

Market Analysis
Permintaan Emas Batangan-Koin Q1-2026 Naik 42%, China Terbesar

Bloomberg Technoz, Jakarta - Permintaan emas batangan dan koin mencatatkan penguatan yang cukup signifikan di kuartal I-2026. World Gold Council mencatat, kenaikan logam mulia tersebut tercatat sebesar 42% secara year-on-year di sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026 atau sebesar 474 ton.
Sementara itu apabila dilihat secara nilai, permintaan emas batangan dan koin mencatatkan kenaikan sebesar 142% secara year-on-year atau senilai US$74 miliar.
“Permintaan terbesar emas batangan dan koin berasal dari China dan India yang sama-sama mencatatkan permintaan kuartal pertama yang sangat kuat. China naik 67% secara yoy, sementara India naik 34% secara yoy,” kata Shaokai Fan Head of Asia Pacific (ex-China) and Global Head of Central Banks, World Gold Council, Rabu (13/5/2026).
Sebagai informasi permintaan emas batangan dan koin di China mencapai 207 ton secara year-on-year, sementara permintaan emas di India tercatat sebesar 62 ton.Sementara itu permintaan emas Uni Eropa juga mencatatkan kenaikan 50% yoy menjadi sebesar 41 ton, Korea Selatan naik 80% yoy menjadi 12,5 ton, Amerika Serikat naik 14% yoy menjadi 18 ton.
Sementara itu, Indonesia mencatatkan permintaan emas yang cukup tinggi yakni sebesar 23,6 ton di kuartal I-2026 atau naik sebesar 47% secara yoy.
“Ini merupakan salah satu kuartal terkuat yang pernah kami lihat untuk permintaan emas batangan dan koin di Indonesia,” kata Shaokai.
Sebahai informasi, permintaan emas dunia mencatatkan kenaikan sebesar 2% secara year-on-year di kuartal I-2026 di tengah tingginya tensi geopolitik dan volatilitas pasar.
Meski demikian apabila dilihat dari sisi nilai pembelian emas, angkanya justru melonjak 74% dibandingkan tahun sebelumnya atau sebesar US$193 miliar. Di kuartal I-2026, permintaaan emas mencapai 1.231 ton, termasuk dengan permintaan Over The Counter (OTC).

