English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Baru Mulai Investasi? Kenali Jenis-jenis Saham dan Cara Membelinya untuk Pemula

Ocky Satria · 49.6K Views

Baru Mulai Investasi Kenali Jenis-jenis Saham dan Cara Membelinya untuk Pemula

Saham merupakan salah satu instrumen investasi paling populer karena mampu memberikan keuntungan tinggi, baik melalui dividen maupun kenaikan harga. Namun, sebelum Anda mulai berinvestasi, penting untuk memahami jenis-jenis saham yang ada di pasar. Setiap jenis saham memiliki karakteristik, risiko, dan potensi keuntungan yang berbeda, sehingga pengetahuan ini membantu Anda menentukan strategi yang paling sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari berbagai jenis saham yang umum di pasar, serta panduan cara membeli saham untuk pemula.

 

Apa itu Saham?

Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Saat Anda membeli saham suatu perusahaan, artinya Anda menjadi salah satu pemilik dari perusahaan tersebut.
Sebagai pemilik, Anda berhak atas sebagian keuntungan perusahaan (jika ada) dan juga menanggung risiko kerugian jika perusahaan mengalami penurunan.

Memahami hal ini penting agar Anda menyadari bahwa saham bukan sekadar “angka di aplikasi”, melainkan instrumen yang memberikan hak dan tanggung jawab kepada pemiliknya.

Klik Banner untuk informasi lebih lanjut terkait program Swap Promo.

 

Klasifikasi Utama Jenis-Jenis Saham

Jenis-jenis saham dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa pendekatan, yaitu berdasarkan kepemilikan, berdasarkan cara pengalihan, dan berdasarkan kinerja/perdagangan.

1. Berdasarkan Kepemilikan

  • Saham Biasa (Common Stock)
    Saham ini paling umum ditemui. Pemegang saham biasa memiliki hak suara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) dan berhak atas dividen jika perusahaan membagikannya. Namun, jika perusahaan bangkrut, pemegang saham biasa mendapat prioritas terakhir dalam pembagian aset.

  • Saham Preferen (Preferred Stock)
    Saham ini memiliki karakteristik gabungan antara saham biasa dan obligasi. Pemegang saham preferen biasanya menerima dividen tetap dan memiliki prioritas lebih tinggi dibanding pemegang saham biasa saat pembagian aset. Beberapa saham preferen juga dapat ditukar menjadi saham biasa (convertible preferred stock).

2. Berdasarkan Cara Pengalihan

  • Saham Atas Unjuk (Bearer Stock)
    Kepemilikan ditentukan berdasarkan siapa yang memegang fisik surat saham tersebut. Saham ini mudah dipindahtangankan, namun risikonya tinggi karena tidak tercatat atas nama pemilik tertentu.

  • Saham Atas Nama (Registered Stock)
    Saham jenis ini tercatat atas nama pemiliknya, dan setiap perpindahan kepemilikan harus melalui proses administrasi (balik nama). Sistem ini lebih aman dan transparan karena perusahaan mengetahui siapa saja pemegang sahamnya.

3. Berdasarkan Kinerja atau Karakter Perdagangan

Klasifikasi ini banyak digunakan oleh investor karena berhubungan langsung dengan strategi dan profil risiko investasi Anda.

  • Blue Chip Stocks
    Diterbitkan oleh perusahaan besar, bereputasi baik, dan memiliki kinerja stabil. Blue chip menjadi pilihan populer karena nilai kapitalisasinya besar dan memiliki fundamental kuat.

  • Income Stocks
    Saham yang rutin membayar dividen. Cocok untuk Anda yang menginginkan pendapatan pasif dari investasi saham.

  • Growth Stocks
    Saham dari perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, biasanya tidak membayar dividen karena laba digunakan untuk ekspansi. Jenis ini menarik bagi investor yang mencari capital gain.

  • Speculative Stocks
    Saham dari perusahaan yang masih berkembang atau belum stabil, dengan potensi keuntungan tinggi namun berisiko besar. Jenis ini cocok untuk investor dengan profil risiko agresif.

  • Counter-Cyclical Stocks (Defensive Stocks)
    Saham yang nilainya relatif stabil bahkan saat kondisi ekonomi menurun, seperti sektor kesehatan, energi, dan kebutuhan pokok. Jenis saham ini cocok bagi investor konservatif yang mencari stabilitas jangka panjang.

Jenis Saham dalam Konteks Pasar Indonesia

Di Indonesia, pembagian saham sering dikaitkan dengan kapitalisasi pasar, likuiditas, dan stabilitas perusahaan:

  • Saham Lapis Satu (Big Cap): Umumnya mengacu pada saham blue chip seperti BCA, Telkom, atau Unilever.

  • Saham Mid Cap dan Small Cap: Umumnya lebih fluktuatif namun berpotensi tumbuh cepat, cocok untuk investor agresif.

  • Saham Syariah: Saham yang terdaftar di Daftar Efek Syariah (DES) sesuai prinsip syariah Islam.

Selain itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengelompokkan saham berdasarkan indeks seperti LQ45, IDX30, dan IDX Growth30, yang membantu investor dalam memilih saham sesuai kriteria tertentu.

 

Manfaat Memahami Jenis-Jenis Saham

Mengetahui jenis-jenis saham memberikan beberapa keuntungan nyata bagi Anda:

  1. Menyesuaikan dengan profil risiko Anda
    Investor konservatif akan cenderung memilih blue chip atau income stocks, sementara investor agresif bisa mempertimbangkan growth atau speculative stocks.

  2. Membantu menyusun strategi investasi
    Anda bisa membuat portofolio campuran: sebagian saham stabil (blue chip) untuk keamanan, sebagian saham bertumbuh (growth) untuk potensi capital gain.

  3. Meningkatkan pemahaman tentang hasil investasi
    Dengan memahami jenis saham, Anda dapat menyesuaikan ekspektasi antara keuntungan dari dividen atau kenaikan harga saham.

  4. Menghindari keputusan emosional
    Banyak investor pemula tergoda oleh saham yang “naik cepat” tanpa memahami risikonya. Pengetahuan dasar ini akan membantu Anda tetap rasional dalam berinvestasi.

Tips Memilih Jenis Saham yang Tepat

  • Kenali profil risiko Anda: Apakah Anda lebih nyaman dengan stabilitas atau siap menghadapi volatilitas?

  • Tentukan tujuan investasi: Apakah Anda ingin pendapatan rutin atau pertumbuhan jangka panjang?

  • Pelajari fundamental perusahaan: Lihat laporan keuangan, manajemen, dan prospek bisnisnya.

  • Diversifikasi portofolio: Jangan taruh semua dana pada satu jenis saham. Kombinasi antara blue chip, growth, dan defensive stocks akan menyeimbangkan risiko.

  • Lakukan evaluasi rutin: Kondisi ekonomi berubah begitu pula strategi investasi Anda sebaiknya.

Cara Membeli Saham untuk Pemula

Bagi Anda yang baru mulai, membeli saham tidak sesulit yang dibayangkan. Berikut strategi sederhana untuk memulai:

  1. Pilih Sekuritas atau Broker Terpercaya
    Pastikan Anda mendaftar di platform resmi yang diawasi oleh otoritas keuangan, seperti OJK dan BAPPEBTI. Broker tepercaya akan menyediakan aplikasi trading yang mudah digunakan dan biaya transaksi transparan.

  2. Pelajari Dasar Analisis Saham
     Sebelum membeli, lakukan analisis sederhana seperti:

    • Analisis Fundamental: Menilai kondisi keuangan perusahaan (laba, utang, pertumbuhan).

    • Analisis Teknikal: Melihat tren harga dan volume untuk menentukan waktu terbaik membeli atau menjual.

  3. Mulai dari Nominal Kecil
     Tidak perlu langsung membeli dalam jumlah besar. Banyak investor pemula mulai dari satu atau dua lot untuk membiasakan diri dengan fluktuasi harga.

  4. Gunakan Strategi Dollar Cost Averaging (DCA)
    Strategi ini berarti membeli saham secara rutin dengan jumlah dana yang sama setiap bulan, tanpa peduli harga sedang naik atau turun. DCA membantu Anda mendapatkan harga rata-rata yang lebih stabil dan mengurangi risiko timing yang salah.

  5. Pilih Saham yang Sesuai dengan Tujuan Anda
    Jika Anda ingin stabilitas, pilih saham blue chip. Jika ingin pertumbuhan jangka panjang, pertimbangkan saham-saham dengan prospek bisnis menarik.

Jika Anda ingin berinvestasi di saham blue chip, Anda bisa trading melalui Dupoin, platform trading global resmi yang berlisensi BAPPEBTI. Di platform Dupoin, Anda bisa trading saham-saham besar Amerika Serikat (CFD Stocks) seperti Apple, Tesla, Amazon, dan Microsoft  tanpa harus membeli saham fisiknya. Konsep CFD (Contract for Difference) memungkinkan Anda mendapatkan peluang dari pergerakan harga saham global, baik saat harga naik maupun turun.

Memahami jenis-jenis saham merupakan langkah dasar yang sangat penting sebelum Anda mulai berinvestasi. Dengan mengenali karakteristik saham biasa, preferen, blue chip, hingga speculative stocks, Anda bisa menentukan strategi yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda.

Mulailah perjalanan investasi Anda dengan bekal pengetahuan yang kuat, strategi yang bijak, dan platform trading terpercaya seperti Dupoin agar setiap langkah menuju kebebasan finansial menjadi lebih terarah dan menguntungkan.

Klik Banner untuk informasi lebih lanjut terkait program Welcome Reward.

 

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!