English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Rekor Wall Street Terkoreksi Kekhawatiran Tingginya Imbal Hasil Obligasi

Vibiznews · 1 Views

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Wall Street memangkas rekor tertinggi terbarunya pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari (8/10/2026) dengan semua indeks utama masuk zona merah.

Nasdaq yang didominasi saham teknologi berakhir turun 0,2% ke level 27.538,69,  S&P 500 juga turun  0,2% menjadi 7.801,77, sementara indeks Dow yang mencakup lebih sedikit saham turun 0,7% menjadi 51.179,87.

Tekanan profit taking terjadi karena kekhawatiran mengenai imbal hasil (yield) yang tinggi kembali muncul di permukaan, sehingga mengancam proyeksi laba bagi sektor-sektor yang sensitif terhadap kredit.

Harga minyak melandai setelah sempat menguat sebelumnya, sedangkan imbal hasil obligasi tenor panjang turun menyusul lelang obligasi pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun yang mencatatkan hasil kuat.

Dari laporan risalah Fed, kondisi kredit yang ketat masih berlanjut dengan para anggota FOMC sepakat bahwa suku bunga yang lebih tinggi diperlukan untuk meredam inflasi.

Saham perusahaan pembuat cip AI dan penyedia layanan cloud skala besar (hyperscaler) sebagian besar melemah karena imbal hasil tinggi dan selisih imbal hasil kredit (credit spread) yang melebar semakin membebani pesanan.

Saham Nvidia turun 0,7% dan AMD turun 0,5%, sementara Meta kehilangan 2,4% dan Oracle turun 0,8%.

Penurunan tersebut terjadi di tengah kabar SpaceX berencana meminjam dana sebesar $40 miliar untuk membeli cip Nvidia. Saham SpaceX turun 2,5%, sementara Tesla turun 0,7%.