

Market Analysis
Inflasi masih menjadi momok yang menghantui banyak negara di tahun 2025. Ada yang berhasil menekan laju harga, namun ada pula yang masih berjibaku dengan lonjakan inflasi. Lalu, negara mana saja yang masuk daftar 12 besar inflasi tertinggi? Dan, sebenarnya Indonesia berada di urutan ke berapa? Berikut daftar negara dengan inflasi tertinggi versi Trading Economics:
1. Argentina – 36,6%
Argentina menempati posisi teratas dengan inflasi mencapai 36,6%. Meskipun lebih rendah dibanding bulan sebelumnya (39,4%), angka ini tetap sangat tinggi. Argentina memang sudah lama bergulat dengan krisis moneter, depresiasi peso, dan lemahnya kepercayaan investor. Inflasi tinggi di negara ini membuat harga kebutuhan pokok melonjak dan daya beli rakyat tertekan.
2. Rusia – 8,8%
Di posisi kedua ada Rusia dengan inflasi 8,8%. Angka ini turun dari bulan sebelumnya sebesar 9,4%. Faktor geopolitik, sanksi ekonomi, dan ketidakstabilan perdagangan internasional masih menjadi pemicu. Inflasi di Rusia banyak dipengaruhi harga energi, pangan, dan pelemahan rubel.
3. Brazil – 5,23%
Brazil mencatat inflasi 5,23%, turun tipis dari 5,35% sebelumnya. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Amerika Latin, Brazil kerap menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga pangan dan energi. Meski angkanya jauh lebih rendah dibanding Argentina, inflasi Brazil tetap menjadi fokus utama kebijakan bank sentral.
4. Meksiko – 3,51%
Meksiko mencatat inflasi 3,51%, lebih rendah dari bulan sebelumnya 4,32%. Pemerintah Meksiko gencar melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas harga, terutama di sektor energi dan pangan. Angka ini masih tergolong moderat jika dibandingkan dengan negara Amerika Latin lain.
5. Jepang – 3,1%
Sebagai salah satu negara maju, Jepang biasanya identik dengan inflasi rendah bahkan deflasi. Namun, pada Juli 2025 inflasi tercatat 3,1%, meski sedikit turun dari 3,3%. Lonjakan harga energi global dan lemahnya yen berkontribusi pada kenaikan harga di Jepang.
6. Belanda – 2,9%
Belanda berada di urutan keenam dengan inflasi 2,9%, turun dari 3,1%. Sebagai bagian dari kawasan Euro, inflasi Belanda cenderung stabil, namun tekanan harga energi dan pangan membuat inflasi masih di atas target Bank Sentral Eropa (ECB) sebesar 2%.
7. Italia – 1,7%
Italia mencatat inflasi 1,7%, stabil dibanding bulan sebelumnya. Angka ini cukup rendah dibanding negara lain di daftar, tetapi tetap masuk dalam 12 besar karena inflasi di sebagian besar negara maju sudah menurun drastis.
8. Kanada – 1,7%
Kanada juga berada di level 1,7%, sedikit turun dari 1,9%. Inflasi di Kanada banyak dipengaruhi harga energi, khususnya minyak. Bank of Canada terus menyeimbangkan kebijakan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga tanpa memicu inflasi lebih tinggi.
9. Indonesia – 2,37%
Indonesia berada di posisi kesembilan dengan inflasi 2,37%, naik dari 1,87% bulan sebelumnya. Meski relatif rendah dibanding Argentina atau Rusia, angka ini menunjukkan adanya tekanan harga pangan dan energi di dalam negeri. Bank Indonesia tetap menjaga suku bunga acuan untuk mengendalikan stabilitas rupiah dan daya beli masyarakat.
10. Australia – 2,1%
Australia mencatat inflasi 2,1%, turun dari 2,4% sebelumnya. Angka ini mendekati target bank sentral (RBA) yang berkisar 2–3%. Stabilitas harga di Australia cukup baik karena didukung oleh kebijakan moneter yang konsisten.
11. India – 1,55%
India berada di posisi sebelas dengan inflasi 1,55%, turun signifikan dari 2,1%. Penurunan ini didorong oleh harga pangan yang stabil dan intervensi pemerintah di sektor energi. Angka ini tergolong rendah untuk negara berkembang dengan populasi besar.
12. Kawasan Euro – 2%
Kawasan Euro secara keseluruhan mencatat inflasi 2%, sama dengan bulan sebelumnya. Angka ini menunjukkan keberhasilan ECB dalam menekan inflasi, meski masih ada tantangan dari harga energi dan geopolitik global.
Bagaimana Inflasi Indonesia di Tahun 2025?
Dari daftar ini terlihat bahwa Indonesia berada di urutan ke-9 dengan inflasi 2,37%. Angka ini masih dalam kategori aman dibanding Argentina (36,6%) atau Rusia (8,8%), tetapi kenaikan dari bulan sebelumnya (1,87%) perlu diwaspadai.
Faktor utama pendorong inflasi Indonesia biasanya datang dari:
-
Harga pangan musiman (seperti beras dan cabai).
-
Harga energi yang dipengaruhi global.
-
Kebijakan subsidi dan fiskal pemerintah.
Jika tidak dikelola dengan baik, inflasi bisa kembali menekan daya beli masyarakat dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data dan proyeksi dari berbagai sumber, tingkat inflasi di Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan akan tetap terkendali, berada dalam kisaran target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI) dan pemerintah.
Proyeksi Inflasi Indonesia 2025
Bank Indonesia (BI) dan pemerintah telah menyepakati target inflasi tahunan sebesar 2,5% ± 1% untuk tahun 2025. Target ini menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
-
Juli 2025: Inflasi tahunan tercatat sebesar 2,37%, yang masih dalam rentang target BI. Meskipun sedikit naik dari bulan sebelumnya, angka ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian inflasi berjalan efektif.
-
Proyeksi Akhir Tahun: Berbagai lembaga ekonomi, termasuk Trading Economics, memproyeksikan inflasi Indonesia akan berada di sekitar 2,00% di akhir kuartal ini. Proyeksi ini menunjukkan optimisme bahwa inflasi akan tetap di bawah batas atas target yang ditetapkan.
Tahun 2025 menunjukkan dinamika inflasi global yang sangat beragam. Beberapa poin penting dari daftar ini adalah:
-
Argentina masih menjadi negara dengan inflasi tertinggi di dunia (36,6%).
-
Rusia menyusul di urutan kedua dengan 8,8%.
-
Indonesia berada di urutan kesembilan dengan inflasi 2,37%, relatif rendah tetapi mulai meningkat.
-
Negara maju seperti Jepang, Belanda, dan Australia juga masih berjuang menjaga inflasi agar sesuai target bank sentral.
Inflasi tetap menjadi indikator penting yang menentukan arah kebijakan moneter global. Bagi Indonesia, menjaga inflasi agar tetap terkendali akan menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang stabil di tengah ketidakpastian global.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!