masih berada di bawah area resistance utama, skenario pelemahan jangka pendek masih menjadi bias yang lebih kuat.

 

Analisa Fundamental 

Dari sisi fundamental, potensi pelemahan DJIA dapat dipengaruhi oleh meningkatnya sikap hati-hati investor terhadap prospek ekonomi dan kebijakan moneter Amerika Serikat. Jika pasar kembali mengkhawatirkan kemungkinan suku bunga bertahan pada level tinggi lebih lama atau muncul data ekonomi yang memicu ketidakpastian terhadap pertumbuhan laba perusahaan, maka minat terhadap aset berisiko seperti saham dapat berkurang.

Selain itu, aksi profit taking setelah periode penguatan sebelumnya juga dapat menjadi faktor yang mendorong koreksi pada indeks saham utama AS. Sentimen negatif dari perkembangan ekonomi global, ketegangan geopolitik, atau melemahnya prospek sektor-sektor utama dalam indeks juga berpotensi meningkatkan tekanan jual. Faktor-faktor tersebut sejalan dengan gambaran teknikal yang menunjukkan terbentuknya pola ABC Correction, sehingga peluang pelemahan menuju area support 52.039 hingga 51.727masih terbuka selama belum ada katalis positif yang mampu mengembalikan optimisme pasar secara signifikan.

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.