English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Mahir Analisa Saham untuk Sukses Investasi di 2026

Beladdina Annisa · 1.3M Views

Mahir Analisa Saham untuk Sukses Investasi di 2026

Memasuki tahun 2026, dunia investasi menghadapi perubahan yang dinamis. Gejolak ekonomi global, teknologi yang terus berkembang, serta perubahan regulasi menuntut para investor untuk lebih cermat dalam mengambil keputusan. 

Di sinilah pentingnya kemampuan analisa saham, bukan hanya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai fondasi untuk meraih kesuksesan investasi jangka panjang. Artikel ini akan membimbing Anda memahami berbagai aspek analisa saham, mulai dari dasar-dasar hingga pendekatan lanjutan yang sesuai dengan kondisi pasar tahun 2026. 

Apa Itu Analisa Saham dan Mengapa Penting di Tahun 2026?

Analisa saham adalah proses mengevaluasi nilai suatu saham berdasarkan data finansial dan teknikal untuk menentukan apakah saham tersebut layak untuk dibeli, dijual, atau ditahan. Dalam menghadapi ketidakpastian tahun 2026, kemampuan ini menjadi senjata utama investor agar tidak terjebak spekulasi.

Dengan analisa yang tepat, investor dapat memetakan peluang dan risiko dengan lebih objektif, serta mengambil keputusan berbasis data, bukan emosi.

Apa Perbedaan Analisa Fundamental dan Teknikal?

Analisis fundamental memberi gambaran besar tentang nilai dan prospek bisnis, sementara analisis teknikal membantu memahami pergerakan harga berdasarkan data historis. Berikut perbedaan keduanya:

1. Analisa Fundamental

Analisa fundamental fokus pada aspek keuangan perusahaan dan kondisi makroekonomi. Beberapa indikator penting yang perlu Anda perhatikan adalah laporan keuangan (balance sheet), laporan laba rugi (income statement), dan arus kas (cashflow). 

  • Laporan keuangan

Laporan keuangan bbca
Gambar: Laporan keuangan Bank BCA (bca.co.id)

Laporan keuangan adalah dokumen terstruktur berisi catatan informasi keuangan suatu perusahaan atau entitas dalam periode tertentu, berisi posisi keuangan (aset, liabilitas, ekuitas), kinerja (pendapatan, beban, laba rugi), dan arus kas, serta berfungsi sebagai alat penting untuk pengambilan keputusan. Laporan ini digunakan untuk menilai kesehatan finansial dan akuntabilitas dari sebuah perusahaan.

  • Rasio keuangan (PER, PBV, ROE)

Rasio keuangan PER (Price Earning Ratio), PBV (Price to Book Value), dan ROE (Return on Equity) adalah metrik penting untuk menilai harga saham apakah undervalue atau overvalue, sehingga layak dibeli atau tidak, dimana:

  1. PER mengukur harga saham relatif terhadap laba per saham (tinggi = mahal).
  2. PBV mengukur harga saham relatif terhadap nilai buku per saham (murah biasanya <1).
  3. ROE mengukur profitabilitas perusahaan dari modal pemegang saham (tinggi = efisien). 

Perbedaan

PER 

PBV 

ROE 

Definisi

Rasio yang membandingkan harga pasar saham saat ini dengan laba bersih per saham (EPS) perusahaan.

Rasio yang membandingkan harga pasar saham dengan nilai buku per saham (ekuitas per lembar saham).

Rasio profitabilitas yang mengukur seberapa efektif perusahaan menghasilkan laba dari modal pemegang saham (ekuitas).

Fungsi

Menunjukkan berapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap Rp1 laba yang dihasilkan perusahaan.

Mengukur apakah harga saham lebih rendah atau lebih tinggi dari nilai aset bersih perusahaan.

Laba Bersih / Ekuitas.

Interpretasi

PER tinggi menunjukkan saham mahal (overvalued), PER rendah bisa berarti murah (undervalued) atau ada masalah fundamental.

PBV < 1 sering dianggap murah (undervalued), tetapi perlu analisis lebih lanjut. PBV > 1 berarti harga lebih tinggi dari nilai buku, umum pada perusahaan baik.

ROE tinggi (misalnya >15-20%) menunjukkan perusahaan efisien dan menguntungkan. ROE di bawah bunga deposito mungkin lebih baik didepositokan.

trading Demo Aman-min

  • Prospek industri dan manajemen

Prospek industri dan manajemen adalah elemen kunci analisis fundamental untuk menilai nilai intrinsik saham jangka panjang, di mana analisis industri melihat tren, persaingan, dan regulasi sektor untuk menemukan sektor yang menjanjikan, sementara analisis manajemen menilai kompetensi, reputasi, strategi, dan kinerja tim pengelola untuk memastikan perusahaan dipimpin dengan baik, yang bersama-sama membantu investor memprediksi potensi pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan di masa depan.

 

Analisis Industri

Analisis Manajemen

Tujuan

Memahami lingkungan bisnis tempat perusahaan beroperasi dan mengidentifikasi sektor dengan prospek cerah atau suram.

Menilai kualitas dan kompetensi tim manajemen yang menggerakkan perusahaan.

Faktor yang dinilai

  • Tren dan dinamika: Siklus industri (komoditas vs teknologi), inovasi, dan adopsi pasar.
  • Faktor eksternal: Permintaan pasar, persaingan, regulasi, dan sentimen global.
  • Posisi perusahaan: Menilai posisi kompetitif perusahaan dalam industrinya.
  • Kompetensi dan kinerja
  • Reputasi
  • Strategi
  • Kebijakan
  • Pemegang Saham Pengendali 

Kedua analisis ini merupakan bagian dari pendekatan "top-down" dalam analisis fundamental, setelah analisis ekonomi makro dan sebelum analisis perusahaan lebih spesifik.

Memahami prospek industri dan kualitas manajemen membantu investor memprediksi kinerja masa depan, menentukan nilai wajar saham, dan mengurangi risiko, sehingga mendukung keputusan investasi jangka panjang

2. Analisa Teknikal

indikator MACD
Gambar: Candlestick teknikal dari trading view

Analisa trading berbasis pada grafik harga saham dan volume transaksi. Beberapa indikator teknikal populer:

  • Moving Average

Adalah indikator analisis teknikal yang menghitung rata-rata harga aset selama periode tertentu, sehingga membantu melihat arah pergerakan harga jangka panjang dengan menyaring kebisingan (noise) harga harian.

  • RSI (Relative Strength Index)

Adalah indikator momentum teknikal yang mengukur kecepatan dan perubahan pergerakan harga, membantu trader mengidentifikasi kondisi jenuh beli (overbought) (di atas 70) atau jenuh jual (oversold) (di bawah 30), serta potensi pembalikan tren, dengan nilai antara 0-100, biasanya dihitung per 14 periode.

  • MACD (Moving Average Convergence Divergence)

Adalah indikator analisis teknikal yang digunakan trader untuk mengidentifikasi tren dan momentum pergerakan harga saham atau aset lainnya, menunjukkan hubungan antara dua exponential moving average (EMA) harga, yaitu garis MACD dan garis sinyal, yang membantu melihat sinyal beli/jual melalui persilangan garis atau posisi terhadap garis nol.

Baca juga: Analisa Fundamental Saham vs Forex, Apa Bedanya?

Wthdraw 100_-min

Bagaimana Cara Memulai Analisa Saham Bagi Pemula?

Jika Anda baru memulai menganalisa saham, ikuti langkah-langkah berikut agar potensi keuntungan semakin besar:

  1. Pelajari Laporan Keuangan Dasar

Baca laporan keuangan dari saham yang ingin Anda investasikan, fokus pada pendapatan, laba bersih, dan utang perusahaan. Selain itu, gunakan beberapa indikator seperti PER, PBV, dan ROE sehingga menghindari investasi seperti membeli kucing dalam karung, dimana Anda tidak tahu apa yang Anda beli.

  1. Gunakan Aplikasi Saham Lokal

Seperti RTI Business atau Stockbit untuk akses data fundamental dan grafik. Selain saham lokal, Anda juga bisa mulai berinvestasi pada saham US atau US Stocks, baik memiliki kepemilikan saham atau kontrak derivatif (CFD), seperti CFD AAPL atau CFD TSLA.

Perbedaan CFD dan US Stocks adalah kepemilikan, dimana CFD tanpa memiliki aset riil sedangkan US Stocks memberikan kepemilikan saham perusahaan, sehingga CFD tidak bisa dijadikan aset jangka panjang.

Gemini_Generated_Image_gszvahgszvahgszv
Gambar: Perbedaan CFD vs US Stocks

  1. Ikuti Webinar atau Pelatihan Gratis

Banyak tersedia pelatihan dari komunitas investor atau sekuritas sehingga meningkatkan literasi terkait saham. Anda juga bisa mengikuti edukasi dari Dupoin Futures, untuk mendapatkan pemahaman terkait CFD US Stocks dan instrumen komoditas lainnya, seperti Forex maupun Gold (XAUUSD).

  1. Latihan dengan Virtual Trading

Gunakan akun simulasi untuk mengasah kemampuan tanpa risiko uang nyata. Dupoin menyediakan akun simulasi yang disebut demo akun untuk para pemula yang ingin mencoba beradaptasi dengan lingkungan trading, seperti entry, exit, SL, TP, candlesticks, dan lainnya, sebelum memasuki market riil. 

Pada virtual akun trading komoditas atau akun demo, Anda tidak perlu memperhatikan indikator fundamental saham, seperti PE, PBV, atau ROE, namun teknikal dan berita update.


Gambar: Virtual akun Dupoin

Apa Saja Indikator Saham yang Wajib Dipahami?

Indikator utama dalam analisa saham lokal, antara lain:

  • PER (Price to Earnings Ratio): Mengukur valuasi saham terhadap laba.
  • PBV (Price to Book Value): Menilai seberapa wajar harga saham terhadap nilai bukunya.
  • ROE (Return on Equity): Efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal.
  • EPS (Earnings per Share): Laba bersih dibagi jumlah saham beredar.
  • RSI & MACD: Indikator teknikal untuk mengukur kekuatan tren dan potensi pembalikan arah harga.

Namun, jika Anda ingin trading menggunakan instrumen CFD US Stocks, maka indikator teknikal perlu dikuasai. Anda bisa membaca Strategi Trading Menggunakan 3 Indikator RSI, MACD, dan Stochastic

Bagaimana Menganalisa Perusahaan Potensial di Tengah Ketidakpastian Ekonomi 2026?

Ketidakpastian ekonomi global yang diproyeksikan berlanjut hingga tahun 2026 memerlukan pendekatan analisis investasi yang lebih defensif dan selektif. Berikut adalah elaborasi mendalam dari strategi yang telah disebutkan:

1. Pilih Sektor Tahan Krisis (Defensive Sectors)

Di tengah fluktuasi ekonomi, permintaan untuk barang dan jasa tertentu cenderung lebih stabil karena bersifat esensial.

  • Sektor Konsumer Primer (Consumer Staples)

Sektor ini mencakup perusahaan yang memproduksi barang kebutuhan sehari-hari (makanan, minuman, produk kebersihan, dll.). Permintaan akan barang-barang ini tidak elastis terhadap perubahan pendapatan.

Cari perusahaan dengan brand loyalty yang kuat dan jaringan distribusi yang luas, memungkinkan mereka mempertahankan volume penjualan bahkan saat daya beli masyarakat menurun.

  • Sektor Kesehatan (Healthcare)

Layanan kesehatan, farmasi, dan peralatan medis adalah kebutuhan yang terus meningkat, tidak peduli kondisi ekonomi. Sektor ini sering kali didukung oleh faktor demografi (populasi menua).

Fokus pada perusahaan dengan paten yang kuat, pipeline obat yang menjanjikan, atau penyedia layanan esensial yang memiliki kontrak jangka panjang.

  • Sektor Infrastruktur dan Utilitas (Infrastructure & Utilities)

Perusahaan penyedia listrik, air, gas, dan telekomunikasi memiliki arus kas yang stabil karena operasinya bersifat monopoli atau diatur (regulasi). Perhatikan kebijakan tarif dan regulasi pemerintah. Keuntungan mereka lebih dapat diprediksi karena permintaan cenderung tetap stabil.

Baca juga: 18 Rekomendasi Aplikasi Trading Terbaik 2025 dan Terdaftar OJK!

2. Perhatikan Cash Flow dan Beban Utang (Financial Resilience)

Ketahanan finansial adalah kunci saat terjadi pengetatan likuiditas dan kenaikan suku bunga.

  • Arus Kas Sehat (Healthy Cash Flow)

Arus kas operasi yang kuat menunjukkan bahwa perusahaan menghasilkan cukup uang dari aktivitas intinya untuk mendanai operasional tanpa harus berutang. Gunakan Free Cash Flow (FCF) yang positif dan terus meningkat. FCF menunjukkan dana yang tersisa untuk membayar dividen, melunasi utang, atau berinvestasi. Perusahaan dengan FCF yang tinggi memiliki buffer untuk menghadapi penurunan penjualan.

  • Beban Utang Rendah (Low Debt Burden)

Rasio utang yang tinggi menjadi risiko besar di tengah kenaikan suku bunga. Beban bunga (interest expense) dapat menggerus profitabilitas secara signifikan. Gunakan beberapa indikator dibawah ini:

  • Debt-to-Equity Ratio (DER) yang rendah: Menunjukkan modal sendiri lebih dominan daripada utang.
  • Interest Coverage Ratio (ICR) yang tinggi: Menunjukkan laba perusahaan cukup untuk menutupi beban bunga berkali-kali lipat.
  • Maturitas Utang: Periksa jadwal jatuh tempo utang. Utang jangka pendek yang besar berisiko refinancing di saat suku bunga tinggi.

Level Up Provit-min

3. Analisa Strategi Bisnis dan Inovasi (Adaptability & Growth)

Perusahaan yang potensial bukan hanya yang bertahan, tetapi juga yang dapat menyesuaikan diri dan tumbuh di kondisi sulit.

  • Adaptasi Model Bisnis

Perusahaan harus memiliki strategi yang fleksibel. Contohnya, kemampuan untuk cepat beralih ke platform digital, mengoptimalkan rantai pasok lokal untuk mitigasi risiko geopolitik, atau melakukan efisiensi biaya tanpa mengorbankan kualitas.

Nilai seberapa cepat perusahaan mengadopsi teknologi baru (Digital Transformation) dan seberapa baik manajemen biaya (cost management) dilakukan.

  • Inovasi Produk/Layanan:

Perusahaan yang berinvestasi dalam R&D (Research & Development) cenderung unggul. Inovasi menciptakan keunggulan kompetitif, memungkinkan penetapan harga premium, atau membuka pasar baru. Maka, perhatikan persentase anggaran R&D terhadap pendapatan. Cari tahu apakah inovasi mereka bersifat disruptive atau hanya incremental.

  • Kepemimpinan dan Tata Kelola (ESG Factors):

Kepemimpinan yang kuat dan Good Corporate Governance (GCG) yang baik menjadi penentu stabilitas di masa krisis. Pertimbangkan juga faktor ESG (Environmental, Social, and Governance) yang kini semakin memengaruhi risiko operasional dan reputasi perusahaan, termasuk perusahaan adaptif biasanya lebih siap menghadapi disrupsi.

Baca juga: Bermain Trading atau Fokus Trading? Ini Cara Aman Trader Pemula

Apakah Analisa Saham Masih Efektif di Era AI dan Otomatisasi?

Di tengah lonjakan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan otomatisasi dalam pasar keuangan, pertanyaan mengenai relevansi analisis saham oleh manusia sangatlah wajar. Jawabannya adalah analisis saham tidak hanya tetap efektif, tetapi justru semakin kuat ketika menggabungkan kekuatan AI dengan keunikan penilaian manusia.

1. Peran Sentral AI: Penyaringan Data dan Kecepatan

AI, Machine Learning, dan otomatisasi telah mengubah lanskap analisis dengan mengambil alih tugas-tugas yang repetitif dan memerlukan pemrosesan data masif.

  • Penyaringan Data Cepat

AI dapat memproses laporan keuangan ribuan perusahaan, data real-time transaksi, dan indikator ekonomi global dalam hitungan detik, suatu hal yang mustahil dilakukan manusia.

  • Identifikasi Pola Kompleks

Algoritma dapat mengidentifikasi pola harga dan korelasi antar aset yang sangat kompleks yang mungkin luput dari pengamatan mata manusia (Quantitative Analysis).

  • Otomatisasi Eksekusi (Algorithmic Trading)

AI dapat mengeksekusi perdagangan secara otomatis berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, menghilangkan emosi dan memastikan kecepatan eksekusi optimal.

2. Keunggulan Manusia: Konteks, Intuisi, dan Penilaian Makro

Meskipun AI unggul dalam kecepatan dan volume data, AI tidak memiliki kemampuan kognitif yang krusial dalam investasi, yaitu:

  • Analisis Konteks Bisnis

AI dapat membaca laporan, tetapi manusia memahami konteks di balik angka. Contohnya: Apakah penurunan margin kuartal ini disebabkan oleh investasi jangka panjang yang strategis (baik) atau tekanan kompetitif yang mematikan (buruk)?

  • Analisis Sentimen Pasar dan Psikologi:

AI dapat mengukur sentimen dari media sosial (sentiment analysis), tetapi manusia mampu menilai mengapa sentimen itu terbentuk dan apakah reaksi pasar saat ini rasional atau berlebihan (ketakutan vs. keserakahan).

  • Analisis Makro dan Geopolitik (The Unpredictable):

AI kesulitan memprediksi dampak Black Swan Events (kejadian tak terduga) seperti perang, pandemi, atau perubahan kebijakan moneter mendadak. Analis manusia dapat menghubungkan faktor geopolitik, regulasi, dan dampaknya pada model bisnis.

Gabungan AI + Human Analysis adalah formula optimal. AI menyediakan insight berbasis data, sementara manusia menambahkan judgement berbasis konteks dan pengalaman.

3. Mengoptimalkan Analisis dengan Tools

Investor perlu memanfaatkan tools yang tersedia untuk memaksimalkan efisiensi mereka menggunakan Tools gratis atau berbayar.

Jumlah Investor Saham di Indonesia

Menurut KSEI, per 2025 jumlah investor saham telah melampaui 12 juta akun, dengan mayoritas usia di bawah 35 tahun. Ini menunjukkan antusiasme generasi muda dalam membangun masa depan finansial lewat investasi. Untuk mengurangi risiko, lakukan diversifikasi ke:

  • US Stocks: Memberi akses ke perusahaan global seperti Apple, Tesla, dan Amazon. Cocok untuk diversifikasi geografis dan sektoral.
  • CFD US Stocks: Instrumen derivatif yang memungkinkan investor mendapat eksposur terhadap saham global tanpa memiliki aset dasar secara langsung. Cocok untuk strategi short-term atau hedging.

Diversifikasi memberikan perlindungan terhadap volatilitas dan membuka peluang keuntungan lebih luas. Menariknya, demografi trader Indonesia kini didominasi oleh generasi muda dan digital-savvy:

  • 67% berusia di bawah 35 tahun
  • Mayoritas berasal dari kota besar
  • Banyak menggunakan aplikasi mobile
  • Aktif di berbagai jenis aset: saham, reksa dana, CFD, crypto

Platform investasi perlu menyesuaikan fitur dan edukasi dengan karakteristik ini, seperti yang dilakukan Dupoin.

Kemampuan analisa saham tidak datang dalam semalam, tapi langkah kecil yang Anda ambil hari ini akan membentuk masa depan finansial yang kuat. Dengan memahami konsep dasar, memanfaatkan tools yang tersedia, dan terus belajar dari pengalaman, Anda akan semakin percaya diri dalam dunia investasi. Siap Mulai? Daftar sekarang di Dupoin, platform yang menyediakan fitur analisa saham, komunitas 

CTA Banner_Welcome Reward

Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!