

Market Analysis
Harga Emas Cetak Rekor Lagi, tapi Saham Produsen Emas Melempem

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kenaikan harga emas dunia di pasar spot tak berhenti mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH). Namun ironisnya performa saham–saham produsen dan/atau penambang emas di Indonesia tidak ikut terangkat tinggi.
Dalam pantauan, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) salah satunya, harganya justru melemah 0,51% ke posisi Rp3.980/saham pada perdagangan pagi hari Selasa (20/1/2026).
Saham barang baku, yang menggawangi sejumlah saham emas juga tertekan 0,05%, atau jadi salah satu yang paling dalam pelemahannya pada perdagangan Selasa hari ini. Bersanding dengan saham–saham transportasi yang melemah 0,09%.
Adapun pada perdagangan hari ini, saham emiten emas di BEI mengalami pelemahan di zona merah yang berseberangan jauh dengan harga emas dunia yang melesat hingga berhasil pecah rekor harga tertinggi sepanjang masa hingga menyentuh level US$4.689,15/troy ounce di intraday, dan saat ini diperdagangkan di rentang US$4.670,89/troy ounce.Dalam sehari saja, harga emas berhasil menguat mencapai 1,54%. Sementara sepanjang 2026, harga emas sudah melonjak nyaris 8%. Melanjutkan tren bullish tahun lalu di mana harga sang logam mulia melesat lebih dari 60%
Kenaikan harga emas dunia didorong oleh kegelisahan atas meningkatnya ketidakpastian global. Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, ambisi Presiden Donald Trump untuk merebut dan menguasai Greenland bisa membuat hubungan Negeri Adikuasa dengan negara-negara di Eropa bercelah.
Trump mengancam bakal menerapkan tarif bea masuk 10% atas produk delapan negara Eropa yang akan masuk AS yaitu Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Kebijakan ini berlaku mulai 1 Februari dan tarif akan naik menjadi 25% pada Juni.
Delapan negara tersebut diganjar oleh Trump karena menentang rencananya mengincar Greenland. Eropa pun tidak tinggal diam.
“Kebijakan tarif ini akan mempengaruhi hubungan trans-Atlantik dan sangat berisiko. Eropa akan tetap bersatu, terkoordinasi, dan berkomitmen terhadap kedaulatannya,” tegas Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Uni Eropa, seperti diberitakan Bloomberg News.
Emas adalah aset yang dipandang aman (Safe Haven). Permintaan emas cenderung naik saat terjadi ketidakpastian, termasuk persoalan geopolitik dan ekonomi.
Berikut pergerakan saham emas pada perdagangan Sesi I pagi ini, Selasa (20/1/2026) berdasarkan data Bloomberg,
- PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) turun 1,61% di posisi Rp610
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) turun 1,17% di posisi Rp2.530
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turun 0,78% di posisi Rp1.890
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 0,51% di posisi Rp3.980
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turun 0,41% di posisi Rp1.225
- PT Medco Energy Tbk (MEDC) flat dan stagnan di posisi Rp1.480
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menguat 1,81% di posisi Rp5.600
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 0,65% ke posisi Rp3.080
Padahal sejatinya kenaikan harga emas ini bisa mendatangkan keuntungan untuk emiten–emiten pertambangan yang terkait dengan emas. Utamanya bagi mereka yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia. Baik secara langsung atau tidak, nantinya akan ikut meningkatkan nominal pendapatan emiten emas.
Dalam jangka menengah, harga maupun permintaan emas masih berpeluang melanjutkan tren kenaikan kedepannya, juga sejalan dengan opsi negara Eropa yang akan membalas dengan mengenakan pungutan terhadap impor asal AS senilai EUR93 miliar.
Jika mencermati terhadap kacamata analisis teknikal, dengan time frame daily, ada kemungkinan harga bisa naik lagi menuju US$4.690. Apabila level resistance ini berhasil break dengan volume yang tinggi, maka resistance potensial harga emas selanjutnya menuju US$ 4.700 sampai dengan US$4.710/troy ounce.
Emas mantap di zona Bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 70.
Namun perlu diperhatikan, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah menyentuh 94. Sudah di atas 80, tergolong jenuh beli (Overbought).
Oleh karena itu, risiko koreksi harga emas pun ikut meningkat (High Risk). Cermati pivot point di US$4.660. Jika tertembus, target support terdekat ada di rentang US$4.640 sampai dengan US$4.600/troy ounce.

