

Market Analysis
Wall Street Mixed di Tengah Kecemasan Geopolitik, Saham Teknologi Paling Membebani

(Vibiznews – Index) – Aksi jual besar-besaran saham teknologi kembali terlihat pada perdagangan bursa saham AS Wall Street yang berakhir Jumat dinihari (23/10/2026) di tengah lonjakan harga minyak mentah akibat kecemasan geopolitik.
Hanya indeks Dow Jones yang bertahan di zona hijau dan ditutup pada level 52.867,98 atau naik 0,02%. Sebaliknya terlihat indeks S&P 500 ditutup pada level 7.663,43 atau turun 1,21% dan Nasdaq annjlok 2,60% pada level 26.008,86
Kecemasan geopolitik kian mendalam menyusul laporan bahwa Amerika Serikat dan Israel mempertimbangkan untuk kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran, di samping adanya serangan dari kelompok pemberontak Houthi terhadap Arab Saudi.
Saham teknologi berada di bawah tekanan karena laporan laba perusahaan tidak memenuhi ekspektasi, yang memicu kembali kekhawatiran terkait investasi di bidang kecerdasan buatan (AI), di samping berlanjutnya pergeseran dana keluar dari saham semikonduktor.
Saham Meta anjlok 7% meskipun melaporkan laba dan pendapatan yang lebih tinggi, seiring dengan risiko kredit perusahaan yang mencapai rekor tertinggi.
Rencana Meta untuk meningkatkan belanja modal memicu kembali kekhawatiran bahwa perusahaan-perusahaan teknologi akan menambah utang demi mendanai infrastruktur AI.
Saham perusahaan teknologi berskala besar (hyperscaler) lainnya juga mengalami penurunan; Alphabet (-3,2%), Microsoft (-2,2%), dan Amazon (-4,6%) melemah menjelang rilis laporan keuangan mereka pekan depan.
Saham Tesla turun 3,1% setelah memangkas rencana belanja, dengan investasi modal pada kuartal sebelumnya tercatat di bawah ekspektasi.
Saham Lam Research anjlok 11,8% setelah memberikan proyeksi yang mengecewakan. Di sektor produsen cip, Nvidia melemah 4,4%, Micron turun 6,3%, AMD anjlok 8,1%, dan Intel terkoreksi 8%.

