

Market Analysis
S&P: Ekonomi RI Hanya Tumbuh 4,6%, BI Rate Bisa ke 4,75%

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings, memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan melambat dengan capaian cuma 4,6%.
Pengucuran stimulus fiskal yang telah diumumkan Pemerintah RI dinilai akan membantu rumah tangga rentan, akan tetapi tidak akan banyak mengubah prospek perekonomian tahun ini yang suram.
Ekonom Senior S&P Global Vishrut Rana mengatakan, konsumsi rumah tangga yang stabil akan berlanjut mendorong perekonomian Indonesia. Namun, paket insentif terakhir yang dikucurkan senilai Rp24,4 triliun, akan berdampak terbatas pada keseluruhan momentum konsumsi.
Pertumbuhan ekonomi RI tahun ini diperkirakan melambat dengan kenaikan hanya 4,6%, setelah itu akan stabil dalam jangka menengah seiring dengan perbaikan belanja fiskal dan investasi.
Sementara itu peralihan belanja fiskal ke proyek-proyek prioritas diperkirakan akan signifikan menciptakan defisit fiskal tahun ini. Pertumbuhan dinilai akan bangkit hanya setelah tekanan pada fiskal stabil.
Perkiraan BI Rate
Bank Indonesia diperkirakan akan melanjutkan pemangkasan bunga acuan hingga ke level 4,75% pada tahun ini, dari posisi 5,50% saat ini.
Perkiraan itu dilandasi oleh tren inflasi rendah di Indonesia juga makin stabilnya rupiah seiring dengan tren bearish dolar AS di pasar global yang menguntungkan rupiah.
S&P Global juga menyoroti kehadiran Danantara, Badan Pengelola Investasi (SWF) baru. Ekonom menilai, keputusan Danantara terkait lanskap investasi akan penting dalam mempertahankan profil pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Bank Indonesia dijadwalkan akan menggelar Rapat Dewan Gubernur BI pada pekan depan. Survei Bloomberg sementara ini menghasilkan konsensus 5,50% atau tetap untuk BI rate, dari enam ekonom.
Hanya satu dari enam ekonom yang memperkirakan BI akan kembali memangkas bunga acuan sebesar 25 bps pada pekan depan.

