

Market Analysis
Bursa Saham Asia Siap Dibuka Hijau, Mengekor Wall Street

Richard Henderson - Bloomberg News
Bloomberg, Bursa saham Asia diperkirakan naik pada Jumat (31/1/2025), menyusul kenaikan Wall Street yang berlanjut hingga penutupan perdagangan. Pasalnya saham Apple Inc menguat dalam perdagangan after-hours usai laporan keuangan kuartalannya rilis.
Mata uang Meksiko dan Kanada merosot setelah Presiden Donald Trump mengatakan akan menindaklanjuti ancamannya untuk mengenakan tarif 25% pada impor dari kedua negara tersebut, paling cepat Sabtu (1/2/2025).
Trump menyebut aliran fentanil dan defisit perdagangan yang besar sebagai salah satu alasan keputusan tersebut. Dia juga menegaskan kembali kemungkinan pungutan terhadap China.
Saham berjangka di Jepang dan Australia naik tipis. Indeks perusahaan-perusahaan China yang terdaftar di AS melonjak 4,3% lantaran banyak pasar di seluruh Asia, termasuk China daratan, Hong Kong, dan Taiwan masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek.

