English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Menakar Proyeksi Harga Emas di Penghujung 2026, Bakal Tembus 5.000 Dollar AS atau Malah Koreksi?

Kompas · 1 Views

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga akhir 2026, tren harga emas global secara garis besar diproyeksikan masih berada dalam struktur jangka menengah yang konstruktif.

Analis Mata Uang dan Komoditas sekaligus Founder Traderindo.com Wahyu Laksono mengatakan, secara konsensus, sejumlah lembaga keuangan global dan analis komoditas memproyeksikan harga emas spot (XAUUSD) bergerak di rentang 4.300 dollar AS hingga 5.000 dollar AS per troy ounce menjelang penutupan tahun 2026.

"Dalam pandangan optimis, jika outlook The Fed akhirnya lebih cenderung melonggar maka bullish medium term potensial akan terus berlanjut bukan mustahil XAUUSD bisa potensial menguji atau bahkan menembus all time high (ATH) akhir tahun," kata dia kepada Kompas.com, Rabu (28/10/2026).

Sementara itu, ia menambahkan, dalam skenario moderat emas diperkirakan stabil menguji area 4.500 dollar AS per troy ounce.

Ketika inflasi global mereda sementara tensi geopolitik menjadi new normal atau menghadapi status quo dan tidak ada eskalasi signifikan, reli lanjutan menuju batas atas konsensus di kisaran 4.800–4.900 dollar AS per troy ounce tetap terbuka lebar.

Namun dalam skenario pesimis, Wahyu bilang, apabila The Fed kembali memberi sinyal pengetatan agresif lebih dari perkiraan pasar, level koreksi wajar potensial berada di area penyangga kuat.

"Sekitar 4.000–3.500 dollar AS per troy ounce," ungkap dia.

Sikap dan strategi investor

Wahyu mengimbau investor untuk bersiap menghadapi volatilitas pasar finansial yang tinggi, terutama di tengah fluktuasi tajam harga komoditas dan ketidakpastian makroekonomi global.

"Kita sebagai investor perlu mengedepankan pendekatan yang terstruktur, disiplin, dan rasional," imbuh dia.

Ia berpandangan, terdapat beberapa hal penting yang perlu dicermati serta strategi praktis dalam mengelola investasi emas di tengah dinamika pasar.

Pertama, hal yang perlu dicermati oleh investor emas adalah arah kebijakan suku bunga dan dollar AS.

Ia meminta investor memperhatikan rilis data inflasi dan sinyal dari bank sentral AS Federal Reserve atau The Fed.

Penguatan indeks dollar dan ekspektasi suku bunga tinggi atau higher for longer sering kali menjadi katalis negatif jangka pendek bagi emas.

Pasalnya, emas merupakan instrumen investasi yang memiliki sifat tidak memberikan imbal hasil (non-interest-bearing asset). Kemudian, investor emas diharapkan memperhatikan dinamika risiko geopolitik.