English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Wall Street Beragam, Ancaman Trump ke Iran dan Aksi Jual Saham Teknologi Tekan Nasdaq

Kompas · 1 Views

NEW YORK, KOMPAS.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kembali ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (10/6/2026) waktu setempat. Pergerakan pasar dipimpin oleh penurunan indeks S&P 500 dan Nasdaq seiring berlanjutnya aksi jual saham-saham teknologi.

Sentimen pasar juga tertekan oleh meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Washington akan merespons insiden penembakan helikopter militer AS oleh Iran.

Melansir Reuters Rabu (19/6/2026), indeks Dow Jones Industrial Average berhasil ditutup menguat.

Indeks saham unggulan tersebut naik 86,10 poin atau 0,17 persen ke level 50.872,11.

Sebaliknya, indeks S&P 500 turun 19,08 poin atau 0,26 persen ke posisi 7.386,65.

Adapun Nasdaq Composite terkoreksi 250,84 poin atau 0,97 persen menjadi 25.678,82.

Trump melalui media sosial menyebut Iran telah menembak jatuh helikopter Apache milik AS yang sedang berpatroli di Selat Hormuz pada malam sebelumnya.

Ia menegaskan AS akan memberikan respons atas insiden tersebut.

Pernyataan itu kembali memunculkan keraguan pasar terhadap peluang tercapainya gencatan senjata yang lebih permanen di Timur Tengah.

Indeks volatilitas pasar Cboe Volatility Index (VIX), yang sering disebut sebagai indikator ketakutan investor, sempat menyentuh level tertinggi sejak 7 April di tengah aksi jual saham yang meluas.

Saham-saham teknologi kembali menjadi sasaran aksi ambil untung setelah sempat bangkit pada perdagangan Senin (8/6/2026).

Indeks sektor teknologi dalam S&P 500 sempat merosot lebih dari 4 persen sebelum memangkas sebagian kerugiannya.

Sementara itu, indeks semikonduktor Philadelphia SE Semiconductor Index sempat anjlok hingga 8,6 persen setelah sebelumnya menguat 3 persen pada awal sesi perdagangan.

Pada penutupan perdagangan, indeks teknologi S&P 500 turun 1,8 persen, sedangkan indeks semikonduktor berakhir melemah 1,9 persen.

Kepala Strategi Pasar JonesTrading, Michael O’Rourke, mengatakan pelemahan pasar dipicu oleh berakhirnya momentum rebound saham teknologi yang terjadi sehari sebelumnya.