English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Sentimen Damai AS-Iran Menguat, Bursa Asia Bersiap Menghijau

Bloomberg Technoz · 1 Views

Bloomberg Technoz, Bursa saham Asia diperkirakan bakal melaju ke zona hijau pada perdagangan hari Kamis (21/5). Sentimen positif ini mengekor penguatan Wall Street yang mencerminkan optimisme terhadap perkembangan negosiasi antara AS dan Iran. Di sisi lain, saham Nvidia Corp sempat bergerak fluktuatif di tengah respons pasar yang cenderung biasa saja terhadap lonjakan penjualan pusat data mereka.

Kontrak berjangka (futures) indeks ekuitas untuk Australia, Jepang, dan Korea Selatan kompak dibuka menguat pada pagi ini. Pergerakan tersebut mengikuti performa solid bursa AS pada hari Rabu, di mana indeks S&P 500 melesat 1,1% sekaligus menghentikan tren pelemahan dalam tiga hari beruntun. Sektor teknologi menjadi motor utama penguatan dengan indeks Nasdaq 100 yang melambung hingga 1,7%. Meski demikian, kontrak berjangka saham AS terpantau sedikit terkoreksi pada awal perdagangan di Asia.

Membaiknya sentimen pasar turut mendongkrak harga obligasi seiring meredanya kekhawatiran inflasi akibat penurunan harga minyak mentah. Obligasi Pemerintah AS (Treasury) mencatatkan keuntungan di semua tenor, sementara indeks dolar AS bergerak turun tipis dan harga emas merangkak naik. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) dan Brent bahkan ditutup anjlok lebih dari 5% pada perdagangan Rabu kemarin.

Presiden AS Donald Trump mengatakan negaranya berada pada “tahap akhir” pembicaraan dengan Iran, sehingga memunculkan harapan akan segera pulihnya aliran energi melalui Selat Hormuz yang strategis. Trump juga menyatakan bahwa kesepakatan akan tercapai atau “kami akan melakukan beberapa hal yang agak tidak menyenangkan, tetapi semoga itu tidak terjadi,” menurut laporan White House pool.

 Grafik pergerakan minyak dunia. (Sumber: Bloomberg)

Iran disebut tengah meninjau rancangan terbaru proposal AS sebagai tanggapan atas proposal 14 poin dari Teheran dan belum memberikan jawaban resmi, menurut laporan Tasnim. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menulis di platform X bahwa Iran telah “mengeksplorasi setiap jalan untuk menghindari perang,” serta menambahkan bahwa “semua jalur tetap terbuka dari pihak kami.”

“Semua orang ingin situasi ini berakhir, tetapi sejauh ini negosiasi masih terpaut jauh pada isu-isu utama, dengan kedua pihak sama-sama berharap pihak lain yang lebih dulu mengalah,” kata analis senior Louis Navellier. “Bahkan jika kesepakatan tercapai, mungkin butuh waktu untuk memastikan bahwa kesepakatan itu tidak dilanggar agar situasi benar-benar kembali normal.”

Sementara itu, proyeksi terbaru Nvidia memperkirakan penjualan selama tiga bulan hingga Juli akan mencapai sekitar US$91 miliar, lebih tinggi dibandingkan rata-rata estimasi analis sebesar US$87 miliar berdasarkan data Bloomberg. Perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia itu juga meningkatkan imbal hasil kepada pemegang saham dengan menaikkan dividen kuartalan menjadi 25 sen per saham dari sebelumnya 1 sen. Nvidia juga mengumumkan pembelian kembali saham senilai US$80 miliar.

“Nvidia kembali mencatat kinerja di atas ekspektasi, tetapi pada titik ini pasar pada dasarnya sudah memperhitungkan hal itu karena perusahaan terus melampaui target dari kuartal ke kuartal,” kata analis Emarketer Jacob Bourne dalam sebuah catatan. “Pertanyaan yang masih tersisa adalah apakah Nvidia mampu meyakinkan investor bahwa pembangunan infrastruktur AI memiliki daya tahan hingga 2027 dan 2028.”

Saham-saham produsen cip diperkirakan tetap menjadi sorotan di Asia, terutama setelah Samsung Electronics Co mencapai kesepakatan pada menit-menit terakhir dengan serikat pekerjanya untuk mencegah aksi mogok yang berpotensi melumpuhkan operasional perusahaan dan dijadwalkan dimulai Kamis.

Di pasar obligasi, Treasury AS reli pada Rabu sehingga imbal hasil turun di seluruh tenor, seiring optimisme atas negosiasi AS-Iran yang membantu meredakan tekanan jual di pasar obligasi senilai US$31 triliun tersebut sejak akhir Februari.

Pelaku pasar juga mulai mengurangi taruhan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga hingga akhir tahun. Meski demikian, mereka masih memperkirakan langkah berikutnya dari bank sentral AS adalah kenaikan suku bunga, berbeda dengan ekspektasi beberapa kali pemangkasan sebelum AS menyerang Iran pada akhir Februari.

Meski pasar saham menguat pada Rabu, pelaku pasar mengingatkan bahwa ini bukan kali pertama optimisme muncul tanpa adanya tanda nyata kemajuan dalam negosiasi AS-Iran.

“Saya ingin percaya ini, tetapi mari jujur saja: sudah berapa kali kita mendengar hal seperti ini sebelumnya?” kata Kepala Ekonom Bank of Nassau 1982, Win Thin, menanggapi pernyataan Trump.