English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Demi Amankan Stok Energi, Irak dan Pakistan "Izin" ke Iran untuk Lewati Selat Hormuz

KOMPAS · 1 Views

BAGHDAD, KOMPAS.com – Irak dan Pakistan dilaporkan mencapai kesepakatan khusus dengan Iran untuk pengiriman minyak mentah dan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) melalui Selat Hormuz. 

Langkah ini menjadi bukti kemampuan Teheran dalam mengendalikan arus energi global di tengah blokade dan konflik yang sedang berlangsung.

Kabar tersebut diwartakan oleh Reuters dengan mengutip lima sumber yang memahami masalah tersebut.

Kesepakatan ini muncul saat perang Iran akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari telah memangkas ekspor energi dari Timur Tengah yang melintasi Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan selat sempit yang memasok 20 persen kebutuhan minyak mentah dan LNG dunia.

Meskipun AS telah memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran dalam beberapa pekan terakhir, strategi Teheran kini dilaporkan telah bergeser.

"Iran telah beralih dari memblokade Hormuz menjadi mengendalikan akses ke sana. Hormuz bukan lagi rute transit netral, melainkan koridor yang dikendalikan," ujar Claudio Steuer dari Oxford Institute for Energy Studies, sebagaimana dilansir Reuters, Selasa (12/5/2026).

Sebagai salah satu produsen yang paling terdampak oleh penutupan selat, Irak sangat bergantung pada jalur ini. Pendapatan minyak menyumbang 95 persen dari anggaran negara mereka.

Dalam kesepakatan yang sebelumnya tidak terpublikasi, Baghdad berhasil mengamankan jalur aman bagi dua kapal tanker minyak raksasa (VLCC).

Kedua kapal tersebut masing-masing membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah pada Minggu (10/5/2026).

Seorang pejabat kementerian minyak Irak menyatakan, pemerintah saat ini sedang berupaya mendapatkan persetujuan Iran untuk lebih banyak transit di masa mendatang.

"Irak adalah sekutu dekat Iran, dan setiap penurunan ekonomi Irak juga akan merusak kepentingan ekonomi Iran di negara tersebut," kata pejabat tersebut kepada Reuters.

Untuk memfasilitasi transit ini, tim khusus di kementerian minyak Irak memberikan informasi rinci kepada otoritas Iran mengenai kapal-kapal yang lewat.

Informasi tersebut meliputi tujuan, detail pengiriman, kepemilikan, hingga spesifikasi kargo guna menghindari insiden di bawah pengawasan pasukan angkatan laut Iran.

Selain Irak, Pakistan juga menempuh jalur serupa. Dua kapal tanker yang memuat LNG dari Qatar dilaporkan sedang menuju Pakistan menyusul kesepakatan bilateral terpisah antara Islamabad dan Teheran.