English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas Hari Ini Selasa 25 November di Pasar Spot, Lanjut Naik atau Turun Lagi?

Bisnis · 940.9K Views

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas melanjutkan penguatan pada awal perdagangan Selasa (25/11/2025) menyusul meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada awal Desember mendatang.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot menguat 0,05% atau 2,03 poin ke level US$4.138,34 per troy ounce pada pukul 10.27 WIB, setara Rp 2,22 per gram.

Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS kontrak Desember 2025 terpantau menguat 1,09% atau 45,1 poin ke level 4.175,9 per troy ounce.

Melansir Bloomberg, Gubernur The Fed Christopher Waller mendorong sentimen optimistis pada sesi perdagangan sebelumnya setelah menyatakan dukungan terhadap pemangkasan suku bunga bulan depan.

Presiden The Fed New York John Williams juga memberikan dampak serupa pada Jumat lalu ketika ia menyebutkan bahwa pemotongan suku bunga dalam waktu dekat masih memungkinkan.

Sementara itu, pertemuan kebijakan pada Desember menjadi penentu penting bagi pasar, investor kini mengandalkan data ekonomi yang sudah kedaluwarsa akibat keterlambatan rilis selama penutupan pemerintahan AS.

Trader swap kini memperkirakan hampir 80% peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan FOMC 9–10 Desember mendatang. Para pejabat The Fed kebijakan terlihat masih berbeda pendapat mengenai apakah pemotongan lanjutan diperlukan setelah penurunan suku bunga pada September dan Oktober.

Emas umumnya diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Para pelaku pasar akan mencermati sejumlah rilis data ekonomi lama yang akan dirilis pekan ini, termasuk penjualan ritel dan indeks harga produsen (PPI) September pada Selasa, serta klaim tunjangan pengangguran pada Rabu.

Penjualan ritel September diperkirakan menunjukkan perlambatan karena konsumen masih tertekan oleh harga yang tinggi. Klaim tunjangan pengangguran untuk periode survei November akan menjadi sorotan tambahan karena The Fed semakin mengandalkan indikator alternatif di tengah absennya data payroll.

Analis Pepperstone Group Ltd Ahmad Assiri mengatakan jalur penurunan suku bunga cukup sulit diprediksi dan menjadi keputusan yang ketat, sehingga emas kemungkinan tetap terkonsolidasi di kisaran level saat ini.

“Saya tidak melihat potensi pergerakan besar dalam waktu dekat, melainkan peluang untuk transaksi dua arah dalam situasi volatilitas rendah,” ungkap Assiri seperti dilansir Bloomberg.

Logam mulia ini telah berada dalam fase konsolidasi sejak melonjak ke rekor tertinggi di atas US$4.380 per ons pada Oktober.

Harga emas masih naik sekitar 56% sepanjang tahun ini, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian perdagangan dan geopolitik, serta kekhawatiran atas memburuknya prospek fiskal di berbagai negara.