English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Rilis Data NFP Hari ini, Akankah Dolar Kembali Menguat?

Ocky Satria · 612.3K Views

Minggu ini, pasar keuangan global memusatkan perhatian pada data ketenagakerjaan AS, khususnya laporan Non-Farm Payrolls (NFP) yang akan dirilis Jumat (6/12). Data ini dipandang sebagai indikator penting untuk menilai kesehatan ekonomi AS dan arah kebijakan moneter Federal Reserve (Fed).

Dolar AS Kembali Menguat

Melansir dari laporan Action Forex (5/12), Dolar AS menunjukkan penguatan minggu ini setelah mengalami penurunan pada pekan sebelumnya, yang sebagian besar disebabkan oleh aksi ambil untung menjelang libur Thanksgiving. Meskipun ada tanda-tanda bahwa beberapa pejabat Fed mendukung pemangkasan suku bunga pada bulan Desember, peluang untuk jeda suku bunga pada awal tahun 2025 meningkat menjadi 60%, menurut proyeksi dana berjangka Fed.

Selain itu, Presiden terpilih AS, Donald Trump, menambahkan ketegangan baru dengan ancaman tarif 100% terhadap negara-negara BRICS jika mereka menciptakan mata uang bersama dan meninggalkan dolar. Langkah ini, ditambah dengan janji pemotongan pajak perusahaan, meningkatkan spekulasi inflasi yang dapat memengaruhi sikap Fed terkait pemangkasan suku bunga.

Baca juga: Apa Itu Consumer Price Index (CPI) dan Pengaruhnya

Fokus pada Laporan Non-Farm Payrolls

Setelah penambahan pekerjaan yang sangat lemah sebesar 12.000 pada Oktober akibat pemogokan buruh dan badai, pasar kini mengantisipasi rebound besar di bulan November. Prakiraan menunjukkan ekonomi AS menambah 202.000 pekerjaan, meskipun tingkat pengangguran diperkirakan sedikit meningkat menjadi 4,2% dari 4,1%.

Peningkatan tingkat pengangguran ini mungkin tidak sepenuhnya negatif, terutama jika disertai kenaikan tingkat partisipasi tenaga kerja. Hal ini menunjukkan lebih banyak orang yang mulai aktif mencari pekerjaan, tanda positif bagi perekonomian. Sementara itu, penghasilan per jam rata-rata diprediksi tumbuh 3,9% secara tahunan, sedikit melambat dari 4,0% sebelumnya, yang memberikan gambaran bahwa tekanan inflasi mungkin tetap terkendali.

Jika laporan NFP menunjukkan angka yang lebih kuat dari ekspektasi, ini dapat memperkuat keyakinan investor terhadap dolar AS. Sebaliknya, data yang mengecewakan dapat mendorong spekulasi bahwa Fed akan lebih cepat melonggarkan kebijakan moneternya.

Baca juga: Apa itu Swap dalam Trading Forex

Dampak pada Euro/Dolar

Di tengah ketidakpastian politik di Prancis, euro menghadapi tekanan tambahan terhadap dolar. Nilai tukar EUR/USD diperkirakan bisa turun lebih jauh jika data ketenagakerjaan AS mendukung penguatan dolar. Level support utama ada di 1,0330, yang merupakan titik terendah 22 November. Jika tembus, penurunan lebih lanjut menuju 1,0290 atau bahkan 1,0100 dapat terjadi.

Sebaliknya, agar euro dapat kembali bangkit, diperlukan rebound di atas level pivot 1,0665. Jika berhasil, target kenaikan berikutnya berada di zona 1,0765 hingga 1,0825, yang dapat membuka peluang pemulihan lebih lanjut.

Laporan Non-Farm Payrolls minggu ini akan menjadi katalis penting untuk arah dolar AS dan pasar mata uang secara keseluruhan. Data ini tidak hanya akan memengaruhi ekspektasi investor terkait kebijakan moneter Fed, tetapi juga dapat menambah tekanan pada euro yang saat ini berada dalam posisi rentan. Semua mata tertuju pada angka ketenagakerjaan AS, yang dapat menjadi penentu langkah berikutnya di pasar keuangan global.

Download segera aplikasi Dupoin #One-Stop Trading Platform agar tidak ketinggalan informasi menarik lainnya seputar dunia trading atau investasi lainnya, dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!