English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Paham Analisa Fundamental dengan Membaca Kalender Ekonomi Forex

Ocky Satria · 2.6M Views

Bagi Anda yang terjun ke dunia trading forex, memahami pergerakan pasar bukan hanya soal grafik dan indikator teknikal. Salah satu alat penting yang sering dianggap sepele oleh pemula adalah kalender ekonomi forex. 

Padahal, alat ini bisa menjadi kunci untuk memahami kapan pasar akan bergerak volatil dan arah potensi pergerakannya. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk mempelajari cara membaca kalender ekonomi dengan benar, agar dapat memaksimalkan peluang serta menghindari risiko yang tidak perlu.

Apa Itu Kalender Ekonomi Forex?

Kalender ekonomi forex adalah jadwal atau daftar peristiwa ekonomi yang akan terjadi, lengkap dengan informasi waktu rilis, negara asal data, tingkat pengaruhnya terhadap pasar, serta angka-angka yang berkaitan dengan data tersebut. Kalender ini biasanya digunakan oleh trader forex, saham, maupun komoditas untuk mengetahui kapan berita penting akan dirilis, dan bagaimana potensi dampaknya terhadap instrumen keuangan yang sedang diperdagangkan.

Sebagai contoh, data seperti data Non-Farm Payrolls (NFP), inflasi (CPI), suku bunga The Fed, angka pengangguran, atau keputusan Bank Sentral Eropa adalah jenis-jenis berita ekonomi yang sangat diperhatikan. Ketika data ini dirilis, biasanya harga pasar bergerak sangat cepat, karena pelaku pasar bereaksi terhadap hasil aktual dibandingkan dengan ekspektasi sebelumnya.

Komponen Utama dalam Kalender Ekonomi Forex

image.png

Saat melihat kalender ekonomi (seperti di Investing.com, Forex Factory, atau platform broker), Anda akan melihat kolom-kolom standar berikut:

1. Waktu & Tanggal

Kapan data tersebut akan dirilis (pastikan zona waktu sudah sesuai dengan lokasi Anda). Setiap data akan dirilis sesuai jadwal waktu tertentu. Jika Anda berada di Indonesia, Anda perlu mengatur zona waktu kalender ke GMT+7 agar sesuai dengan waktu lokal. Ini sangat penting agar Anda tidak melewatkan momen penting saat data dirilis.

2. Mata Uang (Currency)

Setiap berita ekonomi biasanya berkaitan dengan satu negara tertentu, dan akan memengaruhi mata uang negara tersebut. Misalnya, data inflasi dari Amerika Serikat akan berdampak pada pergerakan pasangan mata uang yang mengandung USD, seperti EUR/USD atau USD/JPY.

3. Tingkat Dampak (Impact)

Kalender biasanya menandai dampak dari berita dengan warna atau ikon. Umumnya, warna merah menandakan berita berdampak tinggi, kuning untuk dampak rendah, dan oranye untuk dampak sedang. Berita berdampak tinggi biasanya yang paling dicermati oleh trader.

  • Rendah (Low): Jarang menggerakkan pasar secara signifikan biasanya berwarna putih
  • Menengah (Medium): Bisa memicu pergerakan moderat dan berwarna orange
  • Tinggi (High): Berita utama yang berpotensi memicu volatilitas besar (seperti data inflasi atau suku bunga), data ini diberi warna merah.

4. Nama Peristiwa

Contoh: Non-Farm Payrolls (NFP), Consumer Price Index (CPI), atau Keputusan Suku Bunga, Retail Sales dan Unemployment Rate.

5. Data Statistik (Angka)

Berikut penjelasan dari data statistik pada kalender ekonomi forex:

  • Previous (Sebelumnya): Data dari periode sebelumnya.
  • Forecast (Perkiraan): Angka yang diprediksi oleh para ahli/analis pasar.
  • Actual (Aktual): Angka nyata yang dirilis pada waktu kejadian.

Ketika data “Actual” keluar dan berbeda jauh dari “Forecast”, pasar biasanya akan bereaksi cukup tajam.

Bagaimana Cara Membaca News Forex di Kalender Ekonomi?

Untuk membaca kalender ekonomi dengan efektif dalam konteks trading forex, Anda harus mampu menafsirkan apa arti dari angka-angka yang tertera. Misalnya, jika data NFP bulan ini dirilis lebih tinggi dari prediksi (forecast), ini menunjukkan ekonomi AS sedang tumbuh, dan biasanya membuat USD menguat.

Namun, tidak semua data memiliki dampak yang sama. Ada kalanya data yang lebih baik dari perkiraan malah membuat mata uang melemah, tergantung pada konteks dan ekspektasi pelaku pasar. Misalnya, inflasi yang terlalu tinggi bisa mengundang kekhawatiran bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga terlalu cepat, sehingga berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi.

Di sinilah peran pengalaman dan pemahaman terhadap dinamika fundamental sangat dibutuhkan. Membaca kalender ekonomi bukan sekadar melihat angka, tapi memahami narasi besar yang sedang terjadi di pasar global.

5 Website Kalender Ekonomi Forex Terbaik dan Akurat

Ada banyak penyedia kalender ekonomi yang bisa Anda akses secara gratis di internet. Beberapa situs kalender ekonomi yang populer dan sering digunakan oleh trader profesional antara lain:

1. Dupoin Futures

Sebagai broker yang teregulasi di Indonesia, Dupoin Futures menyediakan alat bantu bagi nasabahnya untuk memantau pasar secara real-time.

  • Keunggulan: Kalender ekonomi di Dupoin Futures biasanya sudah terintegrasi dengan ekosistem trading mereka, memudahkan nasabah lokal untuk memantau berita tanpa harus berpindah-pindah aplikasi.
  • Fitur Unik: Biasanya disertai dengan ringkasan atau ulasan dari analis internal yang membantu menginterpretasikan data tersebut bagi para trader Indonesia.

Cek di: Situs resmi atau aplikasi Dupoin Futures Indonesia.

2. Forex Factory

Forex Factory adalah salah satu kalender ekonomi paling ikonik dan paling banyak digunakan oleh trader profesional di seluruh dunia.

  • Keunggulan: Tampilannya sangat bersih dan sederhana. Mereka menggunakan sistem folder berwarna (Merah, Oranye, Kuning) untuk menunjukkan tingkat dampak berita.
  • Fitur Unik: Fitur "Detail" yang menjelaskan mengapa suatu data penting, efek historisnya, dan sumber aslinya.

3. Investing.com

image.png

Investing adalah salah satu portal finansial terbesar di dunia yang menyediakan data ekonomi sangat lengkap, tidak hanya forex tetapi juga saham dan komoditas.

  • Keunggulan: Tersedia dalam Bahasa Indonesia dan memiliki aplikasi mobile yang sangat responsif dengan fitur push notification tepat saat berita rilis.
  • Fitur Unik: Filter yang sangat mendalam berdasarkan negara, kategori data, dan tingkat kepentingan.

Memilih kalender ekonomi yang tepat adalah langkah krusial bagi trader fundamental. Kecepatan pembaruan (update) dan akurasi data adalah dua hal yang paling menentukan.

4. DailyFX

DailyFX dimiliki oleh IG (salah satu broker terbesar di dunia) dan dikenal karena analisis fundamentalnya yang sangat mendalam.

  • Keunggulan: Kalender ini sangat visual dan mudah dibaca. Setiap rilis data biasanya langsung disertai dengan artikel analisis singkat mengenai dampaknya terhadap pasangan mata uang terkait.
  • Fitur Unik: Integrasi langsung dengan grafik teknikal, sehingga Anda bisa melihat posisi harga saat berita dirilis.

5. Myfxbook

Myfxbook lebih dikenal sebagai alat analisis portofolio, namun mereka memiliki kalender ekonomi yang sangat canggih dan dapat dikustomisasi.

  • Keunggulan: Sangat cepat dalam memperbarui angka "Actual". Anda bisa mengatur notifikasi suara agar berbunyi sesaat sebelum berita penting dirilis.
  • Fitur Unik: Anda bisa menyinkronkan kalender mereka ke Google Calendar pribadi Anda.

Memilih kalender ekonomi terbaik sangat tergantung pada preferensi pribadi Anda. Yang terpenting adalah kalender tersebut harus real-time, akurat, dan memungkinkan Anda menyesuaikan zona waktu.

Contoh Cara Membaca hasil NFP bulan Juni 2025

image.png

Detail Data NFP Bulan Juni 2025

  • Actual (Hasil Aktual): 147.000
  • Forecast (Perkiraan Pasar): 130.000
  • Previous (Data Bulan Sebelumnya): 144.000

Cara Membaca dan Memahami Data Ini

Berikut cara membaca dan memahami data dari gambar diatas:

1. Perbandingan Actual vs Forecast

Hasil aktual (147K) lebih tinggi dari perkiraan pasar (130K). Ini merupakan sinyal positif karena menunjukkan bahwa penciptaan lapangan kerja di sektor non-pertanian di AS lebih baik dari ekspektasi analis. Kenaikan seperti ini biasanya memberi sentimen positif pada dolar AS (USD) karena menandakan bahwa perekonomian sedang dalam kondisi baik.

2. Perbandingan Actual vs Previous

Hasil aktual (147K) juga lebih tinggi dari data bulan sebelumnya (144K). Ini menunjukkan adanya tren pertumbuhan pekerjaan, meskipun peningkatannya tidak terlalu tajam. Namun tetap saja, ini merupakan kabar baik bagi pelaku pasar karena menambah konfirmasi bahwa pasar tenaga kerja tetap kuat.

3. Dampak Terhadap Pasar

Dengan data yang lebih tinggi dari forecast dan previous, maka data ini bisa memicu:

Penguatan USD, karena pasar akan berekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan atau menunda pemotongan suku bunga.

Tekanan bagi emas (XAU/USD), karena investor cenderung keluar dari aset safe haven saat data ekonomi positif. Kenaikan yield obligasi karena ekspektasi kenaikan suku bunga.

4. Visualisasi Data dari Grafik

Bagian grafik di bawah tabel memperlihatkan perbandingan antara Forecast (biru) dan Actual (hijau muda) selama lima bulan terakhir (Maret–Juli 2025):

  • Pada bulan Juli (data Juni), batang Actual kembali lebih tinggi dari Forecast, melanjutkan pola di bulan Mei dan Juni.
  • Kecuali pada bulan Maret, data Actual lebih sering lebih tinggi dari Forecast selama beberapa bulan terakhir, mencerminkan tren positif dalam pasar kerja AS.

Data NFP yang dirilis pada 3 Juli 2025 menunjukkan angka 147 ribu, melampaui ekspektasi 130 ribu, dan juga lebih tinggi dari bulan sebelumnya (144 ribu). Hal ini memberikan sentimen positif terhadap dolar AS, dan bisa mendorong pergerakan besar pada instrumen seperti EUR/USD, USD/JPY, dan XAU/USD.

10 Data Penting dalam Kalender Ekonomi Forex

Berikut adalah data ekonomi paling penting yang wajib Anda perhatikan di kalender ekonomi:

1. Suku Bunga (Interest Rates)

Ini adalah "Raja" dari segala data ekonomi. Keputusan suku bunga oleh bank sentral (seperti The Fed, ECB, atau BI) menentukan daya tarik investasi suatu mata uang.

Dampak: Suku bunga naik = Mata uang biasanya menguat.

2. Non-Farm Payrolls (NFP)

Dirilis oleh Amerika Serikat setiap Jumat pertama setiap bulan. Data ini menunjukkan jumlah tenaga kerja baru di luar sektor pertanian. NFP adalah indikator kesehatan ekonomi AS yang sangat vital.

Dampak: NFP lebih tinggi dari prediksi = USD menguat tajam.

3. Consumer Price Index (CPI) / Inflasi

Data CPI ini adalah Indeks yang mengukur perubahan harga barang dan jasa di tingkat konsumen. Jika inflasi terlalu tinggi, bank sentral kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga untuk meredamnya.

Dampak: Inflasi naik = Potensi kenaikan suku bunga = Mata uang menguat.

4. Gross Domestic Product (GDP/PDB)

GDP mengukur nilai total barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara. Ini adalah raport utama pertumbuhan ekonomi.

Dampak: GDP tumbuh positif = Ekonomi sehat = Mata uang menguat.

5. Pengumuman Kebijakan Moneter & FOMC Minutes

image.png

Kadang-kadang, pernyataan (pidato) dari gubernur bank sentral atau notulensi rapat (minutes) lebih penting daripada angka itu sendiri. Pasar mencari petunjuk apakah kebijakan ke depan akan Hawkish (cenderung naikkan bunga) atau Dovish (cenderung turunkan bunga).

6. Purchasing Managers Index (PMI)

Indikator ini mengukur kesehatan sektor manufaktur dan jasa. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi (pertumbuhan), sedangkan di bawah 50 menunjukkan kontraksi (penyusutan).

Dampak: PMI tinggi = Sektor bisnis bergairah = Mata uang menguat.

7. Retail Sales 

Mengukur total pengeluaran konsumen. Di negara maju seperti AS, konsumsi rumah tangga adalah penggerak utama ekonomi.

Dampak: Penjualan ritel naik = Konsumsi kuat = Ekonomi tumbuh.

8. Unemployment Rate (Tingkat Pengangguran)

Persentase tenaga kerja yang tidak bekerja tetapi aktif mencari pekerjaan. Data ini biasanya dirilis bersamaan dengan NFP di Amerika Serikat.

Dampak: Pengangguran turun = Ekonomi membaik = Mata uang menguat.

9. Trade Balance (Neraca Perdagangan)

Selisih antara nilai ekspor dan impor. Negara yang memiliki surplus (ekspor lebih besar) cenderung memiliki mata uang yang lebih kuat karena permintaan dunia terhadap barang mereka tinggi.

Dampak: Surplus naik = Permintaan mata uang naik = Mata uang menguat.

10. Consumer Confidence (Kepercayaan Konsumen)

Survei yang mengukur seberapa optimis konsumen terhadap kondisi keuangan mereka dan ekonomi secara keseluruhan. Konsumen yang optimis cenderung berbelanja lebih banyak.

Dampak: Kepercayaan tinggi = Potensi belanja naik = Positif untuk mata uang.

Tips Menggunakan Kalender Ekonomi dalam Trading

image.png

Berikut adalah panduan praktis dan tips strategis menggunakan kalender ekonomi dalam rutinitas trading Anda:

1. Sinkronisasi Zona Waktu (WIB)

Ini adalah langkah pertama yang paling krusial. Banyak trader pemula melakukan kesalahan karena melihat jadwal rilis berita dalam waktu server atau waktu Amerika (EST).

Tips: Selalu atur zona waktu kalender Anda ke GMT+7 jika Anda berada di Indonesia bagian Barat. Pastikan waktu di kalender sama dengan waktu di jam tangan Anda agar Anda tidak terlambat masuk pasar.

2. Fokus pada "High Impact" 

Setiap hari ada belasan data yang dirilis, namun tidak semuanya penting.

Tips: Gunakan fitur Filter pada kalender untuk menyembunyikan berita berdampak rendah (Low) dan menengah (Medium). Fokuslah hanya pada berita berwarna Merah atau bertanda High Impact News (seperti suku bunga, NFP, dan inflasi).

3. Perhatikan Perbedaan Actual vs Forecast

Pasar forex bergerak berdasarkan ekspektasi.

Tips: Jangan hanya melihat apakah datanya bagus atau buruk secara absolut. Lihatlah bagaimana data tersebut dibandingkan dengan Forecast (prediksi).

  • Jika data Actual jauh lebih besar dari Forecast, bersiaplah untuk lonjakan harga.
  • Jika data sesuai prediksi, seringkali pasar justru tidak bergerak banyak karena harga sudah "di-diskon" (priced in) oleh pasar sebelumnya.

4. Kenali Korelasi Mata Uang

Data yang dirilis di satu negara dapat memengaruhi pasangan mata uang tertentu.

Tips: Jika berita yang akan rilis adalah data inflasi Amerika Serikat (USD), maka pasangan mata uang yang paling terdampak adalah Major Pairs seperti EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, dan XAU/USD (Emas).

5. Hindari Trading 15 Menit Sebelum & Sesudah Berita Besar

image.png

Rilis berita berdampak tinggi sering kali menyebabkan spread (selisih harga jual dan beli) melebar drastis dan terjadinya slippage (eksekusi harga yang melompat).

Tips: Jika Anda bukan news trader profesional, sebaiknya tutup posisi atau jangan membuka posisi baru 15-30 menit sebelum berita dirilis. Tunggu pasar "tenang" sekitar 15 menit setelah berita untuk melihat ke mana arah tren baru yang terbentuk.

6. Gunakan Teknik "Straddle" 

Jika Anda ingin memanfaatkan volatilitas berita, Anda bisa menggunakan strategi straddle.

Tips: Pasang pending order berupa Buy Stop beberapa pip di atas harga saat ini dan Sell Stop beberapa pip di bawah harga saat ini, 2-5 menit sebelum berita rilis. Tujuannya adalah menangkap pergerakan ke arah mana pun harga akan meledak.

7. Gabungkan dengan Analisis Teknikal

Data ekonomi memberi tahu Anda "Mengapa" harga bergerak, tetapi analisis teknikal memberi tahu Anda "Di mana" harus masuk.

Tips: Gunakan level Support dan Resistance kuat sebagai target Take Profit atau penempatan Stop Loss saat berita dirilis. Seringkali, harga akan melonjak tajam karena berita hanya untuk memantul di level Resistance mingguan.

8. Pantau "Revisi" Data Sebelumnya

Terkadang, angka Previous (sebelumnya) direvisi oleh pemerintah saat data baru dirilis.

Tips: Jika data aktual saat ini bagus, tetapi data bulan lalu direvisi menjadi jauh lebih buruk, pasar bisa memberikan reaksi yang membingungkan atau "berlawanan arah". Selalu perhatikan angka kecil di sebelah kolom Previous.

Baca juga: Cara Mengantisipasi Fluktuasi  Mata Uang dalam Trading

Membaca kalender ekonomi bukan sekadar rutinitas tambahan dalam trading, tetapi merupakan salah satu kunci utama untuk memahami arah pergerakan pasar. 

Dengan mengetahui kapan dan jenis berita apa yang akan dirilis, serta mempelajari forecast, previous, dan actual secara cermat, Anda bisa mengambil keputusan trading yang lebih logis dan terukur. 

Jangan lupakan bahwa setiap angka membawa cerita, dan tugas Anda sebagai trader adalah menafsirkan cerita itu untuk mendapatkan peluang.

Jika Anda ingin memulai trading dengan dukungan analisis fundamental dan fasilitas lengkap, Dupoin menyediakan kalender ekonomi real-time serta edukasi untuk membantu Anda menjadi trader yang lebih profesional.

Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!