English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Cara Cerdas Trading Pair CHF/JPY & Simulasi Analisa Teknikal!

Beladdina Annisa · 55.8K Views

Dalam pasar forex yang luas, pasangan mata uang CHF/JPY seringkali menjadi pilihan menarik bagi trader yang mencari diversifikasi dan peluang di luar pair mayor yang lebih umum. Pasangan ini merepresentasikan nilai Franc Swiss (CHF) terhadap Yen Jepang (JPY). 

Kedua mata uang ini memiliki karakteristik unik sebagai mata uang safe-haven, yang berarti mereka cenderung menguat selama periode ketidakpastian ekonomi atau geopolitik global. 

Artikel ini akan memandu Anda secara cerdas dalam trading pasangan mata uang CHF/JPY, dimulai dari pengenalan dasar hingga simulasi analisis teknikal sederhana yang dapat Anda terapkan. Dengan panduan ini, Anda akan memiliki bekal yang lebih baik untuk mengidentifikasi peluang trading dan mengelola risiko Anda di pasar CHF/JPY.

Mengenal Pair CHF/JPY

image.png

Pasangan mata uang CHF/JPY adalah representasi nilai tukar antara Franc Swiss sebagai mata uang dasar (base currency) dan Yen Jepang sebagai mata uang kutipan (quote currency). 

Ini berarti, harga yang Anda lihat menunjukkan berapa banyak Yen Jepang yang dibutuhkan untuk membeli satu Franc Swiss. Misalnya, jika harga CHF/JPY adalah 160.00, itu berarti 1 Franc Swiss setara dengan 160 Yen Jepang.

Kedua mata uang ini dikenal sebagai safe-haven karena beberapa alasan:

Franc Swiss (CHF)

Dikenal karena stabilitas politik dan ekonominya yang kuat, kebijakan moneter yang prudent dari Bank Nasional Swiss (SNB), dan statusnya sebagai negara netral. Swiss juga memiliki cadangan emas yang besar.

Yen Jepang (JPY)

Dikenal sebagai mata uang safe-haven karena Jepang adalah negara kreditur terbesar di dunia, memiliki cadangan devisa yang besar, dan seringkali menarik capital repatriation (kembalinya modal) ke Jepang selama krisis global.

Ketika terjadi gejolak di pasar global, investor cenderung mengalihkan modal mereka ke aset-aset yang dianggap aman, dan CHF serta JPY sering menjadi pilihan utama. 

Interaksi antara dua mata uang safe-haven ini bisa sangat menarik: jika sentimen risk-off sangat kuat, kedua mata uang bisa menguat, tetapi salah satunya mungkin menguat lebih cepat dari yang lain, menciptakan pergerakan harga. Sebaliknya, dalam periode risk-on (optimisme pasar), kedua mata uang bisa melemah.

Analisa Teknikal Pair CHF/JPY

Sebelum mendalami seluk-beluk analisis teknikal, fondasi pemahaman konsep dasarnya menjadi krusial. Setelah menguasai pijakan awal, Anda dapat langsung mengaplikasikannya melalui platform gratis yang tersedia seperti TradingView. 

Sebagai ilustrasi praktis, berikut disajikan contoh chart candlestick dengan timeframe 1 jam yang diambil per tanggal 30 Juli 2025. Visualisasi ini sangat ideal untuk melatih kemampuan Anda dalam membaca pola dan mengasah intuisi pasar.

Gambar 1. Candlestick CHF/JPY interval 1h (tradingview)

Grafik trading instrumen CHF/JPY dengan timeframe 1 jam tersebut menunjukkan pergerakan harga selama beberapa hari terakhir. Kita bisa melihat adanya tren kenaikan yang signifikan pada awalnya, mencapai puncaknya di sekitar tanggal 26 Juli. 

Setelah mencapai puncak tersebut, harga mulai menunjukkan tanda-tanda kelemahan dan memasuki fase koreksi atau tren penurunan. Koreksi ini cukup jelas terlihat dengan serangkaian candlestick bearish (merah) yang mendominasi, membawa harga turun dari level puncaknya.

Pada akhir periode yang terlihat di grafik, tepatnya di sekitar tanggal 30 Juli, harga CHF/JPY tampak mencoba untuk menstabilkan diri setelah penurunan yang tajam. Meskipun ada beberapa upaya rebound singkat yang ditunjukkan oleh candlestick bullish (hijau), tekanan jual masih terlihat cukup kuat. 

Indikator Stochastic di bagian bawah grafik, dengan garis %K (biru) dan %D (oranye) berada di bawah level 20 (area oversold), menunjukkan bahwa harga mungkin telah terlalu banyak dijual dalam jangka pendek dan berpotensi mengalami rebound atau setidaknya konsolidasi. Namun, posisi kedua garis yang masih miring ke bawah mengindikasikan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya berakhir.

Secara keseluruhan, grafik 1 jam ini menggambarkan transisi CHF/JPY dari tren naik menjadi tren penurunan yang cukup agresif, diikuti oleh fase konsolidasi atau potensi rebound dari kondisi oversold. Pergerakan harga menunjukkan volatilitas yang cukup, dengan beberapa periode rally dan penurunan yang tajam. 

Kondisi Stochastic yang berada di zona oversold memberikan petunjuk awal tentang potensi perubahan momentum jangka pendek, meskipun trader perlu mencari konfirmasi lebih lanjut dari pola harga atau indikator lain sebelum mengambil keputusan trading.

Gambar 2. Candlestick CHF/JPY interval 1d (TradingView)

Grafik trading instrumen CHF/JPY dengan timeframe 1 hari tersebut menyajikan pandangan yang lebih luas mengenai pergerakan harga, mencakup periode dari Maret hingga akhir Juli. Kita dapat melihat bahwa pasangan mata uang ini mengalami tren naik yang kuat dan berkelanjutan sejak sekitar pertengahan April hingga akhir Juli. 

Selama periode ini, harga secara konsisten membentuk puncak dan lembah yang lebih tinggi, mengindikasikan dominasi pembeli yang jelas di pasar. Meskipun ada beberapa koreksi sesekali yang ditunjukkan oleh pola candlestick merah, pergerakan naik secara keseluruhan tetap utuh, mendorong harga mencapai level tertinggi di Juli.

Memasuki akhir Juli, setelah reli panjang, pergerakan harga menunjukkan tanda-tanda kelelahan di puncak tren. Candlestick yang terbentuk pada akhir Juli terlihat lebih kecil dan kurang memiliki momentum kenaikan yang kuat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Indikator Stochastic di bagian bawah grafik, yang mengukur momentum, menunjukkan bahwa kedua garisnya berada di area overbought (di atas level 80) sejak awal Juli dan kini mulai berbalik turun. 

Ini memberikan sinyal peringatan bahwa momentum kenaikan mungkin akan segera berakhir dan potensi pembalikan atau koreksi signifikan bisa terjadi dalam waktu dekat, meskipun belum ada konfirmasi pembalikan tren yang definitif.

Secara keseluruhan, grafik harian ini menggambarkan tren naik yang kuat dan stabil untuk CHF/JPY selama beberapa bulan terakhir. Namun, pada akhir periode yang ditampilkan, ada indikasi awal kelelahan bullish dan potensi koreksi atau pembalikan tren. 

Posisi Stochastic di area overbought mendukung pandangan ini, menyarankan bahwa trader harus lebih berhati-hati dan memantau pergerakan harga selanjutnya untuk konfirmasi arah pasar di masa mendatang, terutama jika harga mulai menembus level support kunci.

1. Indikator Teknikal CHF/JPY

Anda harus bisa memahami makna harga dari tampilan header Investing, seperti CHF/JPY 183,90 -0,32 (-0,17%), yang menunjukkan harga saat ini dari pasangan CHF/JPY

  • 183,90: Harga instrumen saat ini.

  •  -0,32: Perubahan harga absolut dari penutupan sebelumnya.

  • (-0,17%): Perubahan harga dalam persentase dari penutupan sebelumnya.

Gambar di atas menampilkan ringkasan indikator teknikal untuk pasangan mata uang CHF/JPY pada tanggal 30 Juli 2025. Data ini memperlihatkan hasil analisis dari berbagai indikator populer yang digunakan untuk menentukan kondisi pasar dan memberikan sinyal trading. 

Berdasarkan tabel tersebut, rangkuman sinyal menyatakan “Sangat Jual”, dengan 0 sinyal beli, 1 netral, dan 8 sinyal jual, yang menunjukkan tekanan bearish yang kuat pada saat itu.

1. RSI (14) – Relative Strength Index

  • Nilai: 35.383

  • Sinyal: Jual

RSI berada di bawah angka 50, mengindikasikan bahwa momentum saat ini menurun dan cenderung bearish. Meskipun belum masuk zona oversold (di bawah 30), nilainya mendekati area tersebut, memperkuat potensi kelanjutan tren turun.

2. STOCH (9,6) – Stochastic Oscillator

  • Nilai: 47.391

  • Sinyal: Netral

Masih berada di area tengah (antara 20–80), menandakan belum ada sinyal kuat dari sisi momentum jangka pendek. Trader bisa menunggu konfirmasi arah selanjutnya dari crossover garis sinyal atau breakout level.

3. STOCHRSI (14) – Stochastic RSI

  • Nilai: 29.651

  • Sinyal: Jual

Sudah bergerak mendekati batas bawah (oversold) dari osilator ini, menandakan tekanan jual yang kuat secara teknikal. Namun, bisa juga diartikan sebagai tanda potensi pembalikan jika divergensi terjadi.

4. MACD (12,26) – Moving Average Convergence Divergence

  • Nilai: -0.21

  • Sinyal: Jual

Nilai negatif dari MACD menunjukkan tren penurunan dan konfirmasi bahwa garis MACD berada di bawah garis sinyal. Ini menandakan dominasi tekanan jual di pasar CHF/JPY.

spread rendah mulai dari 0.0

5. ADX (14) – Average Directional Index

  • Nilai: 31.517

  • Sinyal: Jual

ADX di atas 25 mengonfirmasi bahwa tren saat ini cukup kuat. Karena dikombinasikan dengan sinyal MACD dan RSI yang bearish, maka tren penurunan dianggap solid dan bisa berlanjut.

6. Williams %R

  • Nilai: -83.562

  • Sinyal: Jual Berlebih (Oversold)

Nilai ini menunjukkan bahwa pasar CHF/JPY berada di area jenuh jual. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa memicu rebound jangka pendek, namun selama tidak ada sinyal konfirmasi, tren penurunan dapat tetap dominan.

7. CCI (14) – Commodity Channel Index:

  • Nilai: -200.5081

  • Sinyal: Jual Berlebih (Oversold)

Nilai CCI di bawah -100 menunjukkan kondisi oversold ekstrem. Ini mencerminkan tekanan jual berlebihan dan memungkinkan adanya koreksi teknikal apabila muncul pola pembalikan.

8. ATR (14) – Average True Range:

  • Nilai: 0.1943

  • Sinyal: Volatilitas Kurang

ATR yang rendah menandakan volatilitas rendah, artinya pergerakan harga tidak terlalu agresif saat ini. Meski demikian, tren tetap turun, hanya saja dengan amplitudo kecil.

9. Highs/Lows (14)

image.png

  • Nilai: -0.1507

  • Sinyal: Jual

Mengindikasikan bahwa harga berada mendekati level low harian dibandingkan dengan high-nya. Ini mempertegas tekanan jual di pasar.

10. Ultimate Oscillator

  • Nilai: 39.627

  • Sinyal: Jual

Nilai ini lebih rendah dari ambang batas 50, artinya momentum jangka pendek, menengah, dan panjang sedang melemah. Ini adalah konfirmasi tambahan terhadap sinyal bearish.

11. ROC (Rate of Change)

  • Nilai: -0.277

  • Sinyal: Jual

Menunjukkan bahwa momentum harga terus bergerak turun dibandingkan dengan nilai harga sebelumnya. Ini memperkuat arah penurunan.

12. Bull/Bear Power (13)

  • Nilai: -0.504

  • Sinyal: Jual

Nilai negatif menunjukkan dominasi kekuatan Bear (penjual) terhadap Bull (pembeli), dan mendukung arah tren penurunan

Penting untuk Diingat:

  • Ini Bukan Jaminan: Indikator teknikal adalah alat bantu, bukan peramal. Mereka didasarkan pada data harga historis dan tidak menjamin pergerakan harga di masa depan.

  • Kerangka Waktu: Tidak disebutkan kerangka waktu (misalnya, 5 menit, 1 jam, harian) untuk analisis ini. Sinyal bisa sangat berbeda di berbagai kerangka waktu.

  • Konfirmasi: Selalu disarankan untuk mengonfirmasi sinyal dari satu indikator dengan indikator lain, atau dengan analisis fundamental.

  • Manajemen Risiko: Bahkan dengan sinyal "Sangat Beli", manajemen risiko (penggunaan stop loss dan take profit) tetap krusial.

2. Indikator Moving Average 

Gambar di atas menampilkan data indikator Moving Average (MA) untuk pasangan mata uang CHF/JPY (Swiss Franc terhadap Japanese Yen), diambil pada tanggal 30 Juli 2025 pukul 03:45 GMT. Moving Average adalah alat teknikal yang digunakan untuk meratakan fluktuasi harga dan membantu mengidentifikasi arah tren pasar. 

Dalam tabel tersebut, kita melihat bahwa semua Moving Average—baik versi Sederhana (Simple Moving Average/SMA) maupun Eksponensial (Exponential Moving Average/EMA)—menunjukkan sinyal JUAL. 

Total terdapat 12 sinyal jual dan 0 sinyal beli, dengan kesimpulan sistem yang memberikan status "Sangat Jual", menandakan tekanan bearish yang sangat kuat di seluruh periode waktu.

1. MA5 (Periode 5 hari)

SMA: 184.04 | EMA: 184.02

Sinyal: Jual

MA5 mencerminkan tren harga jangka sangat pendek. Harga saat ini berada di bawah MA5 baik pada SMA maupun EMA, mengindikasikan tekanan jual yang baru dan momentum bearish dalam rentang waktu singkat. Ini biasanya menjadi sinyal awal bahwa tren turun sedang dimulai atau berlanjut.

2. MA10 (Periode 10 hari)

SMA: 184.14 | EMA: 184.10

Sinyal: Jual

MA10 memberikan konfirmasi lebih kuat bahwa tren menurun tidak hanya bersifat sementara. Harga pasar yang terus bertahan di bawah MA10 mencerminkan kelemahan buyer dan semakin dominannya seller dalam mengendalikan arah harga.

3. MA20 (Periode 20 hari)

SMA: 184.22 | EMA: 184.24

Sinyal: Jual

MA20 menunjukkan tren jangka menengah. Ketika harga tetap di bawah MA20, ini menunjukkan bahwa sentimen pasar dalam beberapa minggu terakhir masih dikuasai oleh tekanan jual. Banyak trader melihat MA20 sebagai garis dinamis support/resistance dan saat ini menjadi resistance.

4. MA50 (Periode 50 hari)

SMA: 184.72 | EMA: 184.53

Sinyal: Jual

MA50 merupakan indikator tren menengah yang kuat. Harga CHF/JPY yang masih di bawah MA50 menegaskan bahwa tren bearish bukan hanya noise jangka pendek, melainkan berakar dari struktur harga yang telah berkembang selama beberapa bulan.

5. MA100 (Periode 100 hari)

SMA: 184.88 | EMA: 184.77

Sinyal: Jual

MA100 digunakan untuk membaca tren jangka panjang. Sinyal jual di level ini memperlihatkan bahwa aksi jual terus berlanjut dalam cakupan waktu yang lebih luas. Ini bisa menjadi sinyal bagi investor jangka panjang untuk menahan posisi beli atau mempertimbangkan posisi short.

6. MA200 (Periode 200 hari)

SMA: 184.91 | EMA: 184.80

Sinyal: Jual

MA200 adalah indikator kunci tren makro. Posisi harga yang konsisten berada di bawah garis MA200 adalah sinyal paling kuat bahwa pasar CHF/JPY saat ini berada dalam fase bearish. Banyak fund manager dan institusi besar mengandalkan MA200 sebagai filter utama untuk keputusan investasi jangka panjang.

3. Pivot Point

Gambar di atas menampilkan tabel Pivot Points untuk pasangan mata uang CHF/JPY (Swiss Franc vs Japanese Yen), dihitung berdasarkan berbagai metode teknikal, yaitu: Klasik, Fibonacci, Camarilla, Woodie’s, dan DeMark’s. 

Pivot Point sendiri merupakan indikator teknikal penting yang digunakan trader untuk mengidentifikasi level support dan resistance harian, serta mengantisipasi arah pergerakan harga selanjutnya. 

Data ini diambil pada tanggal 30 Juli 2025, dan memberikan wawasan strategis bagi trader harian maupun swing trader dalam merencanakan posisi entry, exit, dan penempatan stop loss.

a. Pivot Point Sentral

Semua metode (Klasik, Fibonacci, Camarilla, Woodie’s) menghasilkan Pivot Point yang nyaris identik, yakni 184.02, kecuali DeMark’s yang sedikit lebih rendah di 184.01. Konsistensi pada nilai pivot ini menunjukkan bahwa harga 184.02 adalah level keseimbangan kritis antara kekuatan buyer dan seller. 

Jika harga diperdagangkan di atas Pivot Point ini, maka kemungkinan besar sentimen pasar bersifat bullish, dan sebaliknya jika harga berada di bawah pivot, maka pasar cenderung bearish.

b. Variasi Level Support dan Resistance

Meskipun pivot utama hampir sama, setiap metode memiliki pendekatan berbeda dalam menentukan level Support (S1–S3) dan Resistance (R1–R3):

Metode Klasik & Fibonacci: Memberikan range yang cukup luas, ideal untuk swing trader yang mencari pergerakan besar dalam 1–3 hari ke depan.

Contoh: R3 Klasik di 184.21, sedangkan S3 di 183.79.

Camarilla: Menyediakan level yang lebih ketat dan sensitif, cocok untuk day trader dan scalper.

Camarilla S1 di 183.97 dan R1 di 183.99 menunjukkan kemungkinan cepat terjadi breakout atau reversal dalam jangkauan sempit.

Woodie’s & DeMark’s: Memberikan perspektif tambahan berdasarkan bobot harga pembukaan dan penutupan.

DeMark’s hanya memberikan satu level support dan resistance, mengindikasikan pendekatan minimalis berbasis pergerakan terakhir.

c. Strategi Trading Berdasarkan Pivot Points

Rebound Strategy

Trader umumnya melakukan buy dekat support (S1–S3) dan sell dekat resistance (R1–R3) jika pasar terlihat sideways atau tidak ada berita fundamental besar. Misalnya: Buy di sekitar S1 (183.91–183.97) dengan target profit di Pivot atau R1 (184.02–184.07).

Breakout Strategy

Jika harga menembus Pivot Point atau Resistance/Support dengan volume tinggi, maka bisa diasumsikan tren akan berlanjut. Contoh: Penembusan ke atas R1 (184.07) dapat mengindikasikan potensi kenaikan menuju R2 atau bahkan R3.

Confluence (Konfirmasi Level)

Jika level Pivot Point bertepatan dengan garis Moving Average, Fibonacci retracement, atau struktur harga historis, maka kekuatan level tersebut menjadi lebih valid. Di sinilah trader bisa menyusun strategi dengan risk-to-reward yang lebih terukur.

Catatan Penting bagi Pemula

  1. Bukan Jaminan:  Pivot Point adalah referensi, bukan level absolut. Harga bisa berbalik arah atau menembus level ini tanpa konfirmasi.

  2. Gunakan Konfirmasi: Selalu padukan dengan indikator teknikal lain dan perhatikan pola candlestick untuk menghindari sinyal palsu.

  3. Bukan Satu-satunya Alat: Pivot Points hanyalah satu dari sekian banyak alat bantu teknikal. Gunakan dalam kerangka strategi yang lebih luas.

Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!