

Market Analysis
Wall Street Lanjutkan Penguatan, S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Baru
NEW YORK, KOMPAS.com - Bursa saham Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Selasa (6/10/2026) waktu setempat atau Rabu pagi WIB.
Indeks S&P 500 mencatat rekor tertinggi sepanjang masa, didorong kenaikan saham teknologi utama dan penurunan imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS.
Mengutip CNBC, indeks S&P 500 naik 0,58 persen ke level 7.818,93. Sementara, Dow Jones Industrial Average menguat 253,38 poin atau 0,49 persen menjadi 51.521,28.
Adapun, indeks Nasdaq Composite naik 0,45 persen dan ditutup pada rekor 27.599,79.
Indeks yang didominasi saham teknologi ini juga sempat mencatat posisi tertinggi sepanjang masa selama perdagangan berlangsung.
Penguatan bursa saham AS ditopang kenaikan saham-saham perusahaan produsen chip.
Saham Marvell Technology melonjak 5,8 persen, sedangkan Advanced Micro Devices (AMD) menguat hampir 3 persen.
Kenaikan senada terjadi seiring meningkatnya optimisme investor terhadap prospek kedua perusahaan. Saham Broadcom juga menguat 3,7 persen.
Chief Investment Officer Integrated Financial Partners Stephen Kolano mengatakan, investor saat ini masih melihat sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai salah satu area investasi yang menarik.
“Semua orang melihat pasar naik. AI adalah tempat yang tepat,” kata Kolano.
Menurutnya, investor untuk sementara mengabaikan kekhawatiran terhadap inflasi, terutama terkait kenaikan harga minyak dan diesel. Investor menilai tekanan bisa mereda pada masa mendatang.
Di sisi lain, harga minyak mentah relatif bergerak stabil pada perdagangan Selasa.
Harga minyak mentah Brent naik tipis 0,26 persen menjadi 100,58 dollar AS per barrel.
Sedangkan, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,01 persen menjadi 89,44 dollar AS per barrel.
Kolano juga menilai tingkat suku bunga saat ini secara fundamental berada pada level yang sesuai.

