

Market Analysis
Wall Street Libur, Bursa Saham Asia Diprediksi Dibuka Lesu

Bloomberg, Pasar saham Asia diperkirakan akan dibuka lesu pada Selasa (2/9/2025) setelah sesi perdagangan semalam bergerak lemah. Wall Street tutup karena libur.
Saham berjangka AS sedikit menguat pada awal perdagangan Asia. Pergerakan moderat pada saham Asia menunjukkan penguatan di Tokyo, pelemahan di Hong Kong, dan pembukaan yang datar di Sydney. Dolar AS sedikit berubah terhadap mata uang utama.
Harga minyak meningkat pada Senin waktu setempat menjelang kelebihan pasokan yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
India menentang tekanan AS yang semakin meningkat untuk menghentikan impor minyak mentah dari Rusia. Ukraina sendiri terus menyerang kilang minyak Rusia selama akhir pekan saat meningkatkan serangan terhadap infrastruktur negara tersebut.
Reli rekor Wall Street kini menghadapi ujian krusial, di mana data tenaga kerja, inflasi, dan keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) akan dirilis dalam tiga pekan ke depan. Ketegangan tarif dan pertanyaan tentang independensi The Fed juga memperparah risiko.
"Hambatan untuk menggagalkan pemotongan suku bunga The Fed pada 17 September tampak tinggi," tulis ekonom Deutsche Bank AG, Peter Sidorov.
"Namun, dengan kontrak derivatif The Fed kini menetapkan pelonggaran lebih dari 140 basis poin hingga akhir 2026, pasar memperkirakan tingkat pelonggaran yang sejak 1980-an hanya terjadi sekitar masa resesi."
Para pelaku pasar akan memantau pasar Indonesia dengan saksama setelah saham mengalami penurunan terdalam dalam hampir lima bulan pada Senin. Risiko politik baru-baru ini meningkat. Presiden Prabowo Subianto membatalkan kunjungan ke China setelah terjadi kerusuhan mematikan terkait biaya hidup dan kesenjangan.
Tekanan juga terlihat jelas di pasar obligasi, di mana imbal hasil obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam hampir tiga pekan.
Di pasar komoditas, harga perak melampaui US$40 per ons pada Senin untuk kali pertama sejak 2011. Harga emas mendekati rekor tertinggi seiring meningkatnya optimisme terhadap pemangkasan suku bunga The Fed.
Di Eropa, obligasi melemah secara luas, sepekan tersisa sebelum mosi tidak percaya dapat menggulingkan pemerintahan Prancis. Selisih imbal hasil obligasi Prancis-Jerman 10 tahun, indikator risiko utama, sedikit berubah menjadi 79 basis poin. Indeks tersebut ditutup di 82 pada 27 Agustus, level tertinggi sejak Januari.
Beberapa pergerakan utama di pasar:
Saham
Kontrak berjangka Hang Seng turun 0,2% pada pukul 07.29 waktu Tokyo
Kontrak berjangka Nikkei 225 naik 0,4%
Kontrak berjangka S&P/ASX 200 sedikit berubah
Kontrak berjangka S&P 500 sedikit berubah
Mata Uang
Euro sedikit berubah menjadi US$1,1709
Yen Jepang sedikit berubah menjadi 147,19 per dolar
Yuan offshore sedikit berubah menjadi 7,1331 per dolar
Dolar Australia sedikit berubah menjadi US$0,6553
Mata Uang Kripto
Bitcoin turun 0,7% menjadi US$108.068,37
Ether turun 0,4% menjadi US$4.272,58
Komoditas
Emas spot sedikit berubah menjadi US$3.477,07 per ons
Minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,9% menjadi US$64,56 per barel

