

Market Analysis
Emas Kembali Terpuruk Efek Data Tenaga Kerja AS yang Solid

XAUUSD / GOLD

Analisa Teknikal
Trend: Bearish | Time Frame: H1
Harga masih bergerak di bawah Moving Average 21 dan 50, yang menunjukkan bahwa tren utama masih didominasi oleh seller.
Setelah penurunan tajam sebelumnya, harga saat ini terlihat membentuk koreksi naik (secondary trend), namun koreksi tersebut masih tertahan di area Resistance 1 (4316) hingga Resistance 2 (4342).
Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas area resistance tersebut, potensi penurunan lanjutan masih lebih dominan.
Dari sisi momentum, Stochastic mulai bergerak naik dari area bawah, yang menandakan adanya peluang rebound jangka pendek. Kenaikan ini masih terlihat sebagai koreksi selama belum disertai breakout resistance dan perubahan struktur tren.
Jika harga gagal menembus area 4316–4342, maka XAU/USD berpotensi kembali melemah menuju Support 1 di 4260, dan apabila tekanan jual berlanjut, target berikutnya berada di Support 2 sekitar 4238.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, tekanan terhadap XAU/USD masih berpotensi berlanjut seiring menguatnya Dolar AS pasca rilis data ekonomi Amerika Serikat yang solid, terutama data ketenagakerjaan yang menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja masih kuat.
Hal ini membuat pasar kembali mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserve, sehingga memberikan dukungan bagi penguatan USD dan menekan harga emas.
Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield) juga menjadi faktor negatif bagi emas karena meningkatkan daya tarik aset berbunga dibandingkan instrumen safe haven yang tidak memberikan imbal hasil.
Selama sentimen pasar masih mendukung Dolar AS dan yield obligasi bertahan tinggi, tekanan bearish pada Gold berpotensi tetap dominan.
Kondisi ini sejalan dengan analisis teknikal yang menunjukkan harga masih bergerak di bawah Moving Average 21 dan 50, sehingga peluang penurunan menuju area support 4260 hingga 4238 masih terbuka apabila resistance 4316–4342 gagal ditembus.
EUR/USD

Analisa Teknikal
Trend: Bearish | Time Frame: H1
Pada timeframe H1, EUR/USD masih menunjukkan potensi pelemahan lanjutan karena harga belum mampu membentuk candlestick bullish yang valid sebagai sinyal pembalikan arah.
Tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar, terlihat dari terbentuknya swing high baru yang mengindikasikan bahwa seller masih mengendalikan arah pergerakan harga dalam jangka pendek.
Selain itu, indikator Stochastic masih bergerak turun menuju zona oversold (jenuh jual), yang menunjukkan momentum bearish masih cukup kuat.
Selama harga belum mampu menembus area resistance terdekat, EUR/USD berpotensi melanjutkan penurunan menuju support di level 1.15074, dengan target berikutnya berada di 1.14883 apabila tekanan jual terus berlanjut.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, tekanan terhadap EUR/USD masih berpotensi berlanjut apabila Dolar AS tetap didukung oleh data ekonomi yang solid, terutama dari sektor tenaga kerja dan aktivitas bisnis.
Kuatnya data ekonomi AS membuat pasar cenderung mempertahankan ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menjaga kebijakan moneternya tetap ketat, sehingga mendukung penguatan Dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.
Di sisi lain, sentimen terhadap Euro masih cenderung terbatas akibat pertumbuhan ekonomi kawasan Eropa yang belum menunjukkan percepatan yang signifikan.
Jika pasar menilai bahwa European Central Bank memiliki ruang yang lebih besar untuk melonggarkan kebijakan moneter dibandingkan Federal Reserve, maka tekanan terhadap Euro berpotensi berlanjut.
Kondisi tersebut sejalan dengan analisis teknikal yang menunjukkan dominasi tren bearish, pembentukan swing high, serta momentum Stochastic yang masih mengarah ke zona oversold, sehingga membuka peluang penurunan menuju area support 1.15074 hingga 1.14883.
GBP/USD

Analisa Teknikal
Trend: Bearish | Time Frame: H1
Pada timeframe H1, pergerakan harga GBP/USD masih menunjukkan dominasi bearish.
Harga berada di bawah Moving Average 21 dan 50, yang menandakan tren jangka pendek masih berada dalam tekanan seller.
Setelah penurunan tajam sebelumnya, harga hanya mampu membentuk pantulan terbatas dan kembali menciptakan lower high, sehingga mengindikasikan bahwa momentum kenaikan masih lemah.
Selain itu, indikator Stochastic bergerak turun menuju area oversold (jenuh jual) dan masih sejalan dengan arah pergerakan harga.
Selama harga belum mampu menembus area Resistance 1 di 1.33483, peluang pelemahan lanjutan masih lebih dominan.
Dengan kondisi tersebut, GBP/USD berpotensi melanjutkan penurunan menuju Support 1 di level 1.33159, dan apabila tekanan jual semakin kuat, harga berpeluang bergerak turun ke Support 2 di level 1.32961 sebagai target penurunan berikutnya.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, GBP/USD masih berpotensi berada dalam tekanan bearish akibat menguatnya Dolar AS pasca rilis data ekonomi Amerika Serikat yang lebih baik dari ekspektasi pasar, terutama dari sektor tenaga kerja.
Kuatnya data tersebut mendukung pandangan bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan kebijakan suku bunga pada level yang relatif tinggi lebih lama, sehingga memberikan dukungan terhadap penguatan USD.
Di sisi lain, pasar masih mencermati prospek pertumbuhan ekonomi Inggris yang cenderung melambat serta potensi sikap yang lebih hati-hati dari Bank of England dalam menentukan arah kebijakan moneternya.
Kondisi ini dapat membatasi penguatan Poundsterling dalam jangka pendek. Kombinasi kuatnya Dolar AS dan terbatasnya sentimen positif untuk Pound mendukung skenario bearish pada GBP/USD, sejalan dengan analisis teknikal yang menunjukkan dominasi tren turun dan peluang pelemahan menuju area support 1.33159 hingga 1.32961.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

