English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Menkeu Jepang Tak Mau Yen Lemah, USD/JPY Turun

Analisa Forex · 78.9K Views

Menkeu Jepang Tak Mau Yen Lemah USDJPY Turun

Kurs USD/JPY melandai pada perdagangan sesi Asia hari Rabu (22/10/2025). Setelah sempat tembus 152.00 seusai kemenangan PM Sanae Takaichi kemarin, trader mengurangi posisi beli pada pasangan mata uang ini karena menteri keuangan Jepang yang baru terkenal tidak menyukai nilai tukar yen yang lebih lemah dibandingkan fundamentalnya.

PM Jepang Sanae Takaichi menunjuk Satsuki Katayama sebagai menteri keuangan Jepang dalam kabinet yang disusunnya. Katayama merupakan alumnus Universitas Tokyo dan ENA Prancis yang pernah menduduki beragam jabatan dalam pemerintahan Jepang. Ia juga memiliki karir politik selama dua dekade.

Sebagaimana Takaichi, Katayama juga termasuk politisi ultranasionalis yang berhaluan kanan. Namun, ia memiliki pandangan yang relatif lebih pragmatis dalam bidang ekonomi.

Katayama mengatakan kepada wartawan bahwa nilai tukar mata uang semestinya bergerak dengan stabil sesuai dengan fundamentalnya. Pelaku pasar mengaitkannya dengan pernyataan Katayama kepada Reuters beberapa bulan lalu bahwa fundamental ekonomi Jepang selaras dengan nilai tukar Yen yang lebih dekat ke rentang 120-130 per Dolar AS.

Akira Moroga, kepala strategi pasar di Aozora Bank, berkomentar, “Mengingat pernyataannya di masa lalu, sepertinya Katayama mendukung pemulihan yen yang lemah. Pasar mungkin menganggapnya senada dengan pandangan Menteri Keuangan AS Scott Bessent.”

Katayama mengungkapkan pula niatnya untuk memfokuskan diri pada revitalisasi ekonomi Jepang melalui kebijakan fiskal yang lebih longgar. Di samping itu, ia menolak berkomentar mengenai arah kebijakan moneter bank sentral Jepang.

Katayama terkenal cukup netral dalam kebijakan moneter maupun fiskal. Oleh karenanya, sejumlah pakar menilai penunjukan Katayama sebagai sinyal bahwa pemerintahan Jepang yang baru tidak akan terlalu ikut campur dalam kebijakan suku bunga BoJ.

“Masalah Jepang saat ini bukanlah deflasi dan yen yang kuat, melainkan inflasi dan yen yang lemah. Ada juga tekanan dari Washington agar BoJ menaikkan suku bunga,” kata Yuichi Kodama, kepala ekonom di Meiji Yasuda Research Institute yang memperkirakan BoJ akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember. “Akan sulit bagi pemerintahan Takaichi untuk memberikan tekanan kuat kepada BoJ agar menunda kenaikan suku bunga.”

Selaras dengan pemulihan ekspektasi kenaikan suku bunga Jepang, kurs yen kembali menguat. Kendati demikian, pelaku pasar masih terus memantau pengumuman kebijakan pemerintah Jepang berikutnya.