

Market Analysis
Mengekor Kinerja Wall Street, Bursa Asia Dibuka Menguat

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia-Pasifik mayoritas menguat pada perdagangan Senin (5/10/2026). Hal ini terjadi di tengah meredanya tekanan pasar seiring stabilitas harga minyak dan imbal hasil obligasi Amerika Serikat.
Melansi CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang memimpin kenaikan. Nikkei 225 naik lebih dari 1,7%, sementara indeks Topix menguat 0,79% dan S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,53%.
Pada perdagangan Jumat (2/10/2026), Dow Jones Industrial Average naik 250 poin atau 0,5% menjadi 51.176,46. Indeks S&P 500 menguat 0,7% ke level 7.722,72, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,2% menjadi 27.190,86 setelah sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dalam perdagangan intraday.
Pergerakan saham AS pekan lalu diwarnai lonjakan imbal hasil US Treasury serta laporan ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan. Data tersebut meredakan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga pada bulan ini.
Meski demikian, imbal hasil obligasi pemerintah AS masih menjadi perhatian utama investor. Imbal hasil Treasury 10 tahun naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, memicu kekhawatiran bahwa biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat menekan saham meskipun The Fed mempertahankan suku bunga dalam jangka pendek.
Saham teknologi memimpin penguatan Wall Street pada perdagangan Jumat, dengan Nvidia mencatat rekor tertinggi intraday. Nasdaq Composite juga mencetak rekor, sehingga investor akan mencermati apakah momentum tersebut dapat berlanjut pada perdagangan pekan ini.
Dengan kalender ekonomi yang relatif sepi, investor akan mencermati perkembangan geopolitik dan dinamika pasar sebelum musim laporan keuangan dimulai. Musim laporan keuangan secara tidak resmi akan dimulai dengan publikasi kinerja JPMorgan pada 13 Oktober 2026.
"Kalender data yang ringan berarti investor akan merespons pasang surut perkembangan geopolitik dan spesifik pasar, yang dipadukan dengan sejumlah laporan ekonomi terbaru yang cukup mendukung, menjelang awal musim laporan keuangan," kata Gary Schlossberg, global strategist Wells Fargo Investment Institute.
Pada Senin (5/10/2026), investor akan mencermati laporan aktivitas sektor jasa dari Institute for Supply Management (ISM). Selanjutnya, risalah pertemuan The Fed pada September akan dirilis pada Rabu, sementara data awal sentimen konsumen Oktober dari University of Michigan dijadwalkan terbit pada Jumat.
Sejumlah perusahaan juga dijadwalkan merilis laporan keuangan pekan ini, termasuk Constellation Brands, Levi Strauss dan PepsiCo. Selain itu, investor akan mencermati kinerja Delta Air Lines dan sejumlah perusahaan lainnya.

