English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Dolar AS Stabil, Yen Jepang Melemah Meski Ekonomi Jepang Tumbuh Kuat

Geraldo Kofit · 1 Views

Nilai dolar Amerika Serikat bergerak stabil setelah gejolak di pasar obligasi mulai mereda. Sementara itu, yen Jepang justru melemah meskipun data terbaru menunjukkan ekonomi Jepang tumbuh lebih baik dari perkiraan pada kuartal pertama tahun ini.

Pelemahan yen terjadi karena investor masih khawatir terhadap dampak kenaikan harga energi dan ketegangan geopolitik global, terutama konflik terkait Iran. Kondisi tersebut membuat pasar memperkirakan bank sentral di berbagai negara, termasuk Jepang dan Amerika Serikat, kemungkinan akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menekan inflasi.

Di sisi lain, pasar juga mencermati kemungkinan intervensi pemerintah Jepang jika nilai yen terus melemah mendekati level kritis terhadap dolar AS. Situasi ini membuat pergerakan mata uang global tetap penuh tekanan dan ketidakpastian.

Calendar:

Calendar 5 May (1).png

WTI / OIL

image.png

Analisa Teknikal

Trend :  Bearish

Timeframe : H4

West Texas Intermediate (WTI) pada timeframe H4 menunjukkan tanda-tanda pelemahan setelah harga ditutup di bawah area tren bullish yang sebelumnya cukup kuat. Secara teknikal, pergerakan harga membentuk pola Double Top, yang menjadi sinyal potensi pembalikan arah dari bullish menjadi bearish.

Selain itu, harga juga mengalami false break di area resistance 108 hingga 109, yang menandakan kegagalan buyer dalam mempertahankan momentum kenaikan. Kondisi tersebut memicu tekanan jual yang cukup tajam hingga harga pada perdagangan pagi ini kembali dibuka di area 103.

Dengan terbentuknya pola Double Top tersebut, WTI berpotensi melanjutkan penurunan menuju support terdekat di level 102. Apabila tekanan bearish masih berlanjut, maka peluang penurunan berikutnya dapat membawa harga menuju support di level 99.36. Struktur pergerakan harga saat ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih cukup dominan dan potensi pelemahan lanjutan masih perlu diwaspadai pada timeframe H4.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi pelemahan West Texas Intermediate (WTI) pada timeframe H4 dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap perlambatan permintaan energi global. Ketika prospek pertumbuhan ekonomi dunia mulai melemah, investor cenderung memperkirakan konsumsi minyak akan menurun, sehingga memberikan tekanan terhadap harga minyak mentah.

Selain itu, aksi profit taking juga mulai meningkat setelah reli kenaikan sebelumnya gagal mempertahankan momentum bullish di area resistance 108 hingga 109. Kegagalan breakout tersebut memicu perubahan sentimen pasar jangka pendek dan mendorong tekanan jual yang lebih agresif.

Di sisi lain, penguatan US Dollar turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga minyak. Karena minyak diperdagangkan menggunakan USD, penguatan Dolar AS membuat harga minyak menjadi lebih mahal bagi negara pengguna mata uang lain, yang berpotensi menekan permintaan global.

Pasar juga mulai memperhatikan kemungkinan peningkatan pasokan minyak dari negara produsen maupun perubahan kebijakan produksi dari OPEC+. Jika suplai meningkat di tengah kekhawatiran perlambatan permintaan, maka tekanan bearish terhadap WTI dapat semakin besar.

Selain itu, sentimen risk-off di pasar global membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset berbasis komoditas. Kondisi ini sejalan dengan sinyal teknikal yang menunjukkan pola Double Top dan false break pada area resistance penting di timeframe H4.

 

USDJPY

image.png

Analisa Teknikal

Trend :  Bullish

Timeframe : Daily

Pada timeframe daily, pasangan USD/JPY masih menunjukkan potensi kenaikan yang cukup kuat. Secara teknikal, harga terlihat telah menyelesaikan fase secondary trend dan berpeluang melanjutkan tren bullish utama yang masih dominan hingga saat ini.

Salah satu faktor pendukung kenaikan tersebut adalah terbentuknya pola Double Bottom, yang menjadi sinyal bullish dan hingga saat ini belum menunjukkan adanya false break. Kondisi ini membuka peluang bagi harga untuk melakukan breakout pada area resistance kuat di level 160.475. Apabila level tersebut berhasil ditembus, maka potensi kenaikan lanjutan diperkirakan akan semakin besar dengan target resistance baru yang dapat diukur menggunakan Fibonacci Extension hingga rasio 161.8.

Selain itu, indikator Moving Average dan stochastic juga masih menunjukkan arah penguatan yang signifikan, sehingga memperkuat momentum bullish dan mendukung peluang kenaikan harga lebih lanjut pada USD/JPY.

Analisa Fundamental 

Dari sisi fundamental, potensi penguatan USD/JPY pada timeframe daily didukung oleh kuatnya US Dollar di tengah ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama. Selama data ekonomi Amerika Serikat tetap solid, terutama dari sektor tenaga kerja dan inflasi, USD cenderung tetap mendapatkan dukungan kuat di     pasar global.

Di sisi lain, Japanese Yen masih berada dalam tekanan akibat kebijakan moneter Bank of Japan yang relatif longgar dibandingkan bank sentral utama lainnya. Perbedaan suku bunga antara AS dan Jepang membuat investor lebih tertarik pada aset berbasis USD, sehingga mendukung penguatan USD/JPY.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga turut memperkuat permintaan terhadap USD. Selama yield obligasi AS tetap tinggi, arus dana global cenderung masuk ke aset Dolar AS dan memberikan dorongan tambahan bagi tren bullish USD/JPY. Sentimen pasar yang masih cenderung risk-on juga membuat Yen sebagai aset safe haven menjadi kurang diminati. Kondisi ini semakin memperbesar peluang kenaikan USD/JPY, terutama setelah harga menunjukkan pola Double Bottom dan masih berada dalam struktur bullish yang kuat.

 

EURUSD

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bearish

Timeframe : Daily

Pada timeframe daily, pasangan EUR/USD masih menunjukkan potensi pelemahan harga lanjutan. Sebelumnya, harga sempat membentuk secondary trend sebagai fase koreksi kenaikan, namun pergerakan tersebut kembali tertahan oleh dynamic resistance yang dibentuk oleh Moving Average (MA) 21 dan 50.

Penolakan di area resistance tersebut menyebabkan harga kembali membentuk swing high baru dengan puncak yang lebih rendah dibandingkan sebelumnya, yang mengindikasikan bahwa tekanan bearish masih tetap dominan.

Selain itu, jika diperhatikan pada timeframe daily, struktur harga juga membentuk pola Drop Base Drop, yang merupakan pola continuation bearish dan menandakan potensi penurunan harga lebih lanjut Dengan kondisi tersebut, EUR/USD berpeluang melanjutkan pelemahan menuju area support terdekat, seiring masih kuatnya tekanan jual dan belum adanya tanda pembalikan arah yang signifikan pada timeframe daily.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi pelemahan EUR/USD pada timeframe daily masih didukung oleh kuatnya US Dollar di tengah ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Selama data ekonomi Amerika Serikat tetap solid, terutama dari sektor tenaga kerja dan inflasi, USD masih cenderung mendapatkan    dukungan    kuat    di    pasar    global.

Di sisi lain, kawasan Eropa masih menghadapi tantangan perlambatan pertumbuhan ekonomi dan lemahnya aktivitas sektor manufaktur. Kondisi tersebut membuat pasar mulai memperkirakan bahwa European Central Bank akan lebih berhati-hati dalam mempertahankan kebijakan moneter agresif, sehingga membatasi ruang penguatan Euro. Selain itu, meningkatnya sentimen risk-off di pasar global turut mendorong investor mencari aset safe haven seperti USD. Hal ini memberikan tekanan tambahan terhadap EUR/USD, terutama setelah harga gagal mempertahankan momentum koreksi kenaikan dan  kembali tertahan di area dynamic resistance Moving  Average  21  dan  50.

Tekanan jual juga diperkuat oleh aksi pasar yang masih melihat struktur bearish pada EUR/USD sebagai tren utama. Pola teknikal Drop Base Drop yang terbentuk pada timeframe daily semakin memperkuat pandangan bahwa tekanan bearish masih dominan dan potensi penurunan lebih lanjut masih terbuka.

Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, secara fundamental EUR/USD masih memiliki peluang untuk melanjutkan pelemahan, sejalan dengan sinyal teknikal yang menunjukkan dominasi bearish dan potensi penurunan menuju area support berikutnya pada timeframe daily.

 

DOW / Dowjones

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bearish

Timeframe : Daily

Pada timeframe daily, indeks Dow Jones Industrial Average menunjukkan tekanan penurunan yang cukup signifikan. Secara teknikal, harga sempat mengalami rejection pada area dynamic support yang dibentuk oleh Moving Average (MA) 21 dan 50. Namun, pantulan tersebut belum mampu menembus level high sebelumnya, sehingga harga kembali membentuk lower high yang mengindikasikan tekanan bearish masih dominan.

Selain itu, struktur pergerakan harga juga membentuk pola Rising Wedge Pattern, yang merupakan salah satu pola reversal bearish dan sering muncul di area resistance. Kondisi ini memperkuat potensi terjadinya pembalikan arah setelah tren kenaikan sebelumnya mulai melemah.

Konfirmasi tambahan terlihat dari indikator stochastic pada timeframe daily yang menunjukkan bearish divergence, menandakan momentum kenaikan mulai kehilangan kekuatan. Dengan kombinasi sinyal tersebut, Dow Jones berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support terdekat di level 49.145, dengan target support berikutnya di area 48.599 apabila tekanan jual terus berlanjut.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi pelemahan pada Dow Jones Industrial Average dipengaruhi oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih ketat. Investor masih memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama apabila inflasi belum menunjukkan penurunan yang konsisten. Kondisi ini membuat pelaku pasar lebih berhati-hati terhadap aset berisiko seperti saham.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS juga memberikan tekanan pada pasar ekuitas. Ketika yield obligasi meningkat, investor cenderung mengalihkan sebagian dana dari pasar saham ke instrumen pendapatan tetap yang dianggap lebih aman dan stabil.

Di sisi lain, munculnya kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global serta potensi penurunan laba perusahaan turut menekan sentimen pasar. Jika data ekonomi mulai menunjukkan pelemahan pada sektor konsumsi, manufaktur, atau tenaga kerja, maka tekanan jual pada indeks saham AS dapat semakin besar.

Aksi profit taking juga mulai terlihat setelah reli kenaikan Dow Jones sebelumnya gagal mencetak level tertinggi baru. Hal ini sejalan dengan kondisi teknikal yang menunjukkan pembentukan lower high, pola Rising Wedge, serta bearish divergence pada indikator stochastic

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.