

Market Analysis
Meta Blokir Iklan TikTok di Facebook dan Instagram, Berlaku Juga di Indonesia

KONTAN.CO.ID - Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram melarang iklan dari ByteDance, induk perusahaan TikTok, di platformnya di Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara lain, termasuk Indonesia.
Melansir Reuters, Juru bicara Meta mengatakan pada Kamis (8/10/2026), kebijakan tersebut berlaku efektif segera di AS, Kanada, Mesir, Indonesia, Jepang, Thailand, dan Vietnam.
Larangan ini juga mencakup pengiklan pihak ketiga yang menjalankan kampanye iklan dengan tautan menuju TikTok maupun platform lain milik ByteDance di negara-negara tersebut.
Langkah ini menandai meningkatnya persaingan antara Meta dan ByteDance. TikTok selama ini menjadi salah satu pesaing utama Meta dalam menarik perhatian pengguna, kreator konten, serta belanja iklan.
Meta menyatakan tidak berkewajiban menyediakan layanan promosi bagi pesaing yang berupaya mengalihkan pengguna dari platformnya.
"Kami tidak harus menjalankan iklan dari pesaing yang tujuannya menarik pengguna keluar dari aplikasi kami. Menolak menyediakan layanan promosi kepada pesaing merupakan praktik bisnis yang lazim di berbagai industri. Kami akan terus bersaing melalui kualitas produk dan pengalaman pengguna," kata Meta.
Hingga berita ini ditulis, TikTok dan Bytedance belum memberikan tanggapan atas kebijakan Meta tersebut kepada Reuters.
Berdasarkan informasi di situs TikTok, platform tersebut tidak mendukung tautan yang secara langsung membuka atau membuat pengguna masuk ke aplikasi media sosial lain.
Meski demikian, pengguna masih dapat menambahkan tautan pada profil mereka yang mengarahkan pengunjung ke situs web platform lain.
Selain persaingan bisnis, Meta juga mendorong TikTok dan YouTube untuk mengikuti langkah-langkah perlindungan remaja yang telah disepakati Meta pada Agustus lalu.
Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari penyelesaian perkara dengan sejumlah negara bagian AS terkait dampak media sosial terhadap anak-anak, dengan nilai penyelesaian mencapai US$ 18 miliar.
Dalam kesepakatan itu, Meta berkomitmen menerapkan batas penggunaan harian serta membatasi penggunaan Facebook dan Instagram pada malam hari bagi anak-anak.
Perusahaan juga akan memperkuat upaya untuk mencegah anak-anak mengakses konten yang dibatasi berdasarkan usia.
TikTok belum memberikan pernyataan terbuka mengenai kampanye Meta tersebut.
Namun, pada September lalu, TikTok mencapai kesepakatan penyelesaian dengan negara bagian Alabama yang mewajibkan platform itu menerapkan batas penggunaan baru dan meningkatkan mekanisme verifikasi usia pengguna di wilayah tersebut.
Kesepakatan itu menyelesaikan gugatan yang menuduh TikTok membahayakan anak-anak dan menyesatkan konsumen mengenai keamanan platformnya.
Saat ini, TikTok beroperasi di AS melalui perusahaan patungan yang mayoritas kepemilikannya berada di tangan investor Amerika.
Struktur tersebut merupakan bagian dari kesepakatan untuk melindungi data pengguna AS sekaligus menghindari pelarangan aplikasi yang digunakan lebih dari 200 juta orang di negara tersebut.
Bloomberg News menjadi media pertama yang melaporkan kebijakan pemblokiran iklan Meta tersebut pada Kamis.

