English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Pahami Cara Trading Pair USD/CAD & Praktek dalam Analisa Teknikalnya!

Beladdina Annisa · 57.8K Views

Dalam pasar forex yang luas dan selalu bergerak, pasangan mata uang USD/CAD adalah salah satu pair yang sering menarik perhatian trader dari berbagai tingkat pengalaman. Dikenal dengan sebutan "Loonie" oleh banyak trader, pasangan ini merepresentasikan nilai Dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Dolar Kanada (CAD).

Artikel ini akan mengupas tuntas cara trading pasangan mata uang USD/CAD, dimulai dari pengenalan dasar, faktor-faktor utama yang memengaruhi pergerakannya, hingga aplikasi analisis teknikal sederhana yang dapat Anda gunakan. Dengan panduan ini, Anda akan memiliki bekal yang lebih baik untuk mengidentifikasi peluang trading dan mengelola risiko Anda di pasar USD/CAD.

Karakteristik Trading USD/CAD

USD/CAD memiliki beberapa karakteristik trading yang unik. Pasangan ini dikenal cukup likuid, terutama selama jam trading tumpang tindih antara sesi London dan New York. Likuiditas yang tinggi berarti spread yang ketat dan slippage yang minim, membuatnya ideal untuk day trading maupun swing trading. 

Volatilitasnya juga cukup sehat, seringkali menawarkan pergerakan pip yang cukup untuk menciptakan peluang keuntungan, terutama saat rilis berita penting atau pergerakan harga minyak yang signifikan. 

Selain itu, korelasi dengan komoditas membuatnya menjadi pair yang unik. Trader yang biasa trading komoditas bisa merasa nyaman dengan USD/CAD karena adanya hubungan ini.

Analisa Teknikal Trading USD/CAD

Sebelum terjun lebih dalam ke analisa teknikal, penting banget untuk memahami dulu konsep dasarnya. Setelah itu, kamu bisa langsung praktik lewat platform gratis seperti TradingView. Sebagai gambaran, berikut ini contoh chart candlestick dengan time frame 1 jam, diambil per 29 Juli 2025. Cocok untuk latihan membaca pola dan mengasah feeling market!

Gambar 1. Candlestick USD/CAD interval 1h (tradingview)

Gambar di atas menampilkan grafik pergerakan harga USD/CAD (Dollar Amerika terhadap Dollar Kanada) pada timeframe 1 jam di platform TradingView. Artinya, setiap pola candlestick pada grafik mewakili aktivitas harga selama satu jam. 

Secara visual, terlihat bahwa setelah mengalami penurunan cukup tajam, harga mulai berbalik arah dan membentuk tren naik yang konsisten. Ini ditandai dengan serangkaian candle hijau yang terus naik dan membentuk puncak dan lembah yang lebih tinggi, menandakan bahwa pembeli mulai mendominasi pasar dalam jangka pendek.

Di bagian bawah grafik, ditampilkan indikator Stochastic Oscillator yang menunjukkan nilai garis biru (fast line) dan garis oranye (slow line). Saat ini, indikator ini menunjukkan bahwa nilai Stochastic sudah masuk ke area overbought, yaitu di atas level 80. 

Ini menandakan bahwa harga USD/CAD mungkin sudah naik terlalu tinggi dalam waktu singkat dan berpotensi mengalami koreksi atau pembalikan arah dalam waktu dekat. Namun, overbought tidak selalu berarti harga akan langsung turun kadang harga tetap bisa naik selama tekanan beli masih kuat.

Pergerakan harga yang saat ini mendekati titik tertinggi lokal sebelumnya juga bisa menjadi area penting untuk diperhatikan trader, apakah akan terjadi breakout (penembusan) atau justru rejection (penolakan). 

Dengan melihat kombinasi antara tren naik dan kondisi Stochastic yang jenuh beli, trader jangka pendek mungkin akan mulai berhati-hati terhadap potensi retracement. Dalam kondisi seperti ini, strategi seperti trailing stop atau menunggu konfirmasi candle reversal bisa menjadi pendekatan yang lebih bijak daripada langsung membuka posisi baru.

Gambar 2. Candlestick USD/CAD interval 1d (TradingView)

Gambar di atas menampilkan grafik pergerakan harga pasangan mata uang USD/CAD (Dollar Amerika terhadap Dollar Kanada) dengan timeframe 1 hari (1D) di platform TradingView. Setiap candlestick pada grafik ini merepresentasikan pergerakan harga dalam satu hari penuh. 

Secara umum, grafik menunjukkan bahwa harga sempat mengalami tren turun yang cukup tajam, namun belakangan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan serangkaian candle hijau yang menandakan tekanan beli kembali meningkat.

Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan harga menunjukkan kecenderungan naik secara konsisten. Tren ini menjadi menarik karena harga mendekati area yang sebelumnya menjadi titik konsolidasi atau resistensi, yang dapat menjadi tantangan untuk kelanjutan tren naik. 

Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas area ini, maka potensi penguatan lebih lanjut bisa terbuka. Namun, jika harga tertolak, bisa saja terjadi koreksi dalam waktu dekat.

Di bagian bawah grafik, terdapat indikator Stochastic Oscillator yang memberikan informasi mengenai kondisi jenuh beli atau jenuh jual pasar. Saat ini, garis biru dan oranye berada di atas level 80, mengindikasikan bahwa pasar berada dalam kondisi overbought. 

Ini berarti bahwa harga mungkin telah naik terlalu cepat dalam waktu singkat dan ada potensi pembalikan arah atau setidaknya koreksi ringan dalam waktu dekat. Bagi trader harian atau swing trader, kondisi seperti ini biasanya memicu kewaspadaan ekstra, terutama jika muncul pola candle pembalikan atau divergensi pada indikator.

1. Indikator Teknikal USD/CAD

Anda harus bisa memahami makna harga dari tampilan header Investing, seperti USD/CAD 1,3750 +0,0013 (+0,09%), yang menunjukkan harga saat ini dari pasangan USD/CAD

  • 1,3750: Harga instrumen saat ini.

  • +0,0013: Perubahan harga absolut dari penutupan sebelumnya.

  • (+0,09%): Perubahan harga dalam persentase dari penutupan sebelumnya.

Pada bagian indikator memberikan informasi rangkuman beberapa indikator yang ditampilkan seperti:

Gambar di atas memperlihatkan ringkasan indikator teknikal untuk instrumen USD/CAD (Dollar AS terhadap Dollar Kanada) pada tanggal 29 Juli 2025. Secara keseluruhan, indikator menunjukkan sinyal yang sangat kuat ke arah “Sangat Beli”, dengan 7 indikator menyarankan beli, 4 menyatakan kondisi “beli berlebih”, dan tidak ada satupun yang menunjukkan sinyal jual. Ini menunjukkan bahwa secara teknikal, pasangan mata uang ini sedang dalam fase uptrend yang cukup kuat, dengan tekanan beli yang dominan di pasar.

Beberapa indikator utama yang mendukung sinyal beli antara lain RSI, MACD, ADX, dan Ultimate Oscillator, yang semuanya menunjukkan bahwa momentum naik masih terjaga. Sementara itu, Stochastic RSI, CCI, dan Williams %R berada di level yang tergolong “jenuh beli”, atau disebut juga overbought. 

Meskipun ini bisa menjadi sinyal bahwa harga sudah terlalu tinggi dalam waktu singkat, dalam kondisi tren yang kuat, overbought tidak selalu menandakan harga akan langsung berbalik arah. Hal ini justru bisa menjadi tanda bahwa kekuatan beli tetap bertahan.

Di sisi lain, indikator ATR (Average True Range) menunjukkan bahwa volatilitas saat ini cukup rendah, dengan nilai yang sangat kecil. Ini menandakan bahwa pergerakan harga terjadi dengan relatif tenang atau tidak terlalu agresif. 

Bagi trader, kondisi seperti ini bisa dimanfaatkan untuk strategi posisi dengan manajemen risiko yang lebih stabil, namun tetap perlu waspada terhadap potensi breakout atau perubahan arah tiba-tiba. Secara umum, gabungan semua indikator ini memberikan sinyal bahwa USD/CAD masih dalam kondisi teknikal yang sangat kuat untuk melanjutkan kenaikan

Penting untuk Diingat:

  • Ini Bukan Jaminan: Indikator teknikal adalah alat bantu, bukan peramal. Mereka didasarkan pada data harga historis dan tidak menjamin pergerakan harga di masa depan.

  • Kerangka Waktu: Tidak disebutkan kerangka waktu (misalnya, 5 menit, 1 jam, harian) untuk analisis ini. Sinyal bisa sangat berbeda di berbagai kerangka waktu.

  • Konfirmasi: Selalu disarankan untuk mengonfirmasi sinyal dari satu indikator dengan indikator lain, atau dengan analisis fundamental.

  • Manajemen Risiko: Bahkan dengan sinyal "Sangat Beli", manajemen risiko (penggunaan stop loss dan take profit) tetap krusial.

2. Indikator Moving Average 

Gambar di atas menampilkan indikator Moving Average (MA) untuk pasangan mata uang USD/CAD (Dollar Amerika terhadap Dollar Kanada) berdasarkan data pada tanggal 29 Juli 2025. 

Moving Average adalah salah satu indikator teknikal paling populer dan sering digunakan untuk mengidentifikasi arah tren dan kekuatan pasar. Dalam tabel tersebut, disajikan dua jenis MA untuk masing-masing periode waktu: Sederhana (Simple Moving Average / SMA) dan Eksponensial (Exponential Moving Average / EMA), yang mencerminkan rata-rata harga selama periode tertentu.

1. MA5 (Periode sangat pendek)

  • SMA: 1.3741 → Beli

  • EMA: 1.3744 → Beli

Mengindikasikan kekuatan momentum jangka sangat pendek. Harga saat ini berada di atas MA5, menunjukkan tren naik dalam hitungan jam. Cocok untuk scalper atau trader intraday.

2. MA10 (Periode pendek)

  • SMA: 1.3739 → Beli

  • EMA: 1.3740 → Beli

Konfirmasi tambahan bahwa tren naik masih berlangsung. MA10 sering digunakan untuk menangkap arah awal perubahan tren jangka pendek.

spread rendah mulai dari 0.0

3. MA20 (Periode pendek-menengah)

  • SMA: 1.3733 → Beli

  • EMA: 1.3733 → Beli

Bias jangka pendek masih mendukung penguatan harga. Ketika harga tetap berada di atas MA20, umumnya tren naik masih valid.

4. MA50 (Periode menengah)

  • SMA: 1.3714 → Beli

  • EMA: 1.3709 → Beli

Digunakan oleh swing trader untuk mengamati arah tren harian. Harga yang bertahan di atas MA50 menunjukkan pasar cukup kuat secara teknikal.

5. MA100 (Periode menengah-panjang)

  • SMA: 1.3665 → Beli

  • EMA: 1.3694 → Beli

MA ini membantu mengonfirmasi kekuatan tren jangka menengah. Jika harga konsisten berada di atas MA100, maka peluang reversal menjadi lebih kecil.

6. MA200 (Periode panjang)

  • SMA: 1.3684 → Beli

  • EMA: 1.3683 → Beli

Ini adalah indikator utama untuk melihat tren jangka panjang. Fakta bahwa harga berada di atas MA200 menandakan bahwa USD/CAD masih berada dalam fase bullish besar yang stabil.

3. Pivot Point

Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai Pivot Points untuk instrumen USD/CAD berdasarkan tabel yang ditampilkan dengan perhitungan berbagai metode (Klasik, Fibonacci, Camarilla, Woodie's, dan DeMark's), diambil pada tanggal 29 Juli 2025:

a. Pivot Point Sentral

Mayoritas metode seperti Klasik, Fibonacci, dan Camarilla menampilkan nilai Pivot Point yang sangat mirip, yakni di sekitar 1.3745. Ini mengindikasikan level kunci pasar harga yang menjadi titik keseimbangan antara tekanan beli dan jual. 

Apabila harga USD/CAD bergerak di atas angka ini, pasar cenderung memiliki bias bullish. Sebaliknya, bila harga menembus di bawah, maka potensi bearish akan meningkat.

Metode seperti Woodie’s dan DeMark’s menunjukkan nilai Pivot yang sedikit lebih tinggi yaitu 1.3747, yang bisa mencerminkan bias bullish minor karena metode ini memberi bobot lebih besar pada harga penutupan sesi sebelumnya.

b. Variasi Level Support dan Resistance

Meskipun nilai Pivot Point utamanya hampir identik, perbedaan cukup mencolok terlihat pada nilai Support (S1–S3) dan Resistance (R1–R3):

  • Camarilla memiliki rentang support dan resistance yang paling sempit, misalnya S3 di 1.3746 dan R3 di 1.3756. Ini cocok digunakan oleh day trader yang ingin menangkap pergerakan cepat dalam waktu singkat.

  • Klasik dan Fibonacci menawarkan rentang support-resistance yang lebih luas, misalnya R3 sekitar 1.3776 (Klasik) dan 1.3764 (Fibonacci), memberikan target profit yang lebih luas untuk trader swing.

  • Woodie’s dan DeMark’s menampilkan variasi kecil yang dapat digunakan sebagai konfirmasi tambahan terhadap pergerakan harga harian, karena keduanya memperhitungkan range harian dan harga penutupan sebagai elemen penting.

c. Strategi Trading

image.png

  • Buy the dip: Trader umumnya akan mempertimbangkan membuka posisi buy (beli) di area support (S1/S2/S3) dengan asumsi bahwa harga akan memantul ke atas dari level tersebut.

  • Sell on rally: Posisi jual biasanya dilakukan di area resistance (R1/R2/R3) dengan ekspektasi bahwa harga akan mengalami penolakan di level tersebut dan berbalik turun.

Misalnya, trader bisa melihat R1 Klasik di 1.3757 sebagai peluang short-term sell, atau S1 di 1.3738 sebagai peluang buy ketika harga pullback.

d. Breakout

Pivot Points juga bermanfaat untuk mengantisipasi breakout. Jika harga USD/CAD menembus Pivot Point utama atau level resistance/support signifikan seperti R2 (1.3764) dengan volume besar, ini dapat menjadi sinyal bahwa tren akan berlanjut ke arah tersebut. Trader breakout sering memanfaatkan situasi ini untuk entry cepat mengikuti momentum pasar.

e. Konfirmasi dengan Indikator Lain

Pivot Points sebaiknya tidak digunakan sendirian. Kombinasi dengan indikator lain seperti:

  • RSI → untuk mengetahui kondisi overbought/oversold

  • MACD → untuk melihat momentum dan crossover tren

  • Moving Average → untuk konfirmasi tren jangka pendek atau panjang akan meningkatkan akurasi dan probabilitas keberhasilan trading.

Catatan Penting bagi Pemula

  1. Bukan Jaminan:  Pivot Point adalah referensi, bukan level absolut. Harga bisa berbalik arah atau menembus level ini tanpa konfirmasi.

  2. Gunakan Konfirmasi: Selalu padukan dengan indikator teknikal lain dan perhatikan pola candlestick untuk menghindari sinyal palsu.

  3. Bukan Satu-satunya Alat: Pivot Points hanyalah satu dari sekian banyak alat bantu teknikal. Gunakan dalam kerangka strategi yang lebih luas.

Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!