

Market Analysis
Rekomendasi Harga Minyak Mentah 8 Oktober 2026

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah ditutup turun pada hari Rabu, 7 Oktober 2026, setelah Badan Energi Internasional (IEA) sepakat mempercepat pelepasan cadangan minyak dan memprioritaskan diesel. Penurunan tertahan oleh data persediaan minyak AS yang turun lebih dalam dari perkiraan.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS ditutup turun 1,3% pada $88,28 per barel.
Harga minyak mentah berjangka Brent ditutup turun 0,38% pada $100,20 per barel.
Harga minyak bergerak fluktuatif sepanjang sesi sebelum ditutup melemah, setelah IEA sepakat mempercepat pelepasan cadangan minyak dengan prioritas pada diesel untuk meredam harga bahan bakar yang berada di rekor tertinggi akibat perang Iran. Prancis dilaporkan akan melepas 10 juta barel diesel dari cadangan strategisnya. Pelepasan ini terutama menyasar Eropa, yang disebut analis sebagai pusat kekurangan pasokan, sehingga mengurangi tekanan pada WTI.
Dari sisi data, persediaan minyak mentah AS turun 3,2 juta barel menjadi 424,1 juta barel pada pekan yang berakhir 2 Oktober, berlawanan dengan perkiraan kenaikan 1,7 juta barel dalam jajak pendapat Reuters. Data ini sempat mengangkat harga di awal sesi, ketika Brent naik di atas $101 dan WTI mendekati $90.
Dukungan bagi harga juga datang dari revisi proyeksi EIA. Dalam laporan Short Term Energy Outlook Oktober, EIA menaikkan perkiraan harga Brent 2026 menjadi $96,32 per barel dari $91 pada laporan September, dengan proyeksi rata-rata kuartal keempat $105 per barel karena penarikan persediaan global yang berlanjut. EIA juga menyoroti ketatnya pasar distilat, dengan persediaan Pantai Timur AS diperkirakan 20% hingga 30% di bawah rata-rata musiman lima tahun.
Di sisi pasokan, harga minyak pekan ini masih lebih rendah karena aliran energi dari Teluk Persia menunjukkan tanda pemulihan, dengan kapal tanker melintasi Selat Hormuz dan pipa East-West Arab Saudi kembali memompa 5,8 juta barel per hari. Namun risiko di Timur Tengah belum hilang, mulai dari kebuntuan negosiasi AS-Iran hingga ketegangan Arab Saudi dengan Houthi di Yaman.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga minyak cenderung bergerak sideways dengan bias tertekan oleh pelepasan cadangan IEA dan pemulihan ekspor Timur Tengah. Namun jika persediaan AS kembali turun, ketegangan di kawasan Teluk meningkat, atau kebuntuan AS-Iran berlanjut, harga minyak berpotensi kembali naik.
Harga minyak mentah berjangka WTI AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $87,17-$86,05. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $90,19-$92,09.
Harga minyak mentah berjangka Brent diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $99,01-$97,82. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $101,99-$103,78.

