English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Dolar Lemas, Harga Emas Beringas

Bloomberg Technoz · 323.3K Views

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Pelemahan kurs dolar Amerika Serikat (AS) jadi pendorong laju harga sang logam mulia.

Pada Selasa (21/5/2025), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 3.291,4/troy ons. Melonjak 2,15% dibandingkan hari sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak 9 Mei atau sekira 2 minggu terakhir.

Pagi ini, Rabu (21/5/2025), harga emas pun masih bergerak naik. Pada pukul 06:15 WIB, harga menguat tipis 0,04% ke US$ 3.292,7/troy ons.

Depresiasi dolar AS jadi katalis kenaikan harga emas. Kemarin, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan 6 mata uang utama dunia) melemah 0,39% ke 100,037. Ini menjadi yang terendah dalam hampir 2 pekan terakhir.

Pelaku pasar mencemaskan kondisi fiskal  di Negeri Paman Sam. Utang pemerintah AS membengkak, dan Presiden Donald Trump malah menyetujui aturan penurunan tarif pajak tanpa diimbangi oleh efisiensi anggaran

Problema fiskal ini menyebabkan lembaga pemeringkat Moody's Rating menurunkan peringkat utang AS dari Aaa menjadi Aa1. Moody’s menggarisbawahi peningkatan utang dan pelebaran defisit anggaran.

Saat AS butuh utang dalam jumlah banyak, maka pemerintah akan kian masif dalam menerbitkan obligasi, Ini membuat pasokan dolar AS di pasar menjadi melimpah. Alhasil, ‘harga’ dolar AS pun kian murah.

Emas adalah aset yang dibanderol dalam dolar AS. Ketika mata uang Negeri Adidaya terdepresiasi, maka emas jadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini? Berapa saja target yang mesti dicermati oleh pelaku pasar?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas kembali merangsek ke zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 53,92. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish. 

Akan tetapi, indikator Stochastic RSI menunjukkan 43,13. Menghuni area jual (short) meski tidak terlalu kuat.

Dengan kenaikan yang sudah lumayan tajam, sepertinya investor perlu mewaspadai koreksi harga emas. Target support terdekat ada di US$ 3.286/troy ons. Jika tertembus, maka harga emas bisa terpangkas ke rentang US$ 3.249-3.240/troy ons.

Adapun ruang kenaikan harga emas rasanya sangat terbatas. Target resisten ada di kisaran US$ 3.295-3.300/troy ons.