English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

AS–Iran Capai Kemajuan dalam Negosiasi, Risiko Gangguan Pasokan Minyak Mulai Mereda Namun Ketegangan Hormuz Masih Jadi Fokus Pasar

Geraldo Kofit · 1 Views

Calendar:

Calendar February, 19.png

WTI / OIL

image.png

Analisa Teknikal

Trend: Bearish

Timeframe: Daily

Pada timeframe Daily, WTI berpotensi melanjutkan pelemahannya pada sesi perdagangan pagi ini setelah gagal ditutup di atas level resistance pertama pada harga 78,50. Kegagalan tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pergerakan harga, sehingga WTI berpeluang melanjutkan penurunan menuju area support terdekat di level 73,58.

Jika tekanan bearish semakin kuat dan terjadi penembusan di bawah level support tersebut, harga berpotensi melanjutkan pelemahan ke area support berikutnya di sekitar 69,23. Sementara itu, indikator Stochastic masih berada di area oversold, yang mengindikasikan bahwa ruang penurunan mulai terbatas dan pasar perlu diwaspadai terhadap potensi reversal bullish apabila muncul konfirmasi pola candlestick bullish di area swing low yang berdekatan dengan level support utama.

Analisa Fundamental

Secara fundamental, potensi pelemahan harga WTI didukung oleh kekhawatiran pasar terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang dapat menekan permintaan minyak mentah dalam jangka pendek.

Selain itu, sikap hati-hati pelaku pasar terhadap prospek konsumsi energi, meningkatnya persediaan minyak di beberapa wilayah utama, serta potensi stabilisasi pasokan dari negara-negara produsen dapat menambah tekanan pada harga. Penguatan dolar AS juga berpotensi membebani pergerakan minyak karena membuat komoditas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional.

Meskipun demikian, risiko geopolitik di kawasan produsen minyak utama dan kemungkinan kebijakan pengurangan produksi oleh OPEC+ masih dapat membatasi penurunan yang lebih dalam. Kondisi fundamental ini sejalan dengan gambaran teknikal pada timeframe Daily, di mana harga gagal bertahan di atas resistance 78,50 dan berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 73,58 hingga 69,23, meskipun peluang rebound tetap terbuka mengingat indikator Stochastic telah berada di area oversold dan menunggu konfirmasi pembalikan arah dari area support.

 

USD / JPY

image.png

Analisa Teknikal

Trend: Bullish

Timeframe: H4

Pada timeframe H4, USD/JPY berpotensi melanjutkan kenaikan secara signifikan menuju area resistance berikutnya di level 161,803 dan 162,315. Struktur pergerakan harga masih menunjukkan dominasi tren bullish setelah harga berhasil menyelesaikan fase koreksi atau secondary trend dan kini mulai membentuk primary uptrend yang baru.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa momentum kenaikan masih kuat dan peluang untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka selama harga mampu bertahan di atas area support terdekat. Selain itu, indikator Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought, yang menunjukkan bahwa momentum beli masih sejalan dengan arah pergerakan harga. Hingga saat ini belum terlihat adanya sinyal reversal yang valid, sehingga skenario bullish masih menjadi acuan utama dengan target kenaikan pada area resistance yang telah ditentukan.

Analisa Fundamental

Secara fundamental, penguatan USD/JPY masih didukung oleh perbedaan kebijakan moneter yang cukup lebar antara Federal Reserve dan Bank of Japan. Selama suku bunga Amerika Serikat tetap berada pada level yang relatif tinggi dan prospek ekonomi AS masih menunjukkan ketahanan, permintaan terhadap dolar AS cenderung tetap kuat. Di sisi lain, kebijakan moneter Jepang yang masih akomodatif serta rendahnya tingkat suku bunga domestik terus menekan nilai yen. Selain itu, tingginya selisih imbal hasil obligasi pemerintah AS dan Jepang masih mendorong aliran modal ke aset berbasis dolar, sehingga memberikan dukungan tambahan bagi kenaikan USD/JPY.

Sentimen risk-on di pasar keuangan global juga dapat mengurangi permintaan terhadap yen sebagai aset safe haven. Kondisi fundamental tersebut sejalan dengan gambaran teknikal pada timeframe H4, di mana USD/JPY telah menyelesaikan fase koreksi (secondary trend) dan mulai membentuk primary uptrend baru, dengan potensi kenaikan lanjutan menuju area resistance 161,803 dan 162,315 selama tidak ada perubahan signifikan pada ekspektasi kebijakan moneter maupun intervensi dari otoritas Jepang.
 

 

EUR / USD

image.png

Analisa Teknikal

Trend: Bullish

Timeframe: H1

Pada timeframe H1, EUR/USD menunjukkan indikasi pembalikan arah (trend reversal) setelah berhasil membentuk pola Inverse Head and Shoulders, yang merupakan salah satu pola bullish reversal yang cukup kuat. Pola ini mengindikasikan berakhirnya fase penurunan sebelumnya dan membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan serta membentuk primary uptrend yang baru.

Selama harga mampu bertahan di atas area neckline sebagai level konfirmasi, EUR/USD berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance terdekat di level 1,14797, dengan target kenaikan berikutnya pada area resistance kedua di level 1,15215. Selain itu, indikator Stochastic juga menunjukkan sinyal bullish setelah mengalami rejection dari area bawah dan kini bergerak naik menuju area overbought, yang mengonfirmasi bahwa momentum beli masih mendukung potensi kenaikan harga dalam jangka pendek.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi penguatan EUR/USD dapat didukung oleh melemahnya dolar AS apabila pasar mulai meningkatkan ekspektasi terhadap pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve. Penurunan ekspektasi suku bunga atau melemahnya data ekonomi AS berpotensi mengurangi daya tarik dolar dan mendorong investor beralih ke mata uang lain, termasuk euro. Di sisi lain, apabila kondisi ekonomi kawasan European Union menunjukkan perbaikan, seperti meningkatnya aktivitas bisnis, stabilnya inflasi, atau membaiknya sentimen ekonomi, maka euro dapat memperoleh dukungan tambahan.

Selain itu, meredanya ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya minat terhadap aset berisiko juga cenderung mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven. Kombinasi faktor-faktor tersebut sejalan dengan sinyal teknikal bullish pada timeframe H1, yang menunjukkan potensi kelanjutan kenaikan menuju area resistance 1,14797 hingga 1,15215.

 

DOW / Dow Jones

image.png

Analisa Teknikal

Trend: Bearish

Timeframe: H4

Pada timeframe H4, Dow Jones Industrial Average mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan setelah tertahan di area resistance dan membentuk swing high baru. Kondisi ini mengindikasikan bahwa momentum bullish mulai berkurang setelah sebelumnya harga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam membentuk primary uptrend.

Dengan munculnya tekanan jual di area resistance, harga berpotensi memasuki fase koreksi atau secondary trend sebagai bagian dari pergerakan yang sehat dalam tren utama. Dalam skenario ini, DJIA berpeluang bergerak turun menuju area support terdekat di level 51.606. Apabila tekanan jual berlanjut, harga berpotensi melanjutkan koreksi hingga support berikutnya di level 51.134 sebelum menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Analisa Fundamental

Secara fundamental, potensi koreksi pada DJIA dapat dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) setelah reli yang cukup kuat dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, sikap hati-hati investor terhadap prospek kebijakan suku bunga dari Federal Reserve, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, atau munculnya data ekonomi yang lebih kuat dari ekspektasi dapat mengurangi harapan pemangkasan suku bunga dan menekan pasar saham dalam jangka pendek.

Sentimen risiko juga dapat terpengaruh oleh ketidakpastian geopolitik maupun perlambatan pertumbuhan laba perusahaan. Meskipun demikian, selama kondisi ekonomi AS tetap relatif solid dan tidak terjadi perubahan signifikan pada prospek pertumbuhan ekonomi, pelemahan yang terjadi berpotensi hanya menjadi fase koreksi sementara dalam tren bullish yang lebih besar. Hal ini sejalan dengan gambaran teknikal H4 yang menunjukkan peluang terbentuknya secondary trend menuju area support 51.606 hingga 51.134 sebelum pasar kembali mencari arah berikutnya.

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.