English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas 2 Desember di Pasar Spot Saat Perak Cetak ATH

Bisnis · 947.6K Views

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas di pasar spot hari ini di pasar Asia dimulai dari zona merah. Harga emas spot pada perdagangan pukul 7.32 WIB bertengger di level US$4.224,3 per troy ounce. Level harga ini setara dengan pelemahan 0,17% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Pelemahan emas terjadi saat investor membutu perak. Logam mulia berwarna putih terang itu kembali mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Senin (2/12/2025), didorong oleh spekulasi pasar terkait pengetatan pasokan global. Harga perak kemarin juga melonjak ke puncak baru pada hari Senin, dengan para pedagang memasang taruhan spekulatif mengenai ketatnya pasokan yang sedang berlangsung. Harga emas sedikit melemah.

Perak sempat menyentuh level US$58,84 per ons setelah naik hampir 6% pada perdagangan akhie pekan lalu. Kenaikan ini memperpanjang reli selama enam sesi berturut-turut dan membuat harga perak hampir dua kali lipat sepanjang tahun berjalan, melampaui kenaikan harga emas yang berada di kisaran 60%.

Aliran perak dalam jumlah besar ke London pada Oktober sempat meredakan tekanan di pusat perdagangan logam terbesar dunia. Namun, kondisi tersebut menekan pasokan di pusat perdagangan lainnya. Di Tiongkok, persediaan perak di gudang yang terhubung dengan Bursa Berjangka Shanghai mencapai titik terendah dalam hampir satu dekade, sementara biaya pinjaman perak tenor satu bulan tetap tinggi.

Rasio emas–perak turun ke level terendah sepanjang 2025. Kenaikan harga perak yang lebih agresif dibandingkan emas mendorong perubahan dinamika pasar logam mulia tahun ini.

“Kekurangan di pasar global akibat tekanan baru-baru ini di London masih terasa,” ujar Daniel Hynes, ahli strategi komoditas ANZ Group Holdings Ltd. “Dengan emas yang sedang beristirahat, tampaknya investor telah mengalihkan perhatian mereka ke perak.”

Ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve turut mendongkrak sentimen positif pasar logam mulia. Pelaku pasar memperkirakan bank sentral AS akan memangkas suku bunga sebesar seperempat poin bulan ini, sejalan dengan pelemahan pasar tenaga kerja dan pernyataan bernada dovish dari pejabat The Fed.

Rilis data ekonomi AS yang tertunda akibat penutupan pemerintahan selama enam minggu juga memperkuat argumentasi mengenai perlunya pelonggaran kebijakan moneter. Kondisi suku bunga rendah biasanya menjadi katalis bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Presiden AS Donald Trump menyatakan telah menentukan kandidat ketua Federal Reserve berikutnya, sosok yang dinilai pasar berpotensi mendorong kebijakan suku bunga lebih rendah.