English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas Turun Tipis, Pasar Menimbang Ketegangan Timur Tengah dan Kuatnya Data Tenaga Kerja AS

Geraldo Kofit · 1 Views

Harga emas melemah dalam perdagangan terbaru karena pelaku pasar menghadapi dua faktor yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendorong minat terhadap aset safe haven seperti emas. Namun di sisi lain, data tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS dapat bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama.

Bagi trader, kondisi ini menciptakan tekanan pada harga emas. Konflik dan ketidakpastian geopolitik biasanya mendukung kenaikan emas karena investor mencari aset yang dianggap lebih aman. Namun, data ekonomi AS yang solid membuat pasar memperkirakan Federal Reserve tidak akan terburu-buru menurunkan suku bunga. Suku bunga yang tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi atau instrumen berbunga lainnya.

Saat ini, fokus pasar tertuju pada perkembangan situasi Timur Tengah serta rilis data ekonomi AS berikutnya. Jika ketegangan geopolitik semakin memanas, emas berpotensi mendapatkan dukungan. Sebaliknya, jika data ekonomi AS terus menunjukkan kekuatan dan meningkatkan peluang kebijakan moneter yang lebih ketat, harga emas bisa tetap berada di bawah tekanan dalam jangka pendek.

 

Calendar:

Calendar February, 19.png

WTI / OIL

image.png

Analisa Teknikal

Trend: Bullish

Timeframe: H4 

Pada timeframe H4, WTI masih menunjukkan potensi penguatan yang cukup signifikan didukung oleh beberapa faktor teknikal yang mendukung skenario bullish. Harga saat ini membentuk pola Inverse Head and Shoulders, yang merupakan salah satu pola pembalikan arah yang mengindikasikan berakhirnya tren turun dan dimulainya tren naik baru.

Selain itu, struktur pergerakan harga juga menunjukkan adanya transisi dari bearish trend menjadi bullish trend, yang mengonfirmasi meningkatnya dominasi buyer di pasar. Selama harga mampu bertahan di atas area support yang telah terbentuk, WTI berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di level 97.54, dengan target resistance berikutnya berada di 99.38.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, harga WTI berpotensi melanjutkan penguatan apabila pasar kembali optimistis terhadap prospek permintaan energi global. Meningkatnya aktivitas ekonomi, sektor manufaktur, dan kebutuhan transportasi di negara-negara konsumen utama seperti Amerika Serikat dan China dapat mendorong ekspektasi kenaikan konsumsi minyak dalam beberapa waktu ke depan.

Selain itu, kebijakan pembatasan produksi dari OPEC+ serta potensi gangguan pasokan dari beberapa wilayah produsen minyak dapat menjaga pasokan global tetap ketat. Kombinasi antara prospek permintaan yang kuat dan pasokan yang terbatas berpotensi menjadi katalis positif bagi harga WTI, sejalan dengan analisis teknikal yang menunjukkan peluang kenaikan menuju area resistance 97.54 hingga 99.38.

 

USD / JPY

image.png 

Analisa Teknikal

Trend: Bearish

Timeframe: H1

Pada timeframe H1, USDJPY menunjukkan potensi koreksi setelah muncul beberapa sinyal teknikal yang mengarah ke pelemahan harga. Harga saat ini membentuk pola Double Top, yang merupakan salah satu pola pembalikan arah bearish, serta dikonfirmasi oleh terbentuknya candlestick Bearish Engulfing yang menandakan meningkatnya tekanan jual di area resistance.

Selain itu, indikator Stochastic juga bergerak turun menuju zona oversold, yang menunjukkan momentum bearish masih cukup kuat dalam jangka pendek. Selama harga tetap bergerak di bawah area resistance terdekat, USDJPY berpotensi melanjutkan penurunan menuju support di level 159.756, dengan target support berikutnya berada di 159.598.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi pelemahan USDJPY dapat didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap Yen Jepang sebagai aset safe haven, terutama apabila sentimen pasar global cenderung menghindari risiko (risk-off). Dalam kondisi seperti ini, investor biasanya mengurangi eksposur pada aset berisiko dan beralih ke mata uang yang dianggap lebih aman, termasuk Yen.

Selain itu, apabila imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield) mulai melemah atau pasar kembali meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, maka daya tarik Dolar AS dapat berkurang dalam jangka pendek. Kombinasi menguatnya Yen dan melemahnya sentimen terhadap Dolar AS berpotensi mendorong koreksi pada USDJPY, sejalan dengan analisis teknikal yang menunjukkan peluang penurunan menuju area support 159.756 hingga 159.598.

 

EUR / USD

image.png 

Analisa Teknikal

Trend: Bearish

Timeframe: H1

Pada timeframe H1, EUR/USD masih menunjukkan kecenderungan bearish setelah gagal menembus area resistance pertama dan kedua. Pergerakan harga juga masih tertahan oleh Moving Average 21 dan 50, yang berfungsi sebagai dynamic resistance dan mengindikasikan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar dalam jangka pendek.

Selain itu, struktur harga saat ini membentuk pola ABC Correction, yang mengisyaratkan potensi kelanjutan pelemahan selama harga belum mampu keluar dari area resistance tersebut. Dengan kondisi ini, EUR/USD berpotensi melanjutkan penurunan menuju support terdekat di level 1.16188, dengan target support berikutnya berada di 1.16056 apabila tekanan jual terus berlanjut.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, tekanan terhadap EUR/USD masih berpotensi berlanjut apabila Dolar AS tetap didukung oleh data ekonomi yang kuat dan ekspektasi suku bunga yang bertahan lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama. Kondisi tersebut dapat meningkatkan permintaan terhadap Dolar AS dan membuat investor cenderung mempertahankan posisi pada aset berbasis USD.

Di sisi lain, perlambatan aktivitas ekonomi di kawasan Eropa serta ketidakpastian mengenai prospek pertumbuhan ekonomi dapat membatasi penguatan Euro. Jika selisih kebijakan moneter antara Federal Reserve dan European Central Bank masih menguntungkan Dolar AS, maka tekanan bearish pada EUR/USD berpotensi berlanjut, sejalan dengan analisis teknikal yang mengarah pada penurunan menuju area support 1.16188 hingga 1.16056.

 

DOW / Dowjones

image.png 

Analisa Teknikal

Trend: Bullish

Timeframe: H4

Pada timeframe H4, Dow Jones Industrial Average (DJIA) menunjukkan peluang untuk melanjutkan penguatan setelah gagal mempertahankan skenario koreksi yang sebelumnya terbentuk. Harga berhasil bertahan di atas Moving Average 21 dan 50, yang saat ini berfungsi sebagai dynamic support, sehingga memicu terjadinya pantulan harga dan mengindikasikan bahwa momentum bullish masih cukup kuat.

Selain itu, struktur harga mulai membentuk pola Ascending Triangle, yang merupakan pola kelanjutan tren bullish dan sering menjadi sinyal potensi breakout ke atas. Indikator Stochastic juga masih bergerak di area overbought tanpa menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang signifikan, menandakan bahwa tekanan beli masih mendominasi pasar. Dengan kondisi tersebut, DJIA berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance terdekat di level 51.771 selama harga tetap bertahan di atas area support dinamis yang telah terbentuk.

 

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, penguatan Dow Jones Industrial Average (DJIA) masih didukung oleh optimisme terhadap kondisi ekonomi Amerika Serikat yang relatif solid. Selama data ekonomi seperti pertumbuhan tenaga kerja, aktivitas sektor jasa, dan belanja konsumen tetap menunjukkan ketahanan, sentimen investor terhadap pasar saham cenderung tetap positif dan mendukung minat beli pada aset berisiko.

Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengambil pendekatan yang lebih fleksibel terhadap kebijakan suku bunga dapat meningkatkan kepercayaan pasar. Jika imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury Yield) tetap stabil dan laporan kinerja perusahaan-perusahaan besar menunjukkan hasil yang positif, maka aliran dana ke pasar saham berpotensi terus berlanjut. Kombinasi faktor tersebut dapat mendukung skenario bullish pada DJIA, sejalan dengan analisis teknikal yang mengarah pada potensi kenaikan menuju area resistance 51.771.

 

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.