

Market Analysis
EURUSD Melemah Tertekan Data PMI Zona Euro dan Penguatan Dolar AS

Pasangan mata uang EUR/USD mengalami tekanan lanjutan setelah rilis data PMI Jerman dan Prancis yang lebih buruk dari ekspektasi pasar. Pelemahan ini semakin memperkuat tren bearish Euro terhadap Dolar AS, terutama di tengah membaiknya sentimen pasar terhadap kebijakan moneter AS.
Dengan harga bergerak di bawah level 1.1380, para trader kini menanti peluang jual yang lebih dalam, sekaligus mengantisipasi kemungkinan rebound teknikal jika sentimen membaik.
Euro memperpanjang kerugiannya terhadap dolar sedikit setelah survei manajer pembelian Jerman lebih buruk dari yang diharapkan. Indeks manajer pembelian gabungan (PMI) Jerman turun menjadi 49,7 pada bulan April dari 51,3 pada bulan Maret. Ekonom dalam survei WSJ memperkirakan angka 51,0. Data sebelumnya menunjukkan PMI gabungan Prancis turun menjadi 47,3 pada bulan April dari 48,0 pada bulan Maret.
Sesuai dengan perkiraan sebelumnya, hasil PMI yang lebih jelek dari perkiraan akan membuat Euro melemah. EUR/USD turun 0,1% menjadi $1,1397, dibandingkan dengan $1,1404 sebelum data. Reaksinya memang relative tenang mengingat nilai tukar saat ini masih cukup kuat didorong oleh kinerja dollar yang tengah melemah di kisaran terendah dalam 3 tahun ini.
Saham Eropa bangkit pada hari Rabu, karena investor merasa sedikit lega setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia tidak berencana memecat kepala Federal Reserve, dan mengisyaratkan tarif yang lebih rendah untuk China.
Dolar AS memang sempat melonjak kembali setelah Presiden AS menarik kembali ancamannya untuk memecat Ketua Bank Sentral AS. Ancaman ini sempat mengguncang kepercayaan investor terhadap aset AS, meskipun sebagian besar keuntungan tersebut telah memudar saat perdagangan sesi Eropa dimulai.
Trump juga menegaskan kembali bahwa dia ingin mencapai kesepakatan dengan China di mana tarif tidak akan mendekati 145%, menambahkan bahwa dia akan menetapkan ketentuan kesepakatan jika Beijing tidak mengadakan pembicaraan. Pasar kini menjadi semakin terbiasa dengan presiden yang tiba-tiba bertindak gegabah dan kemudian mengubah sikap seolah-olah itu bukan masalah besar.
Data ekonomi terkini menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di Jerman menunjukkan sektor swasta kembali mengalami kontraksi pada awal April.
Investor khawatir bahwa tekanan Gedung Putih untuk memangkas suku bunga akan berisiko memicu inflasi, sementara tarif Trump meningkatkan harga. Namun, gambaran besarnya belum cukup berubah saat ini untuk mendorong investor kembali berbondong-bondong ke aset AS.
Harga emas mengalami koreksi karena Presiden AS menarik kembali ancamannya untuk memecat Ketua Bank Sentral AS. Disisi lain, ia juga menyatakan keyakinannya untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan Cina. Dua berita ini mampu mengurangi daya tarik emas sebagai aset safe haven. Aksi jual yang terjadi, bahkan terbilang sangat ekstrim hingga mencapai level kejenuhan.
Aksi jual yang terjadi seiring kebangkitan kembali bursa saham dan Dolar AS. Penguatan Greenback membuat emas secara relative menjadi lebih mahal bagi para investor yang berasal dari negara dengan denominasi bukan Dolar AS.
Presiden AS meyakini bahwa kesepakatan dagang dengan Cina dapat "secara substansial" mengurangi tarif. Meskipun ia mengisyaratkan lebih lanjut bahwa kesepakatan akhir tersebut tidak akan "mendekati" tarif saat ini.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan ia yakin akan ada de-eskalasi dalam ketegangan perdagangan AS-China, tetapi negosiasi dengan Beijing belum dimulai dan akan menjadi "proses yang sulit".
Presiden Fed Bank of Minnesota Neel Kashkari mengatakan masih terlalu dini untuk mengetahui bagaimana biaya pinjaman jangka pendek mungkin perlu disesuaikan dengan tarif Trump dan dampaknya yang diharapkan terhadap inflasi dan ekonomi.
Setelah mencetak level harga tertinggi di $3507 pada perdagangan hari Selasa, harga emas terkoreksi di pasar spot dengan turun 0,7% menjadi $3.357,11 per ons pada pukul 09:56 WIB. Harga emas di bursa berjangka AS juga turun 1,5% ke $3.366,80.
Sentimen positif emas masih terbuka dari potensi kelelahan bullish di pasar obligasi. Tak heran bila saat ini JP Morgan telah meyakini bahwa harga emas akan melewati batas $4.000 per ons tahun depan.
USDJPY
Yen Jepang diperdagangkan sekitar 142 per dolar setelah kehilangan lebih dari 1% pada sesi sebelumnya. Pelemahan Yen kembali terjadi, terbebani oleh penguatan dolar AS di tengah tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dan meredanya kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mengatakan bahwa kebuntuan tarif saat ini dengan Cina kemungkinan "tidak berkelanjutan”. Hal ini sempat memicu harapan akan de-eskalasi dalam sengketa perdagangan.
Namun demikian, ia juga menggaris bawahi bahwa negosiasi formal belum dimulai dan memperingatkan bahwa pembicaraan kemungkinan akan menjadi "proses yang sulit," pernyataannya mengangkat sentimen pasar.
Presiden AS melakukan Langkah yang dianggap menambah kepercayaan investor dengan menyatakan bahwa ia tidak berniat untuk menyingkirkan Ketua Federal Reserve Jerome Powell. Hal ini mengurangi ketidakpastian atas arah kebijakan moneter AS.
Di Jepang, data baru menambahkan dorongan domestik, menunjukkan aktivitas sektor swasta kembali tumbuh pada bulan April setelah kontraksi pada bulan Maret. Pemulihan dipimpin oleh ekspansi yang kuat di sektor jasa.
Bursa saham Jepang berakhir lebih tinggi karena kekhawatiran perang dagang AS -Cina mereda. Saham sektor elektronik, otomotif, dan keuangan memimpin kenaikan. Sony Group naik 5,7%, Toyota Motor naik 5,0%, dan Dai-ichi Life Holdings naik 4,7%. Indeks Saham Nikkei naik 1,9% menjadi 34.868,63. Investor kini fokus pada laporan pendapatan domestik dan perkembangan terkait tarif AS.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER
Investasi Derivatif melibatkan risiko kerugian yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda investasikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
Kebijakan Privasi
PT. DUPOIN FUTURES INDONESIA d/h PT. Deu Calion Futures memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website PT. DUPOIN FUTURES INDONESIA d/h PT. Deu Calion Futures untuk keperluan internal. PT. DUPOIN FUTURES INDONESIA d/h PT. Deu Calion Futures dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. DUPOIN FUTURES INDONESIA d/h
PT. Deu Calion Futures dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki risiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

