English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Mayoritas Pejabat The Fed Siap Naikkan Suku Bunga Jika Inflasi Tetap Tinggi

Geraldo Kofit · 1 Views

Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) mengungkapkan bahwa sebagian besar pejabatnya masih membuka peluang kenaikan suku bunga apabila inflasi tidak kunjung turun. Hal ini terungkap dalam risalah rapat terbaru The Fed yang menunjukkan kekhawatiran terhadap tekanan harga yang masih tinggi di ekonomi AS.

Para pejabat menilai inflasi yang bertahan di atas target dapat memaksa bank sentral mengambil kebijakan moneter yang lebih ketat dalam beberapa bulan mendatang. Kondisi ini membuat pasar keuangan global kembali waspada karena suku bunga tinggi biasanya dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan biaya pinjaman.

Selain itu, kenaikan harga energi dan ketegangan geopolitik dunia juga dinilai menjadi faktor yang bisa memperburuk inflasi. Investor kini terus memantau langkah The Fed karena keputusan suku bunga AS sangat berpengaruh terhadap nilai dolar, pasar saham, dan ekonomi global.

 

Calendar:

Calendar 5 May.png

WTI / OIL

image.png

Analisa Teknikal

Trend :  Bearish

Timeframe : H4

West Texas Intermediate (WTI) pada timeframe H4 masih bergerak sesuai dengan skenario sebelumnya, di mana tekanan bearish terus mendorong harga turun menuju area support yang telah ditentukan. Secara teknikal, pelemahan ini terjadi setelah harga membentuk pola Double Top yang menjadi sinyal pembalikan arah dari bullish menjadi bearish.

Selain itu, harga juga telah menembus trendline bullish, yang mengonfirmasi bahwa pergerakan kini mulai memasuki fase bearish trend. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual masih cukup dominan dan peluang penurunan lanjutan masih terbuka.

Indikator stochastic juga masih bergerak turun dan belum menunjukkan adanya tanda- tanda pembalikan arah yang signifikan. Hal ini memperkuat sinyal bahwa momentum bearish masih sejalan dengan pergerakan harga pada timeframe H4.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi pelemahan West Texas Intermediate (WTI) pada timeframe H4 masih dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap perlambatan permintaan energi global. Ketika prospek pertumbuhan ekonomi dunia mulai melemah, investor cenderung memperkirakan konsumsi minyak akan menurun sehingga memberikan tekanan terhadap harga minyak mentah.

Selain itu, aksi profit taking juga mulai meningkat setelah reli kenaikan sebelumnya gagal mempertahankan momentum bullish. Kegagalan harga menembus area resistance penting memicu perubahan sentimen pasar dan mendorong tekanan jual yang lebih dominan.

Di sisi lain, penguatan US Dollar turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga minyak. Karena minyak diperdagangkan menggunakan USD, penguatan Dolar AS membuat harga minyak menjadi lebih mahal bagi negara pengguna mata uang lain dan berpotensi menekan permintaan global.

Pasar juga mulai memperhatikan potensi peningkatan suplai minyak dari negara produsen maupun perubahan kebijakan produksi dari OPEC+. Jika produksi meningkat di tengah kekhawatiran perlambatan permintaan, maka tekanan bearish terhadap harga minyak dapat semakin besar.

Selain itu, sentimen risk-off di pasar global membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berbasis komoditas, termasuk minyak mentah. Hal ini sejalan dengan kondisi teknikal yang menunjukkan pola Double Top, break trendline bullish, dan dominasi bearish trend pada timeframe H4.

 

USDJPY

image.png

Analisa Teknikal

Trend :  Bearish

Timeframe : Daily

Pada timeframe daily, USD/JPY mulai tertahan di area supply yang berdekatan dengan resistance kedua di level 160.421. Kondisi ini membuat harga berpotensi membentuk swing high baru, yang mengindikasikan adanya peluang koreksi setelah kenaikan yang cukup kuat sebelumnya.

Secara teknikal, koreksi tersebut berpotensi membawa harga menuju support terdekat di level 157.845, dengan target support berikutnya di area 156.914 apabila tekanan jual terus berlanjut. Area tersebut menjadi zona penting untuk melihat apakah koreksi dapat berlanjut atau hanya bersifat sementara.

Selain itu, indikator stochastic sudah berada di area overbought (jenuh beli), yang mengindikasikan bahwa momentum kenaikan mulai melemah dan membuka peluang terjadinya penurunan harga dalam jangka pendek pada timeframe daily.

Analisa Fundamental 

Dari sisi fundamental, potensi koreksi USD/JPY pada timeframe daily dipengaruhi oleh mulai terbatasnya ruang penguatan US Dollar setelah reli yang cukup panjang. Pasar mulai melakukan aksi profit taking terhadap USD, terutama setelah harga mendekati area resistance psikologis yang tinggi.

Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve yang berpotensi lebih dovish ke depan apabila data inflasi dan pertumbuhan ekonomi mulai melambat, turut memberikan tekanan pada USD dalam jangka pendek. Hal ini membuat momentum penguatan USD mulai kehilangan tenaga di area harga tinggi.

Di sisi lain, Japanese Yen berpotensi mendapatkan dukungan sebagai aset safe haven, terutama jika terjadi peningkatan ketidakpastian global atau sentimen risk-off di pasar keuangan. Kondisi ini dapat mendorong penguatan sementara terhadap Yen dan memicu koreksi pada USD/JPY.

Selain itu, perbedaan ekspektasi kebijakan moneter antara AS dan Jepang mulai sedikit terkompresi apabila pasar mengantisipasi stabilisasi kebijakan dari Bank of Japan. Hal ini dapat mengurangi tekanan pelemahan Yen secara ekstrem dan membuka peluang koreksi teknikal pada pasangan USD/JPY.

 

EURUSD

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bullish

Timeframe : H4

Pada timeframe H4, EUR/USD tertahan di area support 1.16074 sehingga terjadi false break yang diikuti dengan pembentukan swing low baru. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah dan harga berpotensi mengalami perubahan arah dalam jangka pendek.

Saat ini, pergerakan harga juga mengindikasikan terbentuknya pola Double Bottom, yang merupakan sinyal potensi pembalikan dari bearish ke bullish. Konfirmasi tambahan terlihat dari indikator stochastic yang menunjukkan bullish divergence, yang mengindikasikan bahwa momentum penurunan mulai kehilangan kekuatan.

Dengan kondisi tersebut, EUR/USD berpeluang untuk bergerak naik menuju resistance terdekat di level 1.16591. Apabila level tersebut berhasil ditembus, maka potensi kenaikan lanjutan dapat membawa harga menuju resistance berikutnya di area 1.16945 pada timeframe H4.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi koreksi kenaikan EUR/USD pada timeframe H4 didukung oleh mulai melemahnya US Dollar setelah penguatan sebelumnya yang cukup agresif. Kondisi ini mendorong sebagian pelaku pasar melakukan aksi profit taking terhadap USD, sehingga memberikan ruang bagi Euro untuk mengalami rebound jangka pendek.

Selain itu, pasar juga mulai memperhatikan kemungkinan perubahan ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve, terutama apabila data inflasi dan tenaga kerja Amerika Serikat mulai menunjukkan perlambatan. Hal ini dapat mengurangi tekanan penguatan USD dan membuka peluang penguatan sementara pada EUR/USD.

Di sisi lain, kondisi teknikal yang menunjukkan false break di area support 1.16074 juga sering memicu aksi short covering, yaitu penutupan posisi jual oleh trader yang sebelumnya mengikuti tren bearish. Hal ini dapat memperkuat dorongan kenaikan harga dalam jangka pendek.

Selain itu, sentimen pasar yang mulai stabil juga dapat mengurangi permintaan terhadap USD sebagai aset safe haven. Jika investor mulai kembali ke aset berisiko, Euro berpotensi mendapatkan dukungan tambahan dalam fase koreksi ini.

 

DOW / Dowjones

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bullish

Timeframe : Daily

Pada timeframe daily, indeks Dow Jones Industrial Average kembali mengalami rejection di area dynamic support yang dibentuk oleh Moving Average (MA) 21 dan 50. Rejection tersebut memicu terbentuknya candlestick bullish engulfing yang mengindikasikan adanya potensi pembalikan arah sementara ke sisi bullish.

Secara teknikal, kondisi ini membuka peluang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat yang saat ini berada di level 51.012 sebagai target price. Selain itu, struktur pergerakan harga menunjukkan adanya respons positif dari area support dinamis, yang mengindikasikan bahwa buyer mulai kembali mendominasi dalam jangka pendek.

Konfirmasi tambahan juga terlihat dari indikator stochastic yang berpotensi bergerak menuju area overbought (jenuh beli), sejalan dengan pergerakan candlestick yang mengarah ke momentum bullish. Hal ini memperkuat potensi kenaikan lanjutan pada timeframe daily selama tidak terjadi rejection kembali di area resistance terdekat.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi penguatan Dow Jones Industrial Average pada timeframe daily didukung oleh membaiknya sentimen pasar terhadap aset berisiko. Investor mulai kembali masuk ke pasar saham setelah tekanan jual sebelumnya mereda, yang mendorong terjadinya rebound di beberapa sektor utama indeks.

Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level stabil dalam jangka pendek turut memberikan dukungan terhadap pasar ekuitas. Ketika tidak ada kejutan hawkish tambahan, pelaku pasar cenderung melakukan risk-on dan kembali membeli saham-saham indeks utama seperti Dow Jones.

Di sisi lain, penurunan tekanan pada imbal hasil obligasi AS juga membantu meningkatkan daya tarik pasar saham. Ketika yield mulai stabil atau melemah, investor lebih cenderung mengalihkan dana dari aset aman ke aset berisiko yang memiliki potensi return lebih tinggi.

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.