English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Hilal The Fed Pangkas Suku Bunga Makin Jelas, Harga Emas Makin Berkilau

Bisnis · 527.7K Views

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas melanjutkan reli usai menembus level US$3.600 per troy ounce untuk pertama kalinya setelah data ketenagakerjaan AS yang melemah memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pekan depan.

Melansir Reuters pada Selasa (9/9/2025), harga emas di pasar spot naik 1,3% menjadi US$3.634,25 per troy ounce setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di US$3.646,29. Sementara itu, harga emas berjangka AS pengiriman Desember menguat 0,7% di level US$3.677,40 per troy ounce.

“Emas berpotensi melanjutkan momentum ke kisaran US$3.700–US$3.730 dalam waktu dekat, dengan koreksi singkat kemungkinan akan dipandang sebagai peluang beli,” ujar Peter Grant, Wakil Presiden dan Senior Metals Strategist di Zaner Metals.

Grant menambahkan, pelemahan pasar tenaga kerja AS yang berlanjut dan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed hingga awal 2026 dapat menjadi penopang kuat bagi harga emas.

Laporan ketenagakerjaan AS pada Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja melambat tajam pada Agustus. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan 88% kemungkinan The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September, dengan peluang sekitar 12% untuk pemangkasan lebih besar yakni 50 basis poin.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas, yang tidak memberikan imbal hasil.

Harga emas telah melesat 37% sepanjang tahun berjalan, setelah naik 27% pada 2024, didorong oleh pelemahan dolar AS, akumulasi emas yang agresif oleh bank sentral, kebijakan moneter yang dovish, serta meningkatnya ketidakpastian global.

Bank Sentral China memperpanjang aksi beli emasnya hingga 10 bulan berturut-turut pada Agustus, menurut data resmi yang dirilis Minggu (7/9/2025).

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun menyentuh level terendah dalam lima bulan terakhir. Investor kini menanti rilis data indeks harga produsen (PPI) pada Rabu dan indeks harga konsumen (CPI) pada Kamis untuk mencari petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed.

“Jika data ekonomi AS terus melemah, momentum bullish emas kemungkinan berlanjut seiring pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi,” kata Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.

Namun, dia menambahkan, jika data AS menunjukkan ketahanan yang mengejutkan dalam beberapa pekan mendatang, emas berpotensi terkoreksi dari level tinggi saat ini.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik 0,8% menjadi US$41,29 per troy ounce, menyentuh level tertinggi sejak September 2011. Platinum menguat 0,6% ke US$1.381,49, sedangkan paladium melonjak 2,1% ke US$1.132,87.