English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

AS Luncurkan Serangan“Bela Diri” ke Iran di Tengah Upaya Trump Dorong Perdamaian

Geraldo Kofit · 1 Views

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer terbatas ke wilayah Iran dengan alasan untuk melindungi pasukan dan kepentingan AS di Timur Tengah. Serangan ini terjadi di saat Presiden Donald Trump masih berupaya mencapai kesepakatan damai dengan Iran guna meredakan konflik yang terus memanas.

Pemerintah AS menyebut serangan tersebut sebagai tindakan “bela diri” setelah adanya ancaman terhadap pasukan Amerika di kawasan strategis Timur Tengah, termasuk jalur perdagangan minyak dunia. Meski situasi sempat memanas, Washington menegaskan bahwa mereka tetap membuka jalur diplomasi dan ingin menghindari perang yang lebih besar

Di sisi lain, pembicaraan damai antara AS dan Iran masih terus berlangsung dengan fokus pada gencatan senjata, keamanan kawasan, dan stabilitas perdagangan energi global. Pasar internasional kini memantau perkembangan konflik ini karena dapat memengaruhi harga minyak, nilai dolar AS, dan kondisi ekonomi dunia.

Calendar:

Calendar 25 May.png

WTI / OIL

image.png

Analisa Teknikal  

Trend : Bearish

Timeframe : H4

Pada timeframe H4, West Texas Intermediate (WTI) sebelumnya mengalami tekanan bearish yang cukup kuat. Namun saat ini tekanan penurunan mulai mereda setelah harga berhasil membentuk swing low yang cukup solid, menandakan bahwa seller mulai kehilangan momentum untuk menekan harga lebih dalam.

Selain itu, indikator stochastic juga mulai keluar dari area oversold atau jenuh jual dan bergerak naik menuju area overbought. Kondisi ini mengindikasikan bahwa momentum bearish mulai melemah dan peluang terjadinya koreksi kenaikan mulai terbuka.

Secara teknikal, masih terdapat area gap yang terbentuk pada awal pekan dan berpotensi untuk ditutup kembali dalam jangka pendek. Dengan kondisi tersebut, WTI memiliki peluang untuk mengalami rebound sementara menuju resistance terdekat di level 94.97. Jika momentum bullish terus berlanjut, maka potensi kenaikan selanjutnya mengarah ke area resistance 97.92. Selama harga masih mampu bertahan di atas area swing low yang telah terbentuk, maka peluang koreksi kenaikan pada timeframe H4 masih cukup terbuka.
 


Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi rebound pada WTI didukung oleh mulai meredanya tekanan jual setelah penurunan harga minyak yang cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut memicu aksi bargain hunting dari pelaku pasar yang mulai melihat area harga saat ini sebagai zona beli jangka pendek.

Selain itu, pasar juga mulai memperhatikan kemungkinan adanya gangguan pasokan minyak global, terutama dari kawasan produsen utama energi dunia. Kekhawatiran terhadap potensi gangguan suplai biasanya dapat membantu menopang harga minyak dalam jangka pendek.

Di sisi lain, pelemahan sementara pada US Dollar turut memberikan ruang bagi harga minyak untuk bergerak naik. Karena minyak diperdagangkan menggunakan USD, pelemahan Dolar AS membuat harga minyak menjadi lebih menarik bagi pembeli global. Pasar juga mulai melakukan penyesuaian posisi setelah penurunan agresif sebelumnya, sehingga memicu technical rebound yang sejalan dengan kondisi stochastic yang mulai keluar dari area oversold.

 

USDJPY

image.png

Analisa Teknikal 

Trend : Bearish

Timeframe: H4

Pada timeframe H4, pasangan USD/JPY mulai tertahan di area supply yang berdekatan dengan resistance pertama pada level 159.340. Kondisi ini menunjukkan tekanan beli mulai melemah dan membuka peluang perubahan arah dari bullish menuju bearish dalam jangka pendek.

Secara teknikal, pergerakan harga juga membentuk pola Rising Wedge yang dikenal sebagai pola reversal bearish dan sering menjadi sinyal melemahnya momentum kenaikan. Selain itu, indikator stochastic mulai bergerak turun menuju area oversold, menandakan tekanan beli mulai kehilangan kekuatan. Konfirmasi tambahan terlihat dari terbentuknya Bearish Divergence antara stochastic dan pergerakan harga, yang mengindikasikan momentum bullish mulai melemah meskipun harga sebelumnya masih bergerak naik.

Dengan kondisi tersebut, USD/JPY berpotensi melanjutkan koreksi penurunan menuju support pertama di level 158.576. Apabila tekanan jual masih berlanjut, maka potensi penurunan berikutnya dapat mengarah ke support kedua di area 157.923 pada timeframe H4.


Analisa Fundamental  

Secara fundamental, USD/JPY berpotensi mengalami tekanan bearish seiring mulai melemahnya sentimen penguatan USD dalam jangka pendek. Pelaku pasar saat ini cenderung lebih berhati-hati menjelang rilis data ekonomi penting dari United States serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve berikutnya, sehingga momentum penguatan USD mulai terbatas.

Di sisi lain, Yen Jepang mulai mendapatkan dukungan dari meningkatnya ekspektasi bahwa Bank of Japan masih memiliki peluang untuk melanjutkan normalisasi kebijakan moneternya secara bertahap. Kondisi tersebut membuat permintaan terhadap JPY meningkat dan ikut menahan kenaikan USD/JPY di area resistance saat ini.

Selain itu, kenaikan USD/JPY yang sebelumnya cukup agresif juga memicu aksi profit taking dari pelaku pasar ketika harga memasuki area supply kuat. Hal ini membuat tekanan beli mulai melemah dan membuka peluang koreksi penurunan dalam jangka pendek, sejalan dengan indikasi bearish pada analisa teknikal timeframe H4.
 

EURUSD

image.png

Analisa Teknikal 

Trend : Bullish    

Timeframe : H4

Pada timeframe H4, EUR/USD tertahan di area support 1.16074 sehingga terjadi false break yang diikuti dengan pembentukan swing low baru. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual mulai melemah dan membuka peluang perubahan arah dalam jangka pendek.

Selain itu, pergerakan harga juga mengindikasikan terbentuknya pola Double Bottom yang dikenal sebagai pola reversal bullish dan sering menjadi sinyal awal pembalikan arah dari bearish ke bullish. Konfirmasi tambahan terlihat dari indikator stochastic yang membentuk bullish divergence, menandakan momentum penurunan mulai kehilangan kekuatan meskipun harga sebelumnya sempat bergerak turun.

Dengan kondisi tersebut, EUR/USD berpeluang bergerak naik menuju resistance terdekat di level 1.16591. Apabila level tersebut berhasil ditembus, maka potensi kenaikan lanjutan dapat membawa harga menuju resistance berikutnya di area 1.16595 pada timeframe H4.

 

Analisa Fundamental

Secara fundamental, EUR/USD mulai mendapatkan dukungan setelah tekanan terhadap mata uang Euro mulai mereda dan pelaku pasar kembali melihat peluang penguatan EUR dalam jangka pendek. Kondisi ini terjadi seiring melemahnya momentum penguatan USD akibat sikap market yang lebih berhati-hati menjelang rilis data ekonomi penting dari United States.

Selain itu, ekspektasi bahwa European Central Bank (ECB) masih akan menjaga kebijakan moneternya tetap ketat juga turut memberikan sentimen positif bagi Euro. Dukungan tersebut membuat tekanan jual pada EUR/USD mulai berkurang dan membuka peluang terjadinya rebound.

Di sisi lain, pelemahan USD juga dipengaruhi oleh aksi profit taking setelah penguatan sebelumnya yang cukup signifikan. Kondisi ini membuat buyer mulai kembali masuk ke market dan mendorong EUR/USD bergerak naik dari area support kuatnya.

Selama tidak ada data ekonomi besar yang kembali mendorong penguatan USD secara agresif, maka peluang kenaikan EUR/USD masih cukup terbuka dan sejalan dengan sinyal bullish pada analisa teknikal timeframe H4.

 

DOW / Dowjones

image.png

Analisa Teknikal  

Trend : Bullish  

Timeframe : Daily

Pada timeframe daily, indeks Dow Jones Industrial Average masih menunjukkan pergerakan bullish yang cukup kuat setelah harga berhasil naik secara signifikan. Saat ini, indeks masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di level 51.332 dan resistance berikutnya di area 53.031.

Secara teknikal, pergerakan harga juga membentuk pola Ascending Triangle Pattern yang dikenal sebagai pola continuation bullish dan sering menjadi sinyal kelanjutan tren naik apabila resistance berhasil ditembus dengan kuat. Selain itu, harga masih bergerak di atas Dynamic Moving Average (MA) 21 dan 50 yang saat ini berfungsi sebagai support dinamis, menandakan momentum bullish masih cukup terjaga dan buyer masih mendominasi pasar.

Indikator stochastic juga masih bergerak naik secara signifikan menuju area overbought atau jenuh beli, yang menunjukkan bahwa momentum kenaikan masih cukup kuat dan peluang bullish masih terbuka pada timeframe daily.



Analisa Fundamental

Secara fundamental, indeks Dow Jones Industrial Average masih mendapatkan dukungan dari optimisme pasar terhadap kondisi ekonomi United States yang dinilai masih cukup solid. Sentimen positif tersebut didorong oleh data ekonomi yang relatif stabil serta ekspektasi bahwa aktivitas bisnis dan konsumsi masih mampu bertahan dengan baik.

Selain itu, pelaku pasar juga mulai meningkatkan minat terhadap aset berisiko seperti saham seiring meredanya kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan peluang kebijakan suku bunga Federal Reserve yang lebih stabil. Kondisi ini membuat aliran dana kembali masuk ke pasar saham dan mendukung penguatan indeks Dow Jones.

Di sisi lain, penguatan saham-saham sektor industri dan teknologi besar juga turut menjadi pendorong kenaikan indeks secara keseluruhan. Momentum bullish semakin terjaga karena market masih melihat prospek pertumbuhan perusahaan-perusahaan besar di United States tetap positif dalam jangka menengah.

Selama tidak ada sentimen negatif besar yang memicu aksi risk off di pasar global, maka peluang penguatan Dow Jones masih cukup terbuka dan sejalan dengan indikasi bullish pada analisa teknikal timeframe daily.

 

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.