English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Minyak Anjlok 5%, WTI Kini di Bawah USD 100 per Barel

Geraldo Kofit · 1 Views

Harga Minyak Anjlok 5%, WTI Kini di Bawah USD 100 per Barel

Harga minyak dunia anjlok sekitar 5% setelah muncul harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Harga minyak WTI bahkan kembali turun ke bawah level USD 100 per barel karena pasar mulai optimistis konflik geopolitik tidak akan semakin memburuk.

Penurunan harga terjadi setelah adanya sinyal diplomasi dan kemungkinan pembicaraan damai yang dapat mengurangi risiko gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah. Sebelumnya, pasar sempat khawatir konflik antara AS dan Iran akan mengganggu distribusi energi global dan mendorong harga minyak terus naik.

Turunnya harga minyak memberi sedikit kelegaan bagi pasar keuangan global karena dapat membantu menekan inflasi dan biaya energi di berbagai negara. Meski begitu, investor masih tetap memantau perkembangan situasi geopolitik yang dapat kembali memengaruhi pergerakan harga minyak kapan saja.

Calendar:

Calendar 25 May

WTI / OIL

wti

Analisa Teknikal  

Trend : Bearish

Timeframe : Daily

West Texas Intermediate (WTI) pada timeframe daily masih menunjukkan dominasi tekanan bearish yang cukup kuat. Pergerakan harga terlihat beberapa kali tertahan di area swing high yang membentuk resistance kuat, sehingga membatasi peluang kenaikan harga 
minyak dalam jangka pendek.

Jika diperhatikan lebih lanjut, struktur harga saat ini mulai mengindikasikan terbentuknya tren bearish baru. Tekanan jual semakin terlihat setelah harga gagal mempertahankan momentum bullish dan kembali bergerak turun mengikuti arah tren utama.

Saat ini support penting berada di level 89.89. Apabila level tersebut berhasil ditembus, maka potensi penurunan lanjutan dapat membawa harga menuju support berikutnya di area 85.11. Selain itu, indikator stochastic juga masih bergerak turun dan searah dengan 
pergerakan harga, yang menunjukkan bahwa momentum bearish masih cukup dominan ada timeframe daily. 



Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, pelemahan harga WTI masih dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap perlambatan permintaan energi global. Ketika prospek pertumbuhan ekonomi dunia mulai melemah, investor cenderung memperkirakan konsumsi minyak akan menurun sehingga memberikan tekanan terhadap harga minyak mentah.

Selain itu, penguatan US Dollar juga menjadi faktor tambahan yang menekan harga minyak. Karena minyak diperdagangkan menggunakan USD, penguatan Dolar AS membuat harga minyak menjadi lebih mahal bagi negara pengguna mata uang lain dan berpotensi 
mengurangi permintaan global.

Pasar juga mulai memperhatikan potensi peningkatan suplai minyak dari negara-negara produsen dan kemungkinan perubahan kebijakan produksi dari OPEC+. Jika pasokan meningkat di tengah permintaan yang melambat, maka tekanan bearish terhadap harga 
minyak dapat semakin besar.

Di sisi lain, sentimen risk-off di pasar global membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berbasis komoditas, termasuk minyak mentah. Kondisi ini sejalan dengan sinyal teknikal yang menunjukkan pembentukan bearish trend dan stochastic yang masih 
bergerak turun. 

 

USDJPY

usdjpy

Analisa Teknikal

Trend : Bearish

Timeframe: H4

Pada timeframe H4, pasangan USD/JPY mulai tertahan di area supply yang berdekatan dengan resistance pertama pada level 159.340. Kondisi ini membuka peluang terjadinya perubahan arah dari tren bullish menuju bearish dalam jangka pendek.

Secara teknikal, pergerakan harga juga membentuk pola Rising Wedge, yang dikenal sebagai pola reversal bearish dan sering menjadi sinyal melemahnya momentum kenaikan. Selain itu, indikator stochastic saat ini mulai bergerak turun menuju area oversold (jenuh jual), yang menunjukkan tekanan beli mulai kehilangan kekuatan.

Konfirmasi tambahan terlihat dari terbentuknya Bearish Divergence antara stochastic dan pergerakan harga, yang mengindikasikan bahwa momentum bullish mulai melemah meskipun harga sebelumnya masih bergerak naik. Kondisi ini membuat tekanan bearish berpotensi semakin dominan dan bergerak searah dengan candlestick yang terbentuk. Dengan struktur tersebut, USD/JPY berpotensi melanjutkan 
koreksi penurunan menuju support pertama di level 158.576. Apabila tekanan jual masih berlanjut, maka potensi penurunan berikutnya dapat mengarah ke support kedua di area 157.923 pada timeframe H4. 



Analisa Fundamental  

Dari sisi fundamental, potensi pelemahan USD/JPY dipengaruhi oleh mulai terbatasnya momentum penguatan US Dollar setelah reli yang cukup agresif dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini memicu aksi profit taking dari pelaku pasar, terutama ketika harga 
mendekati area resistance penting.

Selain itu, meningkatnya minat terhadap Japanese Yen sebagai aset safe haven juga mulai memberikan tekanan terhadap USD/JPY. Ketika sentimen pasar global cenderung lebih berhati-hati atau risk-off, Yen biasanya mendapatkan aliran dana dari investor.

Pasar juga mulai memperhatikan kemungkinan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserveapabila data ekonomi AS mulai menunjukkan perlambatan. Hal tersebut dapat mengurangi dorongan penguatan USD dalam jangka pendek.

Di sisi lain, adanya spekulasi bahwa Bank of Japan akan menjaga stabilitas mata uang Yen turut membantu membatasi pelemahan JPY lebih dalam. Faktor ini membuat USD/JPY lebih rentan mengalami koreksi setelah kenaikan sebelumnya yang cukup tinggi. 

 

EURUSD

eurusd

Analisa Teknikal

Trend : Bullish    

Timeframe : H4

Pada timeframe H4, EUR/USD tertahan di area support 1.16074 sehingga terjadi false break yang diikuti dengan pembentukan swing low baru. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah dan harga berpotensi mengalami perubahan arah dalam jangka pendek.

Saat ini, pergerakan harga juga mengindikasikan terbentuknya pola Double Bottom, yang merupakan sinyal potensi pembalikan dari bearish ke bullish. Konfirmasi tambahan terlihat dari indikator stochastic yang menunjukkan bullish divergence, yang mengindikasikan 
bahwa momentum penurunan mulai kehilangan kekuatan.

Dengan kondisi tersebut, EUR/USD berpeluang untuk bergerak naik menuju resistance terdekat di level 1.16591. Apabila level tersebut berhasil ditembus, maka potensi kenaikan lanjutan dapat membawa harga menuju resistance berikutnya di area 1.16595 pada 
timeframe H4.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi koreksi kenaikan EUR/USD pada timeframe H4 didukung oleh mulai melemahnya US Dollar setelah penguatan sebelumnya yang cukup agresif. Kondisi ini mendorong sebagian pelaku pasar melakukan aksi profit taking terhadap USD, sehingga memberikan ruang bagi Euro untuk mengalami rebound jangka pendek.

Selain itu, pasar juga mulai memperhatikan kemungkinan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve, terutama apabila data inflasi dan tenaga kerja Amerika Serikat mulai menunjukkan perlambatan. Hal ini dapat mengurangi tekanan penguatan USD dan 
membuka peluang penguatan sementara pada EUR/USD.

Di sisi lain, kondisi teknikal yang menunjukkan false break di area support 1.15962 juga sering memicu aksi short covering, yaitu penutupan posisi jual oleh trader yang sebelumnya mengikuti tren bearish. Hal ini dapat memperkuat dorongan kenaikan harga dalam jangka 
pendek.

Selain itu, sentimen pasar yang mulai stabil juga dapat mengurangi permintaan terhadap USD sebagai aset safe haven. Jika investor mulai kembali ke aset berisiko, Euro berpotensi mendapatkan dukungan tambahan dalam fase koreksi ini. 

 

DOW / Dowjones

dow

Analisa Teknikal  

Trend : Bullish  

Timeframe : Daily

Pada timeframe daily, indeks Dow Jones Industrial Average masih menunjukkan pergerakan bullish yang cukup kuat. Harga berhasil bergerak naik secara signifikan dan saat ini masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di level 51.332 dan resistance berikutnya di area 53.031. Secara teknikal, pergerakan harga juga membentuk pola Ascending Triangle Pattern, yang merupakan pola continuation bullish dan mengindikasikan potensi kelanjutan tren naik apabila resistance berhasil 
ditembus dengan kuat.

Selain itu, harga masih bergerak di atas Dynamic Moving Average (MA) 21 dan 50 yang berfungsi sebagai support dinamis. Kondisi ini menunjukkan bahwa momentum bullish masih cukup terjaga dan buyer masih mendominasi pergerakan pasar. Indikator stochastic juga masih bergerak naik secara signifikan menuju area overbought (jenuh beli), yang menandakan bahwa momentum kenaikan masih kuat dan searah dengan pergerakan candlestick pada timeframe daily. 



Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, penguatan Dow Jones masih didukung oleh optimisme pasar terhadap kondisi ekonomi United States yang relatif stabil. Data ekonomi AS yang masih solid, terutama dari sektor tenaga kerja, konsumsi, dan aktivitas bisnis, membuat investor tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan perusahaan-perusahaan besar di pasar saham.

Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menjaga kebijakan suku bunga tetap stabil dalam jangka pendek turut memberikan sentimen positif terhadap pasar ekuitas. Stabilnya arah kebijakan moneter membuat investor lebih nyaman untuk meningkatkan eksposur pada aset berisiko seperti saham.

Penguatan Dow Jones juga didukung oleh meningkatnya minat beli pada sektor teknologi, industri, dan keuangan yang menjadi komponen utama indeks. Sentimen risk-on di pasar global turut membantu aliran dana kembali masuk ke pasar saham AS.

Di sisi lain, stabilnya imbal hasil obligasi pemerintah AS membantu menjaga momentum bullish pada indeks saham. Ketika tekanan dari pasar obligasi mulai mereda, investor cenderung lebih agresif mencari peluang di pasar ekuitas. 

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.