English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Emas Dunia Makin Tertekan, Peluang The Fed Naikkan Bunga Desember Capai 90%

KONTAN · 1 Views

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Kamis (22/10/2026), seiring investor mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) pekan depan.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 4.115,50 per ons troi pada pukul 00.40 GMT. Pada perdagangan Rabu (21/10/2026), harga emas sempat menyentuh US$ 4.104,33 per ons troi, level terendah sejak 15 Oktober 2026.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember 2026 terkoreksi 0,4% menjadi US$ 4.132,30 per ons troi.

Pergerakan harga emas dipengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed. Berdasarkan jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom, hampir seluruh responden memperkirakan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada bulan ini, tetapi berpotensi kembali menaikkannya pada Desember mendatang.

Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan 27–28 Oktober hanya sebesar 16%. Sebaliknya, peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 90%, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Investor juga menantikan data indeks pengeluaran konsumsi pribadi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) AS pekan depan. Indikator tersebut menjadi salah satu acuan utama The Fed dalam mengukur inflasi, dengan target inflasi sebesar 2%.

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang memegang logam mulia tersebut.

Emas tidak memberikan imbal hasil bunga sehingga daya tariknya relatif berkurang ketika instrumen berbunga menawarkan potensi keuntungan lebih besar.

Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar. Dua orang dilaporkan tewas setelah pertahanan udara Arab Saudi mencegat pesawat nirawak yang berupaya menyerang fasilitas di ladang minyak Shaybah milik Saudi Aramco pada Rabu.

Departemen Luar Negeri AS juga memerintahkan sejumlah diplomat dan anggota keluarga mereka meninggalkan pos diplomatik di Arab Saudi.

Pemerintah AS turut merencanakan penarikan anggota keluarga dari sejumlah misi diplomatik lainnya di kawasan tersebut.

Meski ketegangan geopolitik berpotensi meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai, ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada akhir tahun masih menjadi faktor yang membayangi pergerakan harga logam mulia.

Sementara itu, harga logam mulia lainnya juga bergerak melemah. Harga perak spot turun 1,1% menjadi US$ 57,33 per ons troi, platinum terkoreksi 1,1% menjadi US$ 1.609,95 per ons troi, dan paladium turun 0,8% menjadi US$ 1.078,52 per ons troi.