

Market Analysis
Senat dan DPR AS Kompak Desak Trump Hentikan Aksi Militer

Senat Amerika Serikat resmi menyetujui resolusi untuk menghentikan keterlibatan militer AS dalam perang dengan Iran dengan hasil voting tipis 50 berbanding 48. Sebelumnya, DPR AS juga telah meloloskan resolusi serupa, sehingga untuk pertama kalinya sejak Undang-Undang War Powers 1973 diberlakukan, kedua kamar Kongres secara bersamaan meminta presiden menghentikan operasi militer yang tidak mendapat persetujuan penuh dari Kongres. Langkah ini menjadi sinyal bahwa dukungan politik terhadap kebijakan perang Presiden Donald Trump mulai melemah, bahkan dari sebagian anggota Partai Republik sendiri.
Bagi pasar keuangan, perkembangan ini cenderung dipandang sebagai kabar positif untuk aset berisiko karena berpotensi mengurangi eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Jika peluang berlanjutnya perang menurun, pasar biasanya merespons dengan penurunan premi risiko pada harga minyak, meningkatnya minat terhadap saham, serta berkurangnya permintaan terhadap aset safe haven seperti emas dan dolar AS. Namun trader tetap perlu memantau perkembangan negosiasi AS-Iran karena keputusan Kongres ini lebih bersifat tekanan politik dan belum tentu langsung mengubah kebijakan Gedung Putih.
Calendar:

WTI / OIL

Analisa Teknikal
Trend: Bearish
Timeframe: H4
Pada time frame H4, harga WTI masih menunjukkan kecenderungan bergerak melemah menuju area support terdekat di level 70,59. Tekanan jual masih terlihat cukup dominan, tercermin dari posisi harga yang tetap berada di bawah Moving Average 21 dan Moving Average 34, yang mengindikasikan bahwa tren bearish jangka pendek masih terjaga. Sementara itu, indikator Stochastic masih bergerak di area oversold (jenuh jual) dan belum menunjukkan sinyal pembalikan yang kuat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa momentum penurunan masih berpotensi berlanjut, sehingga peluang harga untuk menguji area support yang telah ditentukan tetap perlu diperhatikan oleh para trader.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, harga WTI masih berpotensi berada dalam tekanan apabila pasar terus mencermati kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang dapat mengurangi prospek permintaan minyak mentah. Selain itu, peningkatan pasokan dari negara-negara produsen utama serta potensi kenaikan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat dapat menambah sentimen negatif bagi pergerakan harga.
Di sisi lain, penguatan dolar AS juga berpotensi membebani harga minyak karena membuat komoditas ini menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain. Kombinasi faktor-faktor tersebut mendukung dominasi sentimen bearish di pasar energi, sehingga sejalan dengan gambaran teknikal yang menunjukkan peluang pelemahan harga WTI menuju area support terdekat selama belum terdapat katalis positif yang mampu mengubah arah pergerakan pasar secara signifikan.
USD / JPY

Analisa Teknikal
Trend: Bearish
Timeframe: H1
Pada timeframe H1, USD/JPY berpotensi mengalami koreksi dan berbalik membentuk primary downtrend setelah menunjukkan indikasi distribusi di area puncak. Harga juga gagal ditutup di atas area resistance pada level 161,642 dan 161,920, yang mengindikasikan melemahnya momentum bullish serta meningkatnya tekanan jual. Selain itu, struktur pergerakan harga saat ini mulai membentuk pola ABC Correction, yang sering menjadi sinyal awal fase koreksi atau pembalikan arah setelah tren naik yang cukup kuat. Jika tekanan jual terus berlanjut, USD/JPY berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support terdekat sebagai target koreksi berikutnya. Di sisi lain, indikator Stochastic juga telah menunjukkan sinyal pelemahan dengan arah pergerakan yang mulai menurun menuju area oversold, mengonfirmasi bahwa momentum bearish mulai mendominasi pergerakan harga dalam jangka pendek. Selama harga masih bergerak di bawah area resistance tersebut, skenario koreksi dan pelemahan lanjutan tetap menjadi perhatian utama pasar.
Analisa Fundamental
Secara fundamental, potensi koreksi USD/JPY dapat didorong oleh melemahnya sentimen terhadap dolar AS apabila pasar mulai meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga dapat mengurangi daya tarik dolar dan memicu aksi profit taking setelah penguatan yang cukup signifikan sebelumnya. Di sisi lain, yen Jepang berpotensi memperoleh dukungan apabila meningkatnya ketidakpastian ekonomi atau geopolitik global mendorong investor kembali mencari aset safe haven.
Selain itu, pasar juga cenderung mewaspadai potensi intervensi dari otoritas Jepang ketika nilai tukar USD/JPY bergerak pada level yang dianggap terlalu tinggi. Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat menjadi katalis bagi koreksi jangka pendek USD/JPY, sejalan dengan sinyal teknikal yang menunjukkan distribusi harga, kegagalan menembus resistance, serta terbentuknya pola ABC Correction yang mengarah pada potensi pelemahan lanjutan.
EUR / USD

Analisa Teknikal
Trend: Bearish
Timeframe: H4
Pada time frame H4, pasangan mata uang EUR/USD masih berada dalam tren bearish yang dominan. Meskipun harga sempat mengalami kenaikan, pergerakan tersebut hanya membentuk secondary trend (koreksi sementara) sebelum kembali melanjutkan penurunan sesuai arah primary trend yang masih bearish. Saat ini, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support di level 1.13169. Di sisi lain, indikator Stochastic masih berada di area oversold (jenuh jual), yang mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mencapai titik ekstrem dan membuka peluang terjadinya pembalikan arah atau koreksi naik dalam waktu dekat. Oleh karena itu, meskipun tren utama masih cenderung bearish, trader perlu mewaspadai potensi rebound teknikal yang dapat terjadi sebelum harga melanjutkan arah tren utamanya.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, tekanan terhadap EUR/USD masih berpotensi berlanjut apabila sentimen pasar tetap mendukung penguatan dolar AS. Ekspektasi bahwa ekonomi Amerika Serikat tetap menunjukkan ketahanan melalui data tenaga kerja, inflasi, dan aktivitas ekonomi yang solid dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset utama pasar.
Sementara itu, ketidakpastian terhadap prospek pertumbuhan ekonomi di kawasan Eropa serta perbedaan arah kebijakan moneter antara bank sentral Amerika Serikat dan Eropa dapat menjadi faktor yang membatasi penguatan euro.
Kondisi tersebut mendukung dominasi tren bearish pada EUR/USD dan sejalan dengan potensi penurunan harga menuju area support yang telah diidentifikasi secara teknikal. Namun, karena indikator Stochastic telah berada di area oversold, pelaku pasar juga perlu mengantisipasi kemungkinan terjadinya aksi profit taking atau perubahan sentimen jangka pendek yang dapat memicu koreksi naik sebelum tren bearish kembali berlanjut.
DOW / Dow Jones

Analisa Teknikal
Trend: Bullish
Timeframe: H4
Pada timeframe H4, Dow Jones Industrial Average kembali menunjukkan kecenderungan bullish dengan pergerakan harga yang masih berada dalam struktur uptrend. Kenaikan ini didukung oleh posisi harga yang tetap bertahan di atas Moving Average 21 dan Moving Average 34, yang saat ini berfungsi sebagai dynamic support dan menjadi penopang utama tren naik. Selain itu, struktur harga mengindikasikan potensi terbentuknya primary uptrend baru, sehingga peluang penguatan lebih lanjut masih terbuka. Dalam skenario bullish, DJIA berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance terdekat di level 52.374, dengan target berikutnya pada level 52.793 apabila momentum beli tetap terjaga. Sementara itu, indikator Stochastic masih bergerak di area overbought, yang menunjukkan kuatnya momentum bullish dan dominasi buyer di pasar.
Analisa Fundamental Secara fundamental, penguatan DJIA didukung oleh optimisme pasar terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat yang masih relatif solid, terutama apabila data tenaga kerja, konsumsi masyarakat, dan aktivitas bisnis tetap menunjukkan ketahanan. Sentimen positif juga dapat berasal dari ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengambil kebijakan moneter yang lebih akomodatif dalam beberapa periode mendatang, yang berpotensi meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham.
Selain itu, kinerja laba perusahaan yang stabil serta meningkatnya aliran dana ke pasar ekuitas turut mendukung pergerakan bullish indeks. Meskipun masih terdapat risiko dari ketidakpastian geopolitik dan pergerakan imbal hasil obligasi AS, sentimen pasar saat ini cenderung mendukung kelanjutan tren naik. Kondisi fundamental tersebut sejalan dengan gambaran teknikal pada timeframe H4 yang menunjukkan harga masih bertahan di atas dynamic support dan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance 52374 hingga 52793.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

