English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Wall Street Rontok Imbas Harga Minyak Melonjak dan Ancaman Baru Trump ke Iran

KOMPAS · 1 Views

NEW YORK, KOMPAS.com- Bursa saham Amerika Serikat (AS) alias Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (11/6/2026) waktu setempat, setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan proses negosiasi dengan Iran berlangsung terlalu lama dan mengancam akan mengambil tindakan lebih lanjut terhadap negara tersebut.

Mengutip CNBC, indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 953,33 poin atau 1,87 persen ke level 49.918,78. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 1,62 persen dan berakhir di posisi 7.266,99, sedangkan Nasdaq Composite merosot 1,98 persen ke area 25.169,50.

Penurunan indeks-indeks utama Wall Street terjadi setelah Trump berjanji akan melancarkan serangan tambahan terhadap Iran.

“Kami akan menyerang mereka dengan sangat keras,” ujar Trump.

Dalam unggahan yang dibuat pada Rabu pagi waktu setempat, Trump menulis bahwa Iran telah “terlalu lama menunda negosiasi untuk mencapai kesepakatan yang sebenarnya akan sangat menguntungkan bagi mereka, dan sekarang mereka harus membayar harganya!!!”

Harga minyak dunia langsung merespons ancaman tersebut dengan kenaikan tajam. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 2,07 persen ke level 90,03 dollar AS per barrel. Sementara itu, minyak mentah Brent menguat 1,8 persen dan berakhir pada posisi 93,10 dollar AS per barrel.

Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat pada Selasa malam setelah pasukan AS melancarkan serangan terhadap Iran. Komando Pusat Militer AS (U.S. Central Command) menyatakan serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas insiden jatuhnya helikopter Apache milik Angkatan Darat AS pada Senin.

Sebelumnya, Trump menuduh Iran bertanggung jawab atas jatuhnya helikopter tersebut. Menurutnya, helikopter itu tengah melakukan patroli di wilayah Selat Hormuz ketika insiden terjadi.

Manajer portofolio Argent Capital Management, Jed Ellerbroek, mengatakan bahwa perkembangan konflik Iran memiliki konsekuensi yang sangat besar bagi pasar keuangan global.

“Kisah perang Iran ini benar-benar sangat penting. Entah para investor akan terbukti benar bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Trump akan menyelesaikannya, kita akan mendapatkan kesepakatan dengan Iran dan Selat Hormuz akan kembali terbuka, atau jika tidak, rasanya harga minyak harus naik jauh lebih tinggi,” ucap Ellerbroek.