English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Kalender Ekonomi: Risalah The Fed, Cadangan Devisa & Ujian Rupiah

Bloomberg Technoz · 1 Views

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kalender ekonomi pekan ini berisi agenda penting yang akan kembali menentukan arah pasar. Setelah pasar global dibayangi oleh lonjakan harga minyak, pelemahan obligasi, dan volatilitas mata uang, kini perhatian investor kini akan beralih pada sejumlah data ekonomi dan keputusan bank sentral yang berpotensi mengubah kembali ekspektasi terhadap arah suku bunga. 

Di Amerika Serikat (AS), risalah rapat Federal Reserve (The Fed) pada September menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu. Risalah itu akan memberi gambaran tentang perdebatan di internal The Fed sebelum memutuskan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan September. 

Pasar juga akan mencermati serangkaian komentar pejabat The Fed serta data sektor jasa, klaim pengangguran dan sentimen konsumen. Jika data kembali menujukkan ketahanan ekonomi AS, ruang bagi The Fed untuk mempertahankan kebijakan ketat akan semakin terbuka. Sebaliknya, tanda-tanda pelemahan ekonomi dapat menghidupkan kembali ekspektasi pelonggaran dan memberi sedikit ruang bagi pasar negara berkembang. 

Sementara kalender ekonomi dari Asia, keputusan Reserve Bank of India (RBI) pada 7 Oktober akan menjadi perhatian pelaku pasar. Konsensus masih mengarah pada kenaikan repo rate menjadi 5,5%, tetapi Bloomberg Economics memperkirakan RBI masih akan memilih menahan suku bunga di 5,25%.

Pilihan hawkish hold ini mencerminkan adanya dilema yang juga dihadapi banyak bank sentral, bahwa inflasi meningkat akibat kenaikan harga minyak dan pangan, tetapi di saat yang sama pengetatan moneter berisiko semakin menekan pertumbuhan. RBI diperkirakan baru mulai menaikkan suku bunga pada Desember, dengan total siklus bunga pada Desember, dengan total siklus pengetatan sekitar 50 bps. 

Di sisi lain, tekanan inflasi di kawasan Asia masih menjadi fokus utama pelaku pasar. Setelah Indonesia mengumumkan inflasi September sebesar 3,3% yoy pekan lalu, minggu ini inflasi Filipina diperkirakan melonjak jadi 6,7% yoy pada September. Sedangkan inflasi Thailand diproyeksi naik menjadi 2,8% yoy. Taiwan diperkirakan percepatan laju inflasi menjadi 2,5% yoy. 

Kenaikan harga minyak, pelemahan mata uang, serta risiko dari terjadinya fenomena El Nino menjadi kombinasi yang memperpanjang tekanan harga, setidaknya hingga awal 2027. 

Kalender ekonomi dari Jepang dimulai dengan data pertumbuhan upah yang diperkirakan melambat. Akan tetapi, tren upah dasar tetap kuat sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan pada Desember masih terjaga. 

Dari Indonesia, Bank Indonesia (BI) pekan ini akan mengumumkan posisi cadangan devisa per akhir September. Sebelumnya, cadangan devisa masih terjaga di US$146,5 miliar.

BI secara eksplisit menyatakan strategi stabilisasi rupiah tak lagi mengandalkan intervensi di pasar spot yang cenderung menggerus devisa seperti sebelumnya. Pergeseran strategi ini penting untuk dicermati sebab akan menunjukkan seberapa jauh BI dapat mennjaga stabilitas rupiah dengan mengoptimalkan instrumen derivatif dan valuta asing di pasar Domestic Non-Deliverable Forwards (DNDF) dan NDF tanpa memberikan tekanan berlebihan terhadap posisi cadangan devisa. 

Dari sisi fiskal, arah kebijakan Menteri Keuangan Suahasil Nazara menunjukkan adanya pendekatan yang relatif berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Suahasil, dalam wawancara dengan Bloomberg News, menegaskan fokus pada mandat Kementerian Keuangan dalam menjaga disiplin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan memastikan defisit fiskal tetap di bawah batas legal 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). 

Meski begitu, di sisi lain, otoritas fiskal juga membiarkan BI dan Danantara menjalankan mandatnya masing-masing. Ia juga menyatakan dividen Danantara tidak dimasukkan dalam APBN 2026 maupun 2027.

Sikap ini, setidaknya, memberikan gambaran lebih jelas terkait batas antara kebijakan fiskal, moneter, dan pengelolaan aset negara, di tengah kebutuhan pemerintah dalam mennjaga kepercayaan investor. 

Bagi pelaku pasar, pembagian mandat itu jadi penting kala tekanan datang secara bersamaan dari sisi fiskal dan moneter. Dengan pernyataan itu, setidaknya Kementerian Keuangan menjaga kredibilitas anggaran sekaligus menekan biaya pembiayaan pemerintah, di sisi lain, BI harus menjaga stabilitas rupiah dan inflasi tanpa terlalu menekan pertumbuhan.

Oleh karena itu, dari sisi domestik, kalender ekonomi pekan ini pelaku pasar akan mencermati seberapa kuat bantalan eksternal BI, dan seberapa disiplin pemerintah dalam menjaga fiskal, serta seberapa jelas pembagian peran antara pemerintah, BI dan Danantara. 

Kejelasan pembagian peran ini akan diuji bukan hanya melalui kebijakan masing-masing lembaga, tapi juga melalui respons pasar, terlebih di tengah tekanan eksternal yang masih meninggi. 

Ketika rupiah sempat berada di sekitar level Rp18.000/US$ pekan lalu, kemampuan BI menjaga stabilitas mata uang tanpa banyak menggerus cadangan devisa menjadi penting. Pada saat yang sama, kredibilitas fiskal pemerintah juga akan ikut menentukan persepsi investor terhadap aset Indonesia. 

Dengan begitu, ketahanan rupiah pekan ini akan menjadi ujian awal apakah kombinasi disiplin fiskal, independensi kebijakan moneter, dan koordinasi antarlembaga bisa memberi bantalan yang cukup kala tekanan eksternal kembali meningkat. 

Di sisi lain, pelaku pasar juga akan mencermati data Indeks Keyakinan Konsumen yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut akan menjadi acuan seberapa kuat daya tahan konsumsi domestik di tengah tekanan ekonomi dan pasar yang meningkat. Terlebih data inflasi tercatat meninggi, walau masih berada dalam sasaran target BI. 

Berikut agenda ekonomi global dalam kalender ekonomi sepekan yang dapat dicermati: 

Senin, 5 Oktober 2026

  • PPI zona euro dan PMI jasa S&P Global.
  • Penjualan ritel Singapura.
  • CPI dan PPI Turki.
  • Indeks ISM jasa dan PMI jasa S&P Global AS.
  • ECB memulai Conference on Monetary Policy di Frankfurt. Kepala Ekonom ECB Philip Lane akan menyampaikan pidato utama. Konferensi berlangsung hingga 6 Oktober.
  • Anggota Executive Board ECB Isabel Schnabel berpartisipasi dalam pertemuan Association of German Banks di Frankfurt.
  • Anggota Governing Council ECB Martin Kocher, Ketua Supervisory Board Claudia Buch, dan anggota Supervisory Board Sharon Donnery berbicara dalam konferensi mengenai stabilitas keuangan yang diselenggarakan OeNB-SUERF-JVI-Yale di Bank Nasional Austria. General Manager BIS Pablo Hernandez de Cos juga menjadi pembicara.
  • Putaran kelima perundingan perdagangan India-Kanada dimulai. Kedua pihak berupaya mempercepat negosiasi dan menyelesaikan kesepakatan tahun ini.
  • Mahkamah Agung AS memulai masa persidangan baru dengan menangani kasus perubahan iklim yang menjadi perhatian, yang melibatkan Suncor Energy dan Boulder County, Colorado.
  • Greenwich Economic Forum dimulai di Connecticut dengan sejumlah pembicara, termasuk pendiri Bridgewater Associates Ray Dalio. Forum berlangsung hingga 7 Oktober.

Selasa, 6 Oktober 2026

  • Lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan target indikatif Rp 10 triliun.
  • CPI Filipina.
  • CPI Thailand.
  • Perdagangan AS.
  • Kepercayaan konsumen Westpac Australia.
  • Penjualan ritel zona euro.
  • Produksi industri dan neraca anggaran Prancis.
  • Pesanan pabrik Jerman.
  • Cadangan devisa Meksiko.
  • Wakil Ketua The Fed bidang Pengawasan Michelle Bowman menyampaikan pidato utama di Community Banking Research Conference di St. Louis.
  • Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams memoderatori diskusi di Governance and Culture Reform Conference.
  • Presiden Federal Reserve Bank of Kansas City Jeffrey Schmid berbicara dalam fireside chat mengenai kebijakan moneter dan pembangunan pedesaan di Enid, Oklahoma.
  • Presiden Federal Reserve Bank of Dallas Lorie Logan berpartisipasi dalam diskusi di San Antonio, Texas.
  • Anggota Executive Board ECB Piero Cipollone berbicara dalam acara MNI mengenai euro digital.
  • Anggota Governing Council ECB Olli Rehn menggelar konferensi pers di Helsinki mengenai prospek ekonomi kawasan euro.
  • Konferensi Supervisi FMA ke-17 berlangsung di Wina, dengan Sharon Donnery, Claudia Buch, dan Frank Elderson dari ECB berpartisipasi dalam diskusi panel.
  • Pengambil keputusan suku bunga Bank of England Catherine Mann berbicara di TS Lombard Capital Markets Summit di London.
  • Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda berbicara dalam Japan’s National Securities Convention.
  • Gubernur Norges Bank Ida Wolden Bache berpartisipasi dalam panel mengenai arus modal di seminar Danmarks Nationalbank di Kopenhagen.
  • KTT MED9, yang mempertemukan kelompok informal sembilan negara anggota Uni Eropa bagian selatan, digelar di Split, Kroasia.
  • Chief Strategy Officer OpenAI Jason Kwon hadir di hadapan Joint Select Committee on Artificial Intelligence Australia setelah sebuah model OpenAI diketahui mengakses situs Medicare tanpa izin.
  • Amazon Prime Big Deal Days dimulai dan menjadi pembuka periode belanja musim liburan musim gugur perusahaan tersebut. Acara berlangsung hingga 7 Oktober.

Rabu, 7 Oktober 2026

  • Cadangan devisa Indonesia.
  • Cadangan devisa Malaysia.
  • Cadangan devisa China.
  • Indeks Keyakinan Konsumen Thailand.
  • CPI Kolombia.
  • Perdagangan Prancis.
  • Produksi industri Jerman.
  • Keputusan suku bunga Islandia.
  • Keputusan suku bunga India.
  • Keputusan suku bunga Kenya.
  • Keputusan suku bunga Peru.
  • Keputusan suku bunga Polandia.
  • CPI Swedia.
  • CPI Taiwan.
  • Risalah rapat FOMC AS, aplikasi kredit perumahan MBA, dan kredit konsumen.
  • Risalah rapat The Fed akan memberikan gambaran lebih mendalam mengenai perdebatan di balik keputusan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September.
  • Wakil Presiden ECB Boris Vujcic berbicara dalam acara di Brussels mengenai daya saing perbankan, kemudian menghadiri acara perbankan yang diselenggarakan Capitant Leuven.
  • Anggota Executive Board ECB Piero Cipollone berpartisipasi secara virtual dalam panel yang diselenggarakan Bank Sentral Filipina.
  • Milken Institute Asia Summit dimulai di Singapura dengan tema “Leading with Intelligence” dan berlangsung hingga 9 Oktober.
  • TOKEN2049, salah satu konferensi kripto besar, dimulai di Singapura dan berlangsung hingga 8 Oktober.

Kamis, 8 Oktober 2026

  • Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia.
  • CPI Chile.
  • Risalah rapat ECB zona euro.
  • Neraca transaksi berjalan Jepang.
  • CPI dan risalah kebijakan moneter bank sentral Meksiko.
  • Keputusan suku bunga Rumania.
  • Produksi manufaktur Afrika Selatan.
  • Perdagangan Taiwan.
  • Keputusan suku bunga Uruguay.
  • Persediaan grosir dan klaim awal tunjangan pengangguran AS.
  • Komisioner Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic diperkirakan mengunjungi China untuk melakukan pembicaraan dengan Menteri Perdagangan Wang Wentao. Kunjungan berlangsung hingga 9 Oktober.
  • Istanbul Economic Forum Bank Sentral Turki berlangsung hingga 9 Oktober. Gubernur The Fed Christopher Waller dan Gubernur Bank of England Andrew Bailey menjadi pembicara utama. Sejumlah bankir sentral dari Prancis, Yunani, Belanda, dan Hungaria juga akan berbicara dalam panel.
  • Presiden Federal Reserve Bank of St. Louis Alberto Musalem berbicara dalam acara Bloomberg di New York.
  • Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari berbicara di Institute Research Conference milik bank tersebut.
  • Kepala Ekonom ECB Philip Lane berbicara dalam Societe Generale’s Global Markets Conference di London.
  • Wakil Gubernur Bank of England Clare Lombardelli berbicara di West Midlands Growth Summit di Coventry.
  • Kepala Ekonom BOE Huw Pill berbicara dalam GZERO Summit di London.
  • Pengambil keputusan suku bunga BOE Megan Greene menyampaikan pidato utama di STANLIB Asset Management Offshore Summit di Cape Town.
  • Gubernur Norges Bank Ida Wolden Bache menyampaikan kuliah musim gugur tahunan bank sentral di BI Norwegian Business School di Oslo.
  • Para menteri keuangan kawasan euro berkumpul di Luxembourg untuk pertemuan rutin.

Jumat, 9 Oktober 2026

  • Cadangan devisa Thailand.
  • Produksi Industri & Penjualan Manufaktur Malaysia.
  • CPI Brasil.
  • Data pengangguran dan perubahan lapangan kerja Kanada.
  • Produksi industri Italia.
  • Belanja rumah tangga Jepang.
  • Produksi industri Malaysia.
  • CPI dan PPI Norwegia.
  • Risalah rapat bank sentral Polandia.
  • CPI Rusia.
  • Produksi industri Turki.
  • Indeks sentimen konsumen University of Michigan AS.
  • Pablo Hernandez de Cos, General Manager BIS dan salah satu kandidat kuat untuk menjadi presiden ECB berikutnya, mengikuti fireside chat di Istanbul Economic Forum.
  • Anggota Executive Board ECB Isabel Schnabel melakukan presentasi di Lucerne, Swiss. Rekannya, Piero Cipollone, berpartisipasi secara virtual dalam panel mengenai perdagangan algoritmik di Milan.
  • Anggota Governing Council ECB Pierre Wunsch berbicara dalam konferensi riset internasional dua tahunan National Bank of Belgium.
  • Presiden Federal Reserve Bank of Boston Susan Collins diperkirakan memberikan sambutan singkat dalam konferensi di University of Michigan di Ann Arbor.
  • Para menteri keuangan Uni Eropa berkumpul di Luxembourg untuk pertemuan rutin.