English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Bersiaplah! Harga Emas Bakal Terguncang-guncang Hari Ini

CNBC Indonesia · 1 Views

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dan perak dunia melemah pada perdagangan Selasa (13/10/2026), seiring investor bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) dan pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan suku bunga.

Merujuk Refinitiv, harga emas pada perdagangan Selasa (13/10/2026) melemah 0,34% ke US$ 4156,75 per troy ons.

Pelemahan ini memperpanjang derita emas dengan melemah 0,8% dalam dua hari beruntun.

Harga emas masih melemah pada hari ini. Pada Rabu (14/10/2026) pukul 06.42 WIB, harga emas melandai 0,02% ke US$ 4155,76 per troy ons.

"Pasar cenderung menunggu untuk melihat bagaimana hasil data inflasi pekan ini," ujar Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di StoneX, dikutip dari Refinitiv.

Investor menantikan data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) pada malam ini Rabu (14/10/2026), disusul data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) pada Kamis. Pernyataan Warsh pada Kamis juga akan dicermati untuk mencari petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter AS.

Rilis data ini membuat harga emas bisa sangat volatil.

Gubernur The Fed Christopher Waller mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS belakangan ini lebih mencerminkan penguatan pertumbuhan ekonomi ketimbang meningkatnya ekspektasi inflasi. Menurutnya, ekspektasi inflasi masih terkendali.

Emas cenderung tertekan dalam lingkungan suku bunga tinggi karena tidak memberikan imbal hasil berupa bunga.

Berdasarkan perangkat CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober hanya 19%. Namun, peluang kenaikan pada Desember mencapai 88%.

Di sisi lain, dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terkoreksi dari level tertingginya, meski masih bertahan di level relatif tinggi. Harga minyak juga melemah dan berada di jalur penurunan pertama dalam hampir sepekan.

Dana Moneter Internasional (IMF) turut memperingatkan risiko akibat tingginya utang pemerintah dan kenaikan imbal hasil obligasi yang berpotensi semakin terdorong oleh tekanan inflasi akibat perang.

Analis Commerzbank menilai kenaikan suku bunga menjadi pedang bermata dua bagi emas. Suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak menghasilkan bunga, tetapi sekaligus memperbesar beban fiskal pemerintah dan kekhawatiran mengenai keberlanjutan utang.

Harga perak juga jatuh.

Merujuk Refinitiv, harga perak pada perdagangan Selasa (13/10/2026) anjlok 1,45% ke US$ 59,44 per troy ons.

Pelemahan ini memperpanjang derita perak dengan jatuh dalam dua hari beruntun.

Harga perak masih melemah pada hari ini. Pada Rabu (14/10/2026) pukul 06.42 WIB, harga perak melemah 0,54% ke US$ 59,11 per troy ons.