

Market Analysis
BofA Pangkas Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga, Kini Prediksi The Fed Tidak Akan Cut Rate Hingga 2028
Bank of America (BofA) membuat revisi besar terhadap proyeksi kebijakan moneter Amerika Serikat dengan memperkirakan Federal Reserve tidak akan memangkas suku bunga hingga tahun 2028. Bahkan, BofA saat ini memprediksi The Fed justru berpotensi menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali masing-masing 25 basis poin pada September, Oktober, dan Desember 2026. Perubahan pandangan ini didorong oleh kondisi ekonomi AS yang masih kuat, pasar tenaga kerja yang tetap solid, serta tekanan inflasi yang dinilai kembali meningkat.
BofA menilai masalah inflasi The Fed "semakin memburuk", dengan inflasi inti (Core PCE) berpotensi bertahan jauh di atas target 2%. Selain itu, ketegangan geopolitik dan kenaikan harga energi dalam beberapa bulan terakhir meningkatkan risiko inflasi yang lebih persisten. Pandangan hawkish ini menjadikan BofA sebagai salah satu institusi dengan proyeksi paling agresif di Wall Street saat ini.
Bagi pasar, kabar ini menjadi sentimen positif untuk dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, namun berpotensi menjadi tekanan bagi emas, saham growth, dan aset berisiko lainnya. Ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi dalam waktu lama (higher for longer) biasanya meningkatkan daya tarik dolar dan mengurangi minat investor terhadap aset yang tidak memberikan yield seperti emas.
Calendar:
WTI / OIL
Analisa Teknikal
Trend: Bearish
Timeframe: Daily
Pada timeframe Daily, WTI berpotensi melanjutkan pelemahannya pada sesi perdagangan pagi ini setelah gagal ditutup di atas level resistance pertama pada harga 78,50. Kegagalan tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga, sehingga WTI berpeluang melanjutkan penurunan menuju area support terdekat di level 73,58.
Jika tekanan bearish semakin kuat dan terjadi penembusan di bawah level support tersebut, harga berpotensi melanjutkan pelemahan ke area support berikutnya di sekitar 69,23. Sementara itu, indikator Stochastic masih berada di area oversold, yang mengindikasikan bahwa ruang penurunan mulai terbatas dan pasar perlu diwaspadai terhadap potensi reversal bullish apabila muncul konfirmasi pola candlestick bullish di area swing low yang berdekatan dengan level support utama.
Analisa Fundamental
Secara fundamental, potensi pelemahan harga WTI didukung oleh kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang dapat menekan permintaan minyak mentah dalam jangka pendek. Selain itu, sikap hati-hati pelaku pasar terhadap prospek konsumsi energi, meningkatnya persediaan minyak di beberapa wilayah utama, serta potensi stabilisasi pasokan dari negara-negara produsen dapat menambah tekanan pada harga. Penguatan dolar AS juga berpotensi membebani pergerakan minyak karena membuat komoditas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional.
Meskipun demikian, risiko geopolitik di kawasan produsen minyak utama dan kemungkinan kebijakan pengurangan produksi oleh OPEC+ masih dapat membatasi penurunan yang lebih dalam. Kondisi fundamental ini sejalan dengan gambaran teknikal pada timeframe Daily, di mana harga gagal bertahan di atas resistance 78,50 dan berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 73,58 hingga 69,23, meskipun peluang rebound tetap terbuka mengingat indikator Stochastic telah berada di area oversold dan menunggu konfirmasi pembalikan arah dari area support.
USD / JPY
Analisa Teknikal
Trend: Bearish
Timeframe: H1
Pada timeframe H1, USD/JPY berpotensi mengalami koreksi dan berbalik membentuk primary downtrendsetelah menunjukkan indikasi distribusi di area puncak. Harga juga gagal ditutup di atas area resistance pada level 161,642 dan 161,920, yang mengindikasikan melemahnya momentum bullish serta meningkatnya tekanan jual. Selain itu, struktur pergerakan harga saat ini mulai membentuk pola ABC Correction, yang sering menjadi sinyal awal fase koreksi atau pembalikan arah setelah tren naik yang cukup kuat.
Jika tekanan jual terus berlanjut, USD/JPY berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support terdekat sebagai target koreksi berikutnya. Di sisi lain, indikator Stochastic juga telah menunjukkan sinyal pelemahan dengan arah pergerakan yang mulai menurun menuju area oversold, mengonfirmasi bahwa momentum bearish mulai mendominasi pergerakan harga dalam jangka pendek. Selama harga masih bergerak di bawah area resistance tersebut, skenario koreksi dan pelemahan lanjutan tetap menjadi perhatian utama pasar.
Analisa Fundamental
Secara fundamental, potensi koreksi USD/JPY dapat didorong oleh melemahnya sentimen terhadap dolar AS apabila pasar mulai meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga dapat mengurangi daya tarik dolar dan memicu aksi profit taking setelah penguatan yang cukup signifikan sebelumnya. Di sisi lain, yen Jepang berpotensi memperoleh dukungan apabila meningkatnya ketidakpastian ekonomi atau geopolitik global mendorong investor kembali mencari aset safe haven.
Selain itu, pasar juga cenderung mewaspadai potensi intervensi dari otoritas Jepang ketika nilai tukar USD/JPY bergerak pada level yang dianggap terlalu tinggi. Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat menjadi katalis bagi koreksi jangka pendek USD/JPY, sejalan dengan sinyal teknikal yang menunjukkan distribusi harga, kegagalan menembus resistance, serta terbentuknya pola ABC Correction yang mengarah pada potensi pelemahan lanjutan.
EUR / USD
Analisa Teknikal
Trend: Bullish
Timeframe: H1
Pada timeframe H1, EUR/USD menunjukkan indikasi pembalikan arah (trend reversal) setelah berhasil membentuk pola Inverse Head and Shoulders, yang merupakan salah satu pola bullish reversal yang cukup kuat. Pola ini mengindikasikan berakhirnya fase penurunan sebelumnya dan membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan serta membentuk primary uptrend yang baru.
Selama harga mampu bertahan di atas area neckline sebagai level konfirmasi, EUR/USD berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance terdekat di level 1,14797, dengan target kenaikan berikutnya pada area resistance kedua di level 1,15215. Selain itu, indikator Stochastic juga menunjukkan sinyal bullish setelah mengalami rejection dari area bawah dan kini bergerak naik menuju area overbought, yang mengonfirmasi bahwa momentum beli masih mendukung potensi kenaikan harga dalam jangka pendek.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, potensi penguatan EUR/USD dapat didukung oleh melemahnya dolar AS apabila pasar mulai meningkatkan ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve. Penurunan ekspektasi suku bunga atau melemahnya data ekonomi AS berpotensi mengurangi daya tarik dolar dan mendorong investor beralih ke mata uang lain, termasuk euro. Di sisi lain, apabila kondisi ekonomi kawasan European Union menunjukkan perbaikan, seperti meningkatnya aktivitas bisnis, stabilnya inflasi, atau membaiknya sentimen ekonomi, maka euro dapat memperoleh dukungan tambahan.
Selain itu, meredanya ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya minat terhadap aset berisiko juga cenderung mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven. Kombinasi faktor-faktor tersebut sejalan dengan sinyal teknikal bullish pada timeframe H1, yang menunjukkan potensi kelanjutan kenaikan menuju area resistance 1,14797 hingga 1,15215.
DOW / Dow Jones
Analisa Teknikal
Trend: Bullish
Timeframe: H4
Pada timeframe H4, Dow Jones Industrial Average kembali menunjukkan kecenderungan bullish dengan pergerakan harga yang masih berada dalam struktur uptrend. Kenaikan ini didukung oleh posisi harga yang tetap bertahan di atas Moving Average 21 dan Moving Average 34, yang saat ini berfungsi sebagai dynamic support dan menjadi penopang utama tren naik.
Selain itu, struktur harga mengindikasikan potensi terbentuknya primary uptrend baru, sehingga peluang penguatan lebih lanjut masih terbuka. Dalam skenario bullish, DJIA berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance terdekat di level 52.374, dengan target berikutnya pada level 52.793 apabila momentum beli tetap terjaga. Sementara itu, indikator Stochastic masih bergerak di area overbought, yang menunjukkan kuatnya momentum bullish dan dominasi buyer di pasar.
Analisa Fundamental
Secara fundamental, penguatan DJIA didukung oleh optimisme pasar terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat yang masih relatif solid, terutama apabila data tenaga kerja, konsumsi masyarakat, dan aktivitas bisnis tetap menunjukkan ketahanan. Sentimen positif juga dapat berasal dari ekspektasi bahwa Federal Reserveakan mengambil kebijakan moneter yang lebih akomodatif dalam beberapa periode mendatang, yang berpotensi meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham. Selain itu, kinerja laba perusahaan yang stabil serta meningkatnya aliran dana ke pasar ekuitas turut mendukung pergerakan bullish indeks.
Meskipun masih terdapat risiko dari ketidakpastian geopolitik dan pergerakan imbal hasil obligasi AS, sentimen pasar saat ini cenderung mendukung kelanjutan tren naik. Kondisi fundamental tersebut sejalan dengan gambaran teknikal pada timeframe H4 yang menunjukkan harga masih bertahan di atas dynamic support dan berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance 52374 hingga 52793.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.


