

Market Analysis
Trading Stock vs Investasi Stock, Mana yang Lebih Cuan?

Banyak orang mengira trading saham dan investasi saham adalah hal yang sama, padahal keduanya memiliki strategi, tujuan, dan cara profit yang sangat berbeda. Memahami perbedaannya adalah langkah penting agar tidak salah langkah dalam mengelola modal di pasar saham.
Apa Itu Trading Stock?
Trading stock adalah aktivitas jual beli saham dalam jangka waktu pendek, dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga. Trader tidak terlalu peduli dengan kondisi perusahaan dalam jangka panjang; yang penting adalah harga bergerak sesuai prediksi.
Karakteristik Trading Stock:
|
Parameter |
Penjelasan |
|
Tujuan |
Profit cepat dari selisih harga |
|
Durasi |
Menit, jam, harian, hingga mingguan |
|
Fokus Utama |
Analisis teknikal (chart, pattern, indikator) |
|
Risiko |
Tinggi, karena terpengaruh volatilitas harga |
|
Frekuensi Transaksi |
Tinggi (aktif beli-jual) |
Trader akan masuk pasar saat melihat peluang berdasarkan pola candlestick, tren, support-resistance, atau indikator teknikal seperti MA, RSI, MACD, dan lainnya.
Jenis Trader Stock
Berikut jenis-jenis trader stock:
1. Scalper
- Horizon Waktu: Beberapa detik hingga beberapa menit.
- Fokus: Mengambil keuntungan dari pergerakan harga yang sangat kecil (tick-by-tick) dengan volume transaksi yang besar.
- Strategi: Membeli dan menjual saham berkali-kali dalam satu hari. Mereka menutup posisi segera setelah harga bergerak sesuai harapan untuk menghindari risiko pergerakan balik (pola reversal) yang besar.
- Kebutuhan: Koneksi internet super cepat, platform trading yang canggih, dan konsentrasi tinggi.
2. Day Trader
- Horizon Waktu: Menit hingga jam (posisi harus ditutup sebelum pasar tutup pada hari yang sama).
- Fokus: Mendapatkan untung dari fluktuasi harga yang terjadi dalam satu hari perdagangan.
- Strategi: Memanfaatkan berita, pengumuman perusahaan, atau pola grafik harian. Mereka tidak pernah menyimpan posisi overnight (di malam hari) untuk menghindari risiko berita buruk saat pasar tutup.
- Kebutuhan: Waktu penuh di depan layar selama jam pasar dan pemahaman kuat tentang analisis teknikal.
3. Swing Trader
- Horizon Waktu: Beberapa hari hingga beberapa minggu (maksimal beberapa bulan).
- Fokus: Menangkap "ayunan" harga, yaitu pergerakan harga yang signifikan dalam jangka pendek yang didorong oleh momentum pasar atau rilis data.
- Strategi: Membeli ketika indikator menunjukkan saham akan breakout ke atas (naik) dan menjual setelah momentum itu melemah. Mereka menahan posisi lebih lama dari Day Trader, sehingga mengambil risiko overnight.
- Kebutuhan: Kombinasi analisis teknikal dan sedikit analisis fundamental (macro/sector news).
Kelebihan Trading
- Potensi profit cepat.
- Tidak butuh mengetahui laporan keuangan secara mendalam.
- Fleksibel mengikuti momentum pasar.
Kekurangan Trading
- Risiko tinggi karena harga bisa berubah cepat.
- Membutuhkan fokus dan waktu pantau pasar.
- Emosi sangat berpengaruh (FOMO & takut cut loss).
Apa Itu Investasi Stock?
Investasi saham adalah strategi membeli saham untuk jangka panjang, biasanya minimal 1 tahun hingga puluhan tahun. Investor fokus pada nilai perusahaan, bukan hanya harga sesaat.
Karakteristik Investasi Stock:
|
Parameter |
Penjelasan |
|
Tujuan |
Pertumbuhan nilai & dividen jangka panjang |
|
Durasi |
Bulanan hingga tahunan |
|
Fokus Utama |
Analisis fundamental (kinerja perusahaan) |
|
Risiko |
Lebih terukur karena mengikuti pertumbuhan bisnis |
|
Frekuensi Transaksi |
Rendah (buy & hold) |
Investor akan mempelajari:
- Laporan keuangan
- Kinerja laba bersih
- Model bisnis
- Manajemen perusahaan
- Prospek jangka panjang industri
Jenis Investor Stock:
- Value Investor – mencari saham yang harganya di bawah nilai wajar.
- Growth Investor – fokus pada perusahaan yang sedang berkembang pesat.
- Dividend Investor – mencari saham yang rutin membagikan dividen besar.
Kelebihan Investasi
- Risiko fluktuasi harga jangka pendek lebih kecil.
- Potensi profit lebih stabil dan berkelanjutan.
- Mendapat dividen sebagai passive income.
- Cocok untuk orang yang tidak bisa pantau chart tiap hari.
Kekurangan Investasi
- Butuh pengetahuan tentang fundamental perusahaan.
- Proses profit lebih lambat dibanding trading.
- Harus siap menghadapi koreksi jangka pendek tanpa panik.
Trading vs Investasi: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Konsep keuntungan terbaik bergantung pada definisi Anda:
1. Trading Stock
Return Nominal Cepat (Potensi 10% dalam 1 bulan): Trading memanfaatkan volatilitas tinggi. Jika berhasil, return jangka pendek bisa sangat besar, tetapi probabilitasnya rendah.
Aktivitas yang Menantang & Menyenangkan: Trading menawarkan adrenalin dan membutuhkan keputusan cepat, cocok untuk yang suka tantangan pasar.
2. Investasi Stock
Pertumbuhan Kekayaan Stabil & Terjamin (Potensi 12% - 15% per tahun)
Investing memanfaatkan kekuatan bunga majemuk (compounding). Secara historis, ini adalah cara paling andal untuk membangun kekayaan jangka panjang.
Memanfaatkan Waktu Luang yang Sedikit: Tidak memerlukan pemantauan harian. Anda hanya perlu riset yang mendalam di awal dan tinjauan berkala.
|
Aspek |
Trading |
Investasi |
|
Cuan Jangka Pendek |
Tinggi, tapi tidak stabil |
Rendah–sedang |
|
Cuan Jangka Panjang |
Sulit konsisten |
Tinggi dan stabil |
|
Risiko |
Tinggi |
Sedang–rendah |
|
Cocok Untuk |
Yang suka tantangan & siap pantau |
Yang ingin passive income jangka panjang |
Kasus Nyata: Trader vs Investor
Trader:
Bisa menghasilkan profit cepat, misalnya 2%-5% dalam sehari. Namun jika salah membaca arah, rugi 5%-10% juga bisa terjadi dalam hitungan jam.
Investor:
Membeli saham perusahaan kuat seperti BBCA, TLKM, UNVR, AMRT, atau BBRI. Keuntungan diperoleh dari:
- Kenaikan harga seiring pertumbuhan perusahaan (capital gain)
- Dividen rutin tiap tahun.
Contoh sederhana:
Jika Anda investasi Rp10 juta di saham BBRI dan bertahan 5 tahun, dengan rata-rata return +12-18% per tahun, modal Anda bisa berkembang stabil tanpa harus mantengin chart.
Mana yang Lebih Cuan Untuk Anda?
Jika Anda:
- Punya waktu pantau chart
- Suka analisa teknikal
- Berani ambil risiko besar
→ Trading lebih cocok.
Jika Anda:
- Tidak mau ribet
- Lebih suka pertumbuhan stabil
- Fokus ke kekuatan bisnis jangka panjang
→ Investasi lebih cocok.
Tapi yang paling ideal: Gabungkan keduanya.
Gunakan investasi untuk membangun kekayaan jangka panjang dan Gunakan trading untuk memanfaatkan peluang pasar jangka pendek.
Trading dan investasi bukanlah mana yang lebih baik atau lebih buruk, keduanya memiliki tujuan dan strategi yang berbeda. Trading cocok untuk mencari profit cepat dengan risiko tinggi, sementara investasi cocok untuk membangun kekayaan stabil jangka panjang.
Yang paling penting adalah mengetahui gaya yang sesuai dengan kepribadian, waktu, dan tujuan finansialmu. Dengan pemahaman yang tepat, keduanya bisa memberikan cuan optimal.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

